
Foto : Aksi Tebar Ikan Fansen 2026 Ambon Dapat Apresiasi Pemkot Target Jadi Agenda Wisata Tahunan yang Meriah
Ambon, Globaltimurnn.com – Aksi penaburan ikan atau yang lebih dikenal sebagai Fansen tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudi) Provinsi Maluku berhasil menarik perhatian Pemerintah Kota Ambon, bahkan mendapatkan apresiasi tinggi dengan dukungan untuk menjadikannya acara pariwisata tahunan.
Acara yang berlangsung di Dusun Airlouw, Kecamatan Nusaniwe pada Minggu (16/02/2026) dihadiri langsung oleh Wakil Walikota Ambon Ely Toisuta, Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Rustam Simanjuntak, serta jajaran pengurus Permabudi Provinsi Maluku beserta undangan khusus.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Walikota Ely Toisuta menegaskan bahwa kegiatan Fansen bukan hanya sekadar aksi penaburan ikan, melainkan langkah konkret dalam menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem laut. Laut sebagai sumber kehidupan bagi banyak orang harus selalu dirawat bersama, dan penaburan ikan menjadi simbol nyata kepedulian terhadap alam serta upaya menjaga keseimbangan biota agar tidak terancam kepunahan.
"Kita berharap kegiatan positif ini bisa dipaketkan menjadi salah satu acara dalam kalender pariwisata Kota Ambon, sehingga dapat diikuti dan dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, hal ini juga akan memperkuat kesadaran bersama untuk menjaga laut demi kelangsungan hidup kita di masa depan," ucapnya.
Sementara itu, Ketua PD Permabudi Provinsi Maluku sekaligus Ketua Panitia Aline Tjoa Pinontoan menjelaskan bahwa pelepasan ikan ke laut memiliki makna ganda. Secara budaya Tionghoa, praktik melepas hewan telah menjadi bagian dari amalan kebajikan, terutama menjelang Tahun Baru Imlek, dengan harapan mendapatkan kesehatan, keberuntungan, dan kebahagiaan. Dari sisi ekologis, kegiatan ini juga merupakan bentuk pelestarian alam dengan mengembalikan makhluk hidup ke habitat aslinya, mengingat peran penting ikan dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut.
"Kegiatan ini didukung oleh para dermawan dan umat yang percaya bahwa kebajikan harus diberikan tidak hanya kepada sesama manusia, tetapi juga kepada hewan dan alam. Tahun ini adalah pertama kalinya kami bekerja sama dengan Pemkot Ambon, dan kami berharap ke depannya bisa diadakan secara lebih masif sebagai event daerah yang menjadi kebanggaan bersama," jelasnya.
Sebagai wilayah kepulauan, kehidupan masyarakat Maluku sangat bergantung pada laut sebagai tulang punggung perekonomian. Oleh karena itu, menjaga dan merawat laut menjadi tanggung jawab bersama agar keseimbangan alam tetap terjaga dan kesejahteraan masyarakat dapat berlanjut terus-menerus. (Za)
