Persiapan Program MBG, Lapas Wahai Studi Tiru ke SPPG Taman Makmur - globaltimurnn.com


Kamis, 12 Februari 2026

Persiapan Program MBG, Lapas Wahai Studi Tiru ke SPPG Taman Makmur

Foto : Persiapan Program MBG, Lapas Wahai Studi Tiru ke SPPG Taman Makmur

Wahai
, Globaltimurnn.com - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai ambil langkah progresif lewat studi tiru pengelolaan dapur ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Taman Makmur yang dikelola Yayasan Bakul Sehat Sejahtera, Kamis (12/02/2026). 


Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari secara langsung standar higiene, sanitasi, dan manajemen pengelolaan dapur sehat guna mendukung Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digalakkan pemerintah.


Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menekankan bahwa studi tiru ini krusial untuk memastikan dapur MBG di Lapas Wahai beroperasi sesuai standar keamanan pangan yang ditetapkan Badan Gizi Nasional.


"Kami ingin memastikan Warga Binaan yang terlibat nantinya mampu menyajikan makanan berkualitas dan bergizi bagi masyarakat, sekaligus meningkatkan keterampilan mereka dalam pembinaan kemandirian," ujar Tersih.


Kepala SPPG Taman Makmur, Berlian Patrick Slarmanat, menyambut positif antusiasme jajaran Lapas Wahai. Pihaknya menyatakan siap membagikan ilmu terkait operasional dapur, mulai dari manajemen staf dapur hingga keamanan pangan (food safety).


"Lewat studi tiru ini kami berbagi pengalaman agar standar yang diterapkan di SPPG Taman Makmur ini dapat direplikasi dengan baik di Lapas Wahai," ujarnya.


Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, mengapresiasi inisiatif Lapas Wahai melakukan studi tiru. Menurutnya, studi tiru Lapas Wahai ke SPPG merupakan langkah strategis untuk mempercepat perwujudan dapur sehat yang akan dilaksanakan oleh sejumlah Lapas dan Rutan di Indonesia termasuk di wilayah Maluku yang telah ditunjuk sebagai pelaksana.


"Lapas Wahai harus beradaptasi dan memastikan dapur mereka nantinya bertransformasi mengikuti standar SPPG demi tercapainya ketahanan pangan dan peningkatan gizi bagi penerima manfaat. 


Pemasyarakatan wilayah Maluku harus memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program MBG karena ini merupakan salah satu dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026 yakni pembangunan dapur sehat di Lapas dan Rutan dengan memberdayakan Warga Binaan tersertifikasi untuk mendukung program MBG," terang Ricky.


Melalui kunjungan studi tiru ini, Lapas Wahai berkomitmen menerapkan sistem kerja profesional, mulai dari seleksi bahan baku, pengolahan, hingga proses distribusi makanan bergizi. 


Kunjungan ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi Lapas Wahai, satu dari dua Lapas di Maluku yang ditunjuk dalam gelombang pertama, untuk sukses mengimplementasikan program MBG, sekaligus memberikan kontribusi nyata sesuai motto “Pemasyarakatan Pasti Bermanfaat Untuk Masyarakat".(Za)

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT