
Foto : Bersinergi untuk Ambon yang Lebih Baik, Walikota Dorong Gereja GPM Jaga Ekonomi dan Bumi di Persidangan Milestone KE 57
Ambon, Globaltimurnn.com – Sinergi pemerintah dan lembaga keagamaan semakin diperkuat melalui Sidang Klasis Ke- 57 Gereja Protestan Maluku (GPM) Pulau Ambon, sebuah acara penting yang tidak hanya menjadi ajang evaluasi pelayanan gereja, tetapi juga pijakan kolaboratif dalam menghadapi tantangan masa depan kota kita.
Dengan tema utama "Anugerah Allah Melengkapi dan Meneguhkan Gereja Menuju Satu Abad GPM" dan subtema "Layanilah Umat dengan Tekun Sesuai Kasih Allah," persidangan yang berlangsung di Gereja Karn Hattin, Seilale, mulai Minggu (15/02/2026) hingga Senin (16/02/2026) dihadiri oleh 191 peserta dari berbagai elemen mulai Majelis Pekerja Klasis, perwakilan 25 jemaat, pendeta, hingga tokoh masyarakat terkait. Sebagai forum pengambilan keputusan tertinggi di tingkat klasis, acara ini dirancang untuk menyusun arah pelayanan yang sesuai dengan realitas dan kebutuhan umat saat ini.
Dalam sambutan yang penuh semangat, Walikota Ambon Bodewin Wattimena menegaskan bahwa pembangunan Kota Ambon tidak bisa diraih sendirian. "Kita membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk gereja, terutama ketika menghadapi kompleksitas tantangan ekonomi dan lingkungan yang semakin meningkat," tegasnya.
Walikota mengapresiasi kontribusi panjang gereja dalam membangun karakter dan kecerdasan spiritual masyarakat. Menurutnya, sementara pemerintah fokus pada pengembangan kecerdasan intelektual, pembentukan kecerdasan spiritual dan emosional menjadi pijakan strategis yang diemban oleh gereja dan lembaga keagamaan lainnya.
Dampak kondisi fiskal terbatas serta dinamika global dan nasional membuat ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi keluarga menjadi prioritas bersama. Walikota mengajak seluruh jemaat untuk mengembangkan pola hidup produktif melalui berbagai kegiatan seperti bertani, melaut, beternak, dan membangun usaha kecil-kecilan.
Untuk mendukung hal ini, pemerintah telah mengembangkan tiga kawasan Pusat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di RTP Wainitu, RTP Air Salobar, dan Amahusu lengkap dengan bantuan booth kontainer, etalase, serta modal usaha sebesar Rp2 juta per pelaku usaha. Selain itu, sebanyak 650 pelaku usaha telah mendapatkan bantuan modal, 50 Koperasi Merah Putih telah dibentuk di seluruh desa, negeri, dan kelurahan, serta 6.583 pelaku usaha telah difasilitasi untuk mendapatkan izin melalui sistem OSS.
Isu lingkungan juga menjadi fokus utama dalam sambutan tersebut. Walikota menekankan bahwa masalah sampah dan kerusakan lingkungan adalah tanggung jawab bersama seluruh masyarakat. Tahun ini, Pemkot Ambon akan menerapkan teknologi modern dalam pengolahan sampah bukan hanya sekadar mengangkut dan membuangnya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga mengelolanya secara terpadu.
Ia mengajak jemaat untuk aktif menjadi agen perubahan dengan mengingatkan warga sekitar agar membuang sampah pada tempatnya. Sebagai bentuk komitmen, Pemkot akan meluncurkan Gerakan TAMBAHAN (Ambon Bersih, Asri, Hijau, dan Nyaman) yang akan diwujudkan melalui kerja bakti bersama lintas elemen masyarakat.
Menjelang HUT KE 450 Kota Ambon dengan tema "Bergerak Bersama Ambon Maju untuk Indonesia," Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan bekerja sama dengan Bank Sampah Alami Kota Ambon akan membeli sekitar tiga ton sampah plastik dari masyarakat untuk didaur ulang.
Walikota juga mengungkapkan sejumlah tantangan strategis yang dihadapi kota, antara lain tingkat pengangguran sebesar 11,65 persen, angka kemiskinan sekitar lima persen, kerentanan terhadap bencana, serta distribusi infrastruktur yang belum merata.
Namun, dengan visi pembangunan 2025-2029 "Ambon Manise, Inklusif, Toleran, dan Berkelanjutan," Pemkot telah menetapkan 17 program prioritas seperti penambahan 779 sambungan air bersih, rehabilitasi jaringan distribusi air seluas 2.000 meter di Halong dan Passo, pembangunan Mal Pelayanan Publik, serta peluncuran Call Center 112 untuk layanan darurat.
Kehormatan kembali meraih peringkat Excellent dari UNESCO Creative Cities Network sebagai Kota Kreatif Musik juga diharapkan dapat menjadi daya dorong bagi pertumbuhan ekonomi kreatif di Ambon.
"Kota ini akan menjadi maju jika kita semua bekerja bersama sesuai dengan tugas dan pengabdian masing-masing," pungkas Walikota.
Sementara itu, Ketua Panitia Persidangan Benyamin A. J. Kainama menyampaikan bahwa pelaksanaan acara ini berpedoman pada Tata Gereja GPM dan keputusan-keputusan klasis sebelumnya. Sumber pendanaan berasal dari Jemaat GPM Seilale, Majelis Pekerja Klasis, hibah dari Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kota Ambon, serta kontribusi dari seluruh jemaat.
Panitia berharap persidangan ini mampu menghasilkan keputusan dan program pelayanan yang relevan, demi terwujudnya kesejahteraan sosial dalam kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara. (Za)

