Ratusan Sopir Dump Truck Demo ke DPRD Malukub: Jangan Tutup Galian C, BBM Juga Harus Adil - globaltimurnn.com


Senin, 09 Februari 2026

Ratusan Sopir Dump Truck Demo ke DPRD Malukub: Jangan Tutup Galian C, BBM Juga Harus Adil

Foto : Ratusan Sopir Dump Truck Demo ke DPRD Malukub: Jangan Tutup Galian C, BBM Juga Harus Adil

Ambon
, Globaltinurnn.com – Ribuan mata pencaharian yang bergantung pada sektor galian batuan menjadi sorotan, setelah Persaudaraan Sopir Dump Truck Se-Pulau Ambon menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Provinsi Maluku pada Senin (09/02/2026) siang hari. Mereka tegas menolak kebijakan penutupan total usaha galian C di beberapa titik Kota Ambon, sekaligus menuntut keadilan dalam kebijakan BBM yang dinilai tidak merata.

 

Dipimpin oleh Koordinator Lapangan I Panji Kelbuti dan Koordinator Lapangan II Kuba Boinau, ratusan sopir yang mengikuti aksi ini menyatakan bahwa sektor galian C bukan hanya sumber penghidupan bagi mereka, melainkan juga tulang punggung ekonomi rakyat kecil mulai dari pekerja tambang, pedagang kecil, hingga mendukung pembangunan infrastruktur daerah.

 

“Penutupan total galian C sama saja dengan memotong nyawa ekonomi kami! Ini bukan hanya tentang pekerjaan, tapi tentang hak hidup kami dan keluarga yang kami tanggung jawab,” ucap salah satu perwakilan massa dalam orasi yang penuh semangat.

 


Selain menolak penutupan galian C, mereka juga mengajukan delapan tuntutan lainnya, antara lain :

 - Menolak penutupan usaha non-minerba     tanpa kajian sosial-ekonomi yang  transparan

- Mendesak pemerintah untuk menata dan mengawasi usaha rakyat, bukan mematikannya

- Meminta legalisasi dan pembinaan agar usaha galian batuan berjalan sesuai aturan, ramah lingkungan, dan berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD)

 

Tak hanya itu, para sopir juga mengangkat isu kebijakan BBM yang dianggap tidak adil. Mereka menyatakan keberatan dengan pembatasan waktu pembelian menggunakan sistem barcode serta kewajiban membeli Dexlite sebelum solar, sambil mempertanyakan mengapa kebijakan di Maluku berbeda dengan Pulau Jawa yang dinilai lebih longgar.

 

Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Richard Rahakbauw (RR), yang menerima aspirasi langsung, menyampaikan bahwa masalah ini tidak dapat diselesaikan secara sepihak dan membutuhkan pembahasan menyeluruh.

 

“Kami memahami kekhawatiran Anda semua. Persoalan galian batuan akan dibahas dalam rapat gabungan Komisi B (Sumber Daya Manusia dan Lingkungan Hidup) dan Komisi C (Keuangan), bersama unsur pemerintah daerah,” jelas RR.

 


Ia juga mengumumkan bahwa akan ada pertemuan lanjutan pada Hari Kamis pukul 14.00 WIT, yang akan dihadiri oleh Ketua DPRD, pemilik lahan, perwakilan sopir dump truck, dan semua pihak terkait untuk mencari solusi terbaik.

 

“Mari kita pulang dengan tertib, karena aspirasi Anda sudah kami terima dan akan kita tindaklanjuti dengan sungguh-sungguh demi kesejahteraan rakyat kecil Maluku,” pungkasnya.

 

Aksi demonstrasi pun berakhir dengan kondusif, dengan harapan bahwa setiap aspirasi yang disampaikan akan mendapatkan tanggapan yang tepat dan berpihak pada keberlangsungan hidup masyarakat. (Za)

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT