
Foto : KPKNL Ambon Sambangi Lapas Tual: Perkuat Tata Kelola Aset dan Percepat Penghapusan BMN
Langgur, Globaltimurnn.com – Dalam upaya mewujudkan pengelolaan aset negara yang akuntabel dan transparan, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Ambon melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual, Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku, Selasa (24/02/2026). Fokus utama dalam pertemuan ini adalah penertiban administrasi serta pendampingan tata kelola penghapusan Barang Milik Negara (BMN) yang sudah tidak produktif.
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian monitoring dan evaluasi (monev) yang dilakukan KPKNL Ambon terhadap satuan kerja di wilayah Maluku Tenggara dan Kota Tual. Tim dari KPKNL Ambon memberikan asistensi langsung mengenai pentingnya kesesuaian penggunaan aset dengan Standar Barang dan Standar Kebutuhan (SBSK).
Kepala KPKNL Ambon, Catur setiono menekankan bahwa penertiban administrasi bukan sekadar rutinitas formalitas, melainkan langkah krusial untuk memastikan setiap aset yang dikelola oleh Lapas Tual tercatat dengan akurat dan digunakan secara optimal untuk mendukung tugas dan fungsi pemasyarakatan.
Salah satu poin krusial dalam pertemuan tersebut adalah pembahasan mengenai mekanisme penghapusan BMN. Banyaknya aset dalam kondisi rusak berat yang masih tercatat di pembukuan seringkali menjadi beban administratif.
"Aset yang sudah rusak berat dan tidak lagi menunjang operasional harus segera diproses penghapusannya, baik melalui mekanisme lelang maupun pemusnahan, agar neraca keuangan negara tetap bersih dan efisien," ujar Catur dalam koordinasi tersebut.
Melalui pendampingan ini, petugas pengelola BMN di Lapas Tual diarahkan untuk: Identifikasi fisik barang yang sudah tidak ekonomis, Penyusunan dokumen usulan penghapusan yang valid, Pelaksanaan lelang non-eksekusi wajib BMN untuk memberikan pemasukan bagi Kas Negara (PNBP).
Kepala Lapas Kelas IIB Tual, Nurchalis Nur menyambut positif langkah proaktif KPKNL Ambon. Dengan adanya koordinasi lapangan ini, kendala-kendala teknis dalam pelaporan aset pada aplikasi (seperti SAKTI) dapat langsung dicarikan solusinya. Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan opini laporan keuangan menuju tata kelola pemerintahan yang bersih (Good Governance).
Kegiatan ini ditutup dengan peninjauan lapangan terhadap sejumlah aset bangunan dan sarana prasarana di Lapas Tual yang akan menjadi objek pemutakhiran data dalam periode tahun anggaran berjalan. (Za)
