
Foto : GERAKAN SBB BERSIH : STOP BERASUMSI LIAR UNTUK MENJATUHKAN SEKDA SBB
SBB, Globaltimurnn.com - Pemberitaan Media, salah satu media online di Maluku, pada 27/01/2025 dengan Judul Pemberitaan :
"Sekda SBB Laporkan Aziz Silow ke Krimsus Polda Maluku Terkait Dugaan Korupsi Dana Setda"
Pemberitaan ini membuat Publik/masyarakat Seram Bagian Barat (SBB) bertanya-tanya apa benar yang disampaikan oleh media tersebut, dan muncul.lagi Pemberitaan yang baru pada Media tersebut lagi dengan Judul Pemberitaan :
Sekda SBB Bantah Pernyataan Sendiri, Dari kedua pemberitaan tersebut ketika media mengkofirmasikan langsung Sekda SBB Alvin Tuasuun diruang kerjanya, Sekda membantah tudingan yang disampaikan oleh Media InfoMalukuNews.Com kepada dirinya,
Menurut Sekda kepada awak Media bahwa apa yang diberitakan terhadap dirinya adalah bohong dan terkesan Fitnah,kata Alvin
Lanjut Sekda bahwa pemberitaan yang menyebutkan bahwa saya melaporkan saudara Asis.Silouw ke Krimsus Polda Maluku terkait Korupsi Dana Setda itu sangat diskriminatif sebab saya tidak pernah datang ke Krimsus Polda Maluku untuk melaporkan saudara Asis Silouw dan silakan mengcek langsung ke Polda Maluku,tantang Sekda SBB.
Konflik pemberitaan yang terkesan memojokan Sekda SBB sekaligus asumsi liar yang sengaja dikembangkan untuk menjatuhkan Sekda SBB mendapat sorotan tajam dari Ketua Gerakan SBB Bersih Jacobis.Heatubun.SE
Menurut Bobby sapaan akrab Ketua Gerakan SBB Bersih kalau dilihat dan dikaji kedua pemberitaan pada media yang sama bahwa apa yang disampaikan dalam pemberitaan terkait Sekda SBB sangat tidak rasional dan terkesan sengaja dicari-cari kesalahan Sekda SBB demi maksud dan tujuan tertentu atau dapat dibilang ada upaya untuk menjatuhkan Sekda SBB, papar Bobby
Lanjut Bobby, pertama dalam isi pemberitaan hasil audit BPK tahun berapa terkait dana 16,3 Milyard pada Anggaran Tahun Berapa ? Berikut bahasa yang dipakai bahwa dana tersebut dikorupsi, disini membuat bingung masyarakat bahwa apakah persoalan 16,3 Milyard hasil temuan BPK sudah dilaporkan atau kasusnya sudah ditangani langsung oleh Aparat Penegak Hukum ( KPK, Kejaksaan dan Kepolisian), sehingga dapat dikatakan bahwa pemberitaan ini merupakan Asumsi liar yang sengaja dikembangkan menjadi opini publik, kata bobby
Disini saya tidak menyoroti tugas dari pada insan Pers tetapi suatu pemberitaan ketika akan di publikasikan harusnya ada cek and balands sehingga tidak menimbulkan multi tafsir bagi publik atau masyarakat SBB, seperti mengecek ke Krimsus Polda Maluku apakah benar Sekda SBB sudah melaporkan saudara Asis Silouw terkait dana 16,3 Milyard ataukah ini hanya asumsi dari pembuat berita, harusnya di cek kebenarannya dulu baru berita dipublikasikan ke media,imbau Bobby
Terkait pemaparan dari aspek hukum yang di sampaikan bung Marsel. Maspaitela,SH dalam pemberitaan ini kalau dilihat dan publik menilai bahwa ada apa dengan bung Marsel, jangan ada bahasa pasar yang bilang Boba di tempat lain berobat di tempat lain.
Mengapa di katakan demikian bahwa bung marsel dalam penjelasan aspek hukum harusnya mengkaji persoalan dengan objektif bukan subjektif dan berdasarkan data-data yang akurat yang diyakini kebenarannya baru bung Marsel dapat menyampaikan pendapat dari aspek Hukum, papar Bobby.
Saya hanya menghimbau kepada pihak-pihak Stop berasumsi liar untuk menjatuhkan Sekda SBB Alvin. Tuasuun, dengan pemberitaan miring yang kabur kebenarannya, harap Ketua Gerakan SBB Bersih. (Tim)