
Foto : "Hukuman Sosial untuk Pelaku Sampah, Jalan Tak Aspal Segera Diperbaiki Ini Kunci Pembangunan Inklusif Ambon
Ambon, Globaltinurnn.com – Dalam apel pagi yang digelar pada Senin (09/02/2026), Walikota Ambon Bodewin M. Wattimena mengumumkan sejumlah langkah strategis terkait penegakan hukum, pembangunan infrastruktur, pendidikan ramah anak, hingga pengaturan jabatan di lingkungan pemerintah kota.
Salah satu poin penting yang disampaikan adalah hasil pembahasan bersama Ketua Pengadilan Negeri terkait pelaksanaan hukuman bagi pelanggar hukum. Salah satu contoh yang menjadi fokus adalah permasalahan sampah, di mana pelaku dapat menjalankan hukuman sosial berupa kegiatan pembersihan sampah atau bentuk lain yang sesuai.
"Pemerintah Kota Ambon bertanggung jawab memastikan pelaku dapat melaksanakan tugas hukuman dengan baik tanpa pelarian atau penyimpangan," ujar Walikota. Untuk itu, akan dilakukan koordinasi erat dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan, serta bekerja sama dengan Dinas Sosial melalui Program Kesejahteraan Sosial (PKS) dan instansi terkait. Pemerintah kota juga memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang terlibat, mengingat kerja sama ini telah berjalan lama dan diharapkan terus berlanjut.
Walikota juga menyampaikan hasil pengecekan terhadap infrastruktur yang pernah dijanjikan, seperti pembangunan kasur dan jalan dengan garis biru. Bagi jalan yang belum diaspal, termasuk jalan putar di bagian belakang kota, akan segera dilakukan pemasangan aspal.
"Hal ini merupakan bentuk dukungan kami untuk memastikan prinsip inklusi terwujud, baik di lingkungan pemasyarakatan maupun berbagai sektor lainnya," jelasnya.
Pada hari yang sama juga dilakukan penyerahan sertifikat dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak kepada SD Negeri 64, yang diakui sebagai satuan pendidikan ramah anak dengan perlakuan baik terhadap siswa dan fasilitas yang memadai.
"Kami berharap seluruh satuan pendidikan di Kota Ambon mulai dari PAUD, SMP, hingga jenjang yang lebih tinggi dapat mengikuti contoh ini," ujar Walikota. Tidak hanya ramah anak, sekolah juga diharapkan bisa ramah terhadap penyandang disabilitas dan kelompok lain, agar melalui pendidikan berkualitas, anak-anak benar-benar terlindungi selama proses pembelajaran.
Selanjutnya, Pemerintah Kota akan segera menjalankan proses mutasi dan promosi untuk jabatan administrator dan pengawas. Walikota mengingatkan seluruh pimpinan OPD untuk segera mengusulkan kebutuhan jabatan dari tingkat lurah, camat, hingga kepala puskesmas dan kepala sekolah.
"Kami berharap proses pelantikan dapat diselesaikan menyeluruh sehingga tidak ada lagi posisi kosong atau hanya diemban oleh pejabat pelaksana tugas sementara (PLT)," katanya. Bagi mereka yang masih dalam status PLT, dia mengimbau untuk bersabar karena proses sedang berjalan dengan ketat, dengan target penyelesaian dalam waktu dekat minggu ini atau minggu depan beserta pemberian tunjangan jabatan yang sesuai.
Walikota mengakui bahwa menjalankan tugas pemerintahan kadang menghadapi tantangan dan kesulitan, namun hal itu merupakan bagian wajar dalam bekerja untuk kemajuan Kota Ambon.
"Seperti yang sering saya sampaikan, setiap pagi hari adalah awal dari harapan baru, seperti terbitnya matahari yang memberikan sinar kebaikan. Nikmatilah setiap hasil yang telah diraih, meskipun terkadang ada hal yang tidak sesuai harapan," tutupnya. Ia berharap Tuhan Yang Maha Kuasa memberkati seluruh jajaran pemerintah kota yang tetap setia melaksanakan tugasnya. (Za)

