Wali Kota Ambon Minta PPDB SMP Tanpa Polemik : "Sekolah Tidak Perlu Hebat, yang Penting Pribadinya" - globaltimurnn.com


Minggu, 13 Juli 2025

Wali Kota Ambon Minta PPDB SMP Tanpa Polemik : "Sekolah Tidak Perlu Hebat, yang Penting Pribadinya"

Foto : Wali Kota Ambon Minta PPDB SMP Tanpa Polemik : "Sekolah Tidak Perlu Hebat, yang Penting Pribadinya"

Ambon
, Globaltimurnn.com – Selain membahas mengenai PPPK, Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena juga menyoroti proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah kota. Ia menekankan agar tidak terjadi polemik seperti yang pernah terjadi di jenjang SMA, yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Maluku, Senin, (07/07/2025). 

 

Proses seleksi akan kita jalankan sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan. Jika kuota sudah penuh, tidak bisa kita tambah sembarangan. Saya ingin menyampaikan kepada seluruh masyarakat bahwa tidak ada perbedaan mendasar antara satu sekolah dengan sekolah lainnya, ujarnya.

 

Wali Kota mengajak orang tua dan siswa untuk tidak hanya terpaku pada beberapa sekolah yang dianggap sebagai favorit, seperti SMP 4, SMP 6, atau SMP 14. Ia bahkan mengisahkan pengalaman pribadi dalam menempuh pendidikan di sekolah-sekolah pinggiran, yang tidak menghalanginya untuk menjadi pemimpin kota saat ini.

 

“Saya sendiri bersekolah di SD Passo, kemudian melanjutkan ke SMP Halong, dan SMA Lateri semuanya bukan sekolah yang dianggap ‘terkenal’. Namun hari ini, saya bisa menjadi Wali Kota Ambon. Ini membuktikan bahwa keberhasilan tidak ditentukan oleh nama sekolah, tetapi oleh bagaimana kita sebagai individu menjalani pendidikan tersebut,” cerita Wattimena dengan semangat.


Ia juga meminta seluruh jajaran Pemerintah Kota Ambon untuk menjadi corong informasi yang jelas kepada masyarakat. Proses penerimaan siswa baru, katanya, harus dilakukan secara transparan dan adil tanpa ada unsur kecurangan atau pilih kasih.

 

“Tugas kita bersama adalah memastikan kualitas semua sekolah di Kota Ambon dapat disejajarkan. Sehingga nantinya orang tua tidak lagi saling mengadu mulut hanya karena anaknya tidak diterima di sekolah tertentu. Segala proses akan kita jalankan sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya.(Tim)

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT