Dari Dalam Tempat Pembinaan Warga Binaan Kristen Lapas Tual Terima Bekal Spiritual Bersama Kemenag Masa Lalu Bukan Akhir Segalanya - globaltimurnn.com


Senin, 09 Februari 2026

Dari Dalam Tempat Pembinaan Warga Binaan Kristen Lapas Tual Terima Bekal Spiritual Bersama Kemenag Masa Lalu Bukan Akhir Segalanya

Foto : Dari Dalam Tempat Pembinaan Warga Binaan Kristen Lapas Tual Terima Bekal Spiritual Bersama Kemenag Masa Lalu Bukan Akhir Segalanya

Langgur
, Globaltimurnn.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual menunjukkan bahwa proses pemasyarakatan tidak hanya tentang aturan dan hukuman melainkan juga tentang transformasi batin yang mendalam. Berkolaborasi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tual, Lapas Tual menggelar kegiatan bimbingan rohani khusus bagi warga binaan Kristen, yang berlangsung dengan penuh khidmat di Gereja Oikumene Lapas Tual pada Selasa (10/02/2026).

 

Kepala Lapas Kelas IIB Tual, Nurchalis Nur, menegaskan bahwa pembinaan kerohanian menjadi pilar utama dalam upaya merehabilitasi warga binaan. Bagi dirinya, perubahan yang benar-benar berkelanjutan harus dimulai dari kedekatan dengan Sang Pencipta :


"Kami tidak ingin mereka hanya menghabiskan waktu di sini sebagai bentuk hukuman fisik semata. Yang kami inginkan adalah mereka merasakan transformasi dari dalam. Dengan bekal spiritual yang kuat, kami yakin mereka akan memiliki landasan moral yang kokoh saat nanti kembali menyatu dengan keluarga dan masyarakat."

 

Dalam pelaksanaannya, Kepala Seksi Binadik dan Giatja, Keneth Huawae, menjelaskan bahwa program ini adalah hasil sinergi yang telah terjalin erat antarinstansi. Antusiasme warga binaan dalam mengikuti kegiatan ini bahkan menjadi daya dorong tersendiri. 


"Kami sudah memiliki jadwal rutin setiap minggunya bersama penyuluh agama. Tujuan utama kami adalah memastikan tidak satu pun warga binaan yang merasa terisolasi secara spiritual mereka berhak mendapatkan bimbingan yang tepat agar proses rehabilitasi berjalan dengan maksimal."

 

Sementara itu, Franselino Carelsz, Penyuluh Agama Kristen dari Kemenag Tual, menyampaikan bahwa materi bimbingan difokuskan pada pesan harapan, pertobatan, dan pengampunan :


"Kami datang bukan untuk menghakimi, melainkan untuk merangkul mereka. Melalui firman Tuhan, kami ingin mereka memahami bahwa masa lalu bukanlah akhir dari segalanya. Mereka pantas memiliki masa depan yang lebih baik, dengan integritas dan optimisme baru."

 

Kegiatan yang penuh makna ini diharapkan tidak hanya menciptakan suasana kondusif di dalam Lapas, tetapi juga membentuk generasi warga binaan yang lebih bertanggung jawab, taat beragama, dan siap untuk memulai babak baru dalam hidup mereka. (Za)

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT