Tragedi Malam Di JMP, Seorang PNS Lompat Dari Jembatan, Ditemukan Tak Bernyawa - globaltimurnn.com


Rabu, 08 April 2026

Tragedi Malam Di JMP, Seorang PNS Lompat Dari Jembatan, Ditemukan Tak Bernyawa

Foto : Tragedi Malam Di JMP, Seorang PNS Lompat Dari Jembatan, Ditemukan Tak Bernyawa

Ambon
, Globaltimurnn.com – Suasana santai di kawasan bawah Jembatan Merah Putih (JMP), tepatnya di pesisir pantai Galala, berubah menjadi duka mendalam pada Rabu malam (08/04/2026) sekitar pukul 22.10 WIT. Sebuah tragedi memilukan terjadi ketika seorang pria berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) nekat melompat dari ketinggian jembatan menuju perairan di bawahnya.

 

Korban yang diketahui berinisial AN (Alamat Batu Merah, Sirimau) ini ditemukan warga, namun nyawanya tak dapat diselamatkan meski telah mendapat pertolongan cepat. 

 

Kejadian bermula ketika saksi, Roland Syam, sedang duduk dan berlatih paduan suara di gazebo area tersebut. Ia melihat sebuah mobil berwarna putih melaju dengan kencang masuk ke area kerumunan. Awalnya ia mengira akan terjadi keributan atau tawuran, hingga tiba-tiba terdengar teriakan warga.

 

"Ada orang buang diri dari atas JMP!" teriak warga yang membuat suasana langsung ricuh.

 

Roland segera melaporkan hal tersebut kepada Babinkamtibmas setempat melalui WhatsApp dengan pesan singkat: "Ada orang buang diri dari atas jmp dan korbannya belum ditemukan."

 

Mendengar kabar tersebut, puluhan warga, pengunjung kafe, dan aparat langsung bergerak cepat menyisir perairan di bawah JMP. Tak berselang lama, tubuh korban berhasil ditemukan dan diangkat ke darat.

 

Tim penolong langsung melakukan resusitasi atau napas buatan untuk mencoba mengembalikan kesadaran korban. Namun sayang, tubuh korban sudah tidak memberikan respon. Segera setelah itu, korban dievakuasi menggunakan mobil warga menuju RS Bhayangkara untuk mendapatkan penanganan medis maksimal.

 

Sesampainya di ruang IGD RS Bhayangkara, jaga dokter, Dr. Vilia, memeriksa kondisi korban dan memastikan bahwa Anto Haninu telah meninggal dunia.

 

Dari hasil pemeriksaan, korban mengalami patah tulang parah pada tangan kiri dan kaki kiri akibat benturan keras saat menghantam air dari ketinggian.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kejadian ini sangat mengejutkan keluarga. Disebutkan bahwa sebelum kejadian, korban baru saja selesai berobat ke dokter karena sedang sakit.

 

Dalam perjalanan pulang, korban meminta izin untuk sekadar menikmati pemandangan kota Ambon dari atas JMP. Keluarga pun menghentikan kendaraan (KR4) di lokasi tersebut. Namun tanpa diduga, tiba-tiba korban melompat ke bawah. Keluarga sempat berusaha menahan, namun terlambat.

 

Saat ini jenazah korban sudah dibawa ke kediaman di Desa Waiheru. Pihak kepolisian dari Polsek setempat masih mendalami motif dan kronologi lengkap kejadian naas ini, termasuk kondisi psikologis korban sebelum kejadian.

 

Turut berduka cita atas meninggalnya korban. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. (Za) 

 

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT