Skandal UP3 Tanimbar Memanas, Mantan Bupati Fatlolon Ungkap Tawaran Fee Menggiurkan Hingga 25 Persen :"Saya Tolak" - globaltimurnn.com


Kamis, 12 Februari 2026

Skandal UP3 Tanimbar Memanas, Mantan Bupati Fatlolon Ungkap Tawaran Fee Menggiurkan Hingga 25 Persen :"Saya Tolak"

Foto : Skandal UP3 Tanimbar Memanas, Mantan Bupati Fatlolon Ungkap Tawaran Fee Menggiurkan Hingga 25 Persen :"Saya Tolak"

Ambon
, Globaltimurnn.com – Mantan Bupati Kepulauan Tanimbar (KKT), Petrus Fatlolon, akhirnya buka suara terkait polemik pembayaran UP3 yang mengguncang kabupaten tersebut. Dalam pernyataan eksklusif di Pengadilan Negeri Ambon, Kamis (12/02/2026), Fatlolon mengungkap fakta mengejutkan, tawaran fee hingga 25 persen jika ia menyetujui pembayaran UP3. 

 

Fatlolon dengan tegas menyatakan bahwa pembayaran UP3 setelah masa jabatannya berakhir berada di luar kendalinya. Namun, ia membeberkan bahwa semasa menjabat, dirinya telah berupaya mencari solusi terbaik dengan meminta kajian dari SKPD terkait dan legal opinion dari Kejati Maluku.

 

"Kejati Maluku saat itu menyatakan Pemerintah Daerah KKT tidak bisa serta-merta melakukan pembayaran," ungkap Fatlolon, mengisyaratkan kerumitan masalah ini. Ia juga mengaku telah menyurati KPK, namun tidak mendapat rekomendasi yang jelas untuk melakukan pembayaran.

 

Yang lebih mencengangkan, Fatlolon mengaku diiming-imingi imbalan fantastis jika ia menyetujui pembayaran UP3. "Saya ditawari fee mulai dari 10 persen hingga 25 persen. Tapi saya menolak mentah-mentah" tegasnya, tanpa menyebutkan siapa pihak-pihak yang berani menawarkan suap tersebut.

 

Fatlolon menjelaskan bahwa legal opinion Kejati Maluku mengisyaratkan perlunya "aksesori-aksesori" atau dokumen-dokumen sah sebelum pembayaran dapat dilakukan.


Ia pun menegaskan kesiapannya untuk memberikan keterangan kepada aparat penegak hukum jika diperlukan, dengan membawa bukti-bukti penting seperti legal opinion dan surat dari KPK.

 

Meski demikian, Fatlolon enggan berkomentar lebih jauh mengenai proses yang sedang berjalan, memilih untuk menyerahkan sepenuhnya kepada pejabat bupati yang berwenang saat ini.

 

Pengakuan Fatlolon ini tentu saja menambah panas eskalasi skandal UP3 di Tanimbar. Publik kini menanti langkah selanjutnya dari aparat penegak hukum untuk mengungkap tuntas dugaan praktik korupsi yang melibatkan proyek tersebut. 


Siapa saja pihak-pihak yang berani menawarkan fee menggiurkan kepada mantan bupati, Dan bagaimana kelanjutan nasib pembayaran UP3 yang masih menggantung? Ikuti terus perkembangan beritanya hanya di Gakorpan News. (Za)

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT