
Foto : Wagub Maluku Hadiri Sosialisasi Program Pengembangan Tanaman Perkebunan Tahun 2026 Di Dihil, Siwalalat SBT
Dihil, Globaltimurnn.com - Wakil Gubernur Maluku Hj. Abdullah Vanath turut menghadiri kegiatan sosialisasi program pengembangan tanaman perkebunan tahun 2026 yang di prakarsa oleh kelompok Tani perkebunan Penangkar/Produsen Alam Persada yang diketuai Rizal Tanjung.
Kegiatan tersebut terlaksana pukul 16 : 30 Wit, yang bertempat di lokasi perkebunan kelompok Tani perkebunan Penangkar/Produsen Alam Persada, Negeri Administratif Dihil, Kecamatan Siwalalat, Kabupaten SBT. Senin 09/02/2026
Dalam kesempatan yang di berikan Yandri. B. Letelay Sekertaris Negeri ADM Dihil dalam sambutan-nya menyampaikan ucapan terimakasih kasih kepada Wakil Gubernur Maluku yang turut hadir dalam kegiatan sosialisasi program pengembangan tanaman perkebunan tahun 2026 di ADM Dihil. Ucapnya
Selain itu, Wakil Gubernur Maluku Hj. Abdullah Vanath juga dalam sambutan dan arahan singkatnya menyampaikan' Menjelaskan bagaimana menanam pala secara benar, serta cokelat.
Tidak hanya itu Wagub juga mendorong setiap warga masyarakat kususnya yang masih usia muda agar jangan bermalasan namun giatlah membuka lahan baru guna menanam pala maupun cokelat bahkan kelapa.
Wagub juga menyampaikan sedikit menariknya yang mana ditahun sebelumnya pemerintah hanya bisa menyalurkan pala bulat, karena pala panjang atau pala peranakan itu belum disahkan menjadi comuditi unggulan lokal.
Sudah diluncurkan comuditi unggulan lokal di Maluku kususnya di SBT yang mana pala peranakan itu menjadi comuditi unggulan lokal sehingga pemilik penangkaran bisa membuat pembibitan sehingga pemerintah bisa membelinya. Ucap Wagub
Hal ini dikatakan Wagub sangat penting karena tidak disemua tempat pala bulat tersebut bisa bertumbuh, sehingga pala panjang itu lebih cocok di semua lokasi. Jelas Wagub
Sementara Wagub juga menjelaskan bahwa" Untuk coklat itu adalah tipe coklat MCC02 yang dipilih pemerintah sebagai jenis coklat yang paling produktif dan yang paling cepat bisa memberikan hasil. Tuturnya
Untuk ditahun 2026, diseluruh Maluku mendapatkan 1.200 hektar, sementara pala di Maluku Tengah mendapat 800 hektar, SBT mendapat 700 Hektar, SBB mendapat 700 hektar, 600 hektar.
Dijelaskannya semua ini karena atas perintah Presiden kepada Menteri Pertanian guna membuka lahan pertanian perkebunan itu sebesar - besarnya. Pungkasnya (V374)


