Polres Seram Bagian Barat: Korban Jatuh dari Perahu di Perairan Tanjung Ulatu Ditemukan Meninggal Dunia - globaltimurnn.com


Sabtu, 07 Februari 2026

Polres Seram Bagian Barat: Korban Jatuh dari Perahu di Perairan Tanjung Ulatu Ditemukan Meninggal Dunia

Foto : Polres Seram Bagian Barat: Korban Jatuh dari Perahu di Perairan Tanjung Ulatu Ditemukan Meninggal Dunia

SBB
, Globaltimurnn.com - Operasi pencarian terhadap seorang warga yang dilaporkan jatuh dari perahu di perairan Tanjung Ulatu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat, akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR gabungan menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia pada Sabtu (7/2/2026) siang di wilayah Desa Sole, Pulau Kelang.


Kapolres Seram Bagian Barat AKBP Andi Zulkifli, S.I.K., M.M. menjelaskan bahwa korban diketahui bernama Aply Siolimbona (74), warga Dusun Tapinalu, Kecamatan Huamual. Korban sebelumnya dilaporkan hilang setelah pergi memancing seorang diri pada Rabu (4/2/2026) dini hari di sekitar perairan Tanjung Ulatu.


“Berdasarkan laporan yang diterima, perahu milik korban ditemukan dalam kondisi terapung tanpa awak di sekitar Tanjung Ulatu. Upaya pencarian kemudian dilakukan oleh masyarakat bersama tim SAR gabungan sejak laporan diterima,” ujar Kapolres.


Memasuki hari keempat operasi SAR pada Sabtu (7/2/2026), personel gabungan dari Sat Polairud Polres SBB, Basarnas Ambon, Polsek Huamual, TNI AL, serta masyarakat kembali melanjutkan pencarian di sekitar lokasi kejadian. Tim SAR melakukan penyisiran menggunakan rigid buoyancy boat (RBB) dan long boat masyarakat di sekitar titik koordinat korban dilaporkan hilang.


Sekitar pukul 14.15 WIT, tim SAR menerima informasi dari anggota Polsek Waesala bahwa sesosok jenazah ditemukan di wilayah Desa Sole, Pulau Kelang. Tim gabungan kemudian berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat dan bergerak menuju lokasi penemuan.


“Tim SAR gabungan tiba di Desa Sole dan melakukan identifikasi terhadap jenazah yang ditemukan. Setelah dipastikan sebagai korban, jenazah langsung dievakuasi menggunakan RBB menuju Dusun Tapinalu dan diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka,” jelas Kapolres.


Jenazah korban tiba di Dusun Tapinalu sekitar pukul 15.50 WIT dan selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup pada hari yang sama.


Kapolres Seram Bagian Barat menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian, termasuk Basarnas Ambon, TNI AL, personel Polri, pemerintah desa, dan masyarakat setempat yang telah membantu proses pencarian hingga korban ditemukan.


“Kami turut berduka cita atas musibah ini. Terima kasih kepada seluruh tim SAR gabungan dan masyarakat yang telah bekerja sama dalam proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan dan diserahkan kepada keluarga,” tutup AKBP Andi Zulkifli.


Kapolres juga mengimbau masyarakat pesisir dan para nelayan agar selalu memperhatikan faktor keselamatan saat melaut, terutama dengan memastikan kondisi cuaca, menggunakan alat keselamatan seperti pelampung, serta tidak melaut seorang diri. “Kami mengingatkan agar masyarakat lebih berhati-hati ketika beraktivitas di laut. Perhatikan cuaca, gunakan alat keselamatan, dan sebisa mungkin tidak melaut sendirian guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” imbaunya.


Ia menambahkan, peran serta masyarakat sangat penting dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, termasuk dengan segera melaporkan setiap kejadian darurat atau kecelakaan di laut kepada aparat setempat agar dapat segera ditangani. (V374) 

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT