Geral Wakano : Tinggalkan Media Yang Gemar Menjadi Tukang Stensil Narasi Busuk - globaltimurnn.com


Rabu, 28 Januari 2026

Geral Wakano : Tinggalkan Media Yang Gemar Menjadi Tukang Stensil Narasi Busuk

Foto : Geral Wakano : Tinggalkan Media Yang Gemar Menjadi Tukang Stensil Narasi Busuk

SBB
, Globaltimurnn.com - Di tengah upaya nyata penegakpan hukum yang dilakukan Sekretaris Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat, muncul sebuah pertunjukan jurnalistik yang memalukan.


Beberapa media online, dengan gegabahnya, prinsip dasar verifikasi demi menyebarkan narasi 4 sumber tak kredibilitas seorang provokator kampungan yang gemar menyemai benih kebencian dan perpecahan.


Artikel-artikel yang lahir dari praktik copy-paste buta itu adalah pengkhianatan terhadap profesi jurnalisme. Ungkap Geral Wakano salah satu tokoh masyarakat SBB kepada awak media ini kemarin 


Menurutnya" Mereka mengutip secara mentah-mentah pernyataan dari penebar fitnah tanpa upaya konfirmasi sekalipun kepada pihak yang secara langsung diadu domba dalam narasinya, yaitu Sekda Alvin Tuasuun dan mantan Kabag Keuangan Aziz Silow. 


Tindakan ini bukan hanya ceroboh, melainkan sengaja membangun realitas semu berdasarkan satu sisi kisah yang penuh racun. Ujar Wakano


Pasalnya" Memelintir fakta hukum menjadi kisah adu domba, Saat seorang pimpinan dengan tegas menggunakan saluran hukum formal untuk melaporkan dugaan penyimpangan, tindakan terpuji itu diputar balikkan menjadi isu lepas tangan. Jelasnya


Di tangan media yang tak bertanggung jawab, logika hukum yang lugas di mana pelapor justru menunjukkan komitmen antikorupsi dikubur oleh narasi murahan yang dirancang untuk menghasut.


Menunjukkan lemahnya jurnalisme yang berjalan tanpa  verifikasi, hanya mengikuti perintah satu sumber untuk menyebar kebencian. Tuturnya


Wakano mengatakan" Pertanyaan harus dilayangkan ke meja redaksi media abal - abal tersebut, di mana prinsip check and recheck? Di mana upaya mendengar langsung dari pihak yang dituduh atau disebut? Apakah kepentingan publik benar terlayani dengan pemberitaan sepihak yang jelas-jelas bermuatan provokasi? Ketika konfirmasi dimatikan, yang hidup hanyalah agenda jahat satu oknum yang bersembunyi di balik topeng pemerhati. Terangnya


Kebisingan media yang bias ini telah mengaburkan fakta paling penting bahwa proses hukum sedang berjalan dengan serius. 


Fokus seharusnya adalah pada substansi penyelidikan oleh Krimsus Polda Maluku, bukan pada hiruk pikuk opini penuh fitnah. 


Setiap kata murahan yang dikopi paste dari mulut Marsel bukanlah informasi, melainkan kebodohan bagi menebarkan benih perpecahan yang justru merusak tatanan dan menghambat proses hukum.


Wakano menambahakan" Kepada publik yang cerdas, mari pilah informasi dengan ketat, Tinggalkan media yang gemar menjadi tukang stensil narasi busuk. 


Dukunglah proses hukum yang transparan dan berintegritas, Biarkan institusi yang berwenang bekerja tanpa diintervensi oleh skenario adu domba yang diproduksi oknum tolol dan disebarluaskan oleh media yang lalai. Tegas Wakano


Ini adalah pukulan telak bagi kredibilitas media yang terlibat, Mereka bukan lagi penyampai fakta, melainkan parrot bagi satu suara sumbang, Saatnya menuntut pertanggungjawaban bukan hanya dari sang provokator tetapi terutama dari media yang dengan sukarela menjadi alat penghancur kebenaran. 


Berhenti menjadi loudspeaker kebencian, Kembalikan jurnalisme pada marwahnya, verifikasi, konfirmasi, dan netralitas. Pungkasnya  (V374) 

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT