
Foto : Dorong Perempuan Mandiri, PIRA Ambon Gandeng Mitra Nasional, Programnya Sarat Kearifan Lokal
Ambon, Globaltimurnn.com – Perempuan Indonesia Raya (PIRA) Cabang Kota Ambon tengah menggencarkan langkah untuk membangun generasi perempuan Maluku yang mandiri dan berdaya. Di bawah kepemimpinan Yashmin Seiff, mereka tidak hanya menyusun program beragam sektor, tetapi juga siap menjalin kerja sama nasional dengan mengangkat kekayaan kearifan lokal sebagai landasan utama, Jumat, (23/01/2026).
Dalam jumpa pers di kediamannya di Jl. Suli, Blok A3 No.2 Perumahan BTN Waitatiri Kabupaten Maluku Tengah pada Kamis (22/1/2025), Yashmin mengungkapkan bahwa rapat internal baru-baru ini telah menghasilkan peta jalan program kerja yang menyentuh langsung kebutuhan perempuan mulai dari ibu rumah tangga hingga kaum muda di Kota Ambon.
“Kita punya paket program lengkap, mulai dari pelatihan keterampilan produktif dan kreatif, pengembangan seni budaya, kunjungan sosial peduli, hingga merayakan hari-hari penting yang mengangkat martabat perempuan,” ujarnya dengan semangat.
Salah satu pilar utama adalah peningkatan kapasitas ekonomi perempuan melalui pelatihan yang tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga mendorong mereka untuk menghasilkan produk yang bernilai jual. Tak berhenti sampai di situ, PIRA juga aktif mempromosikan hasil UMKM binaannya melalui berbagai ajang pameran agar bisa menjangkau pasar yang lebih luas.
Banyak karya luar biasa dari tangan-tangan perempuan kita, dan kita berkomitmen untuk membuatnya dikenal tidak hanya di Maluku, tetapi juga keluar daerah, jelas Yashmin.
Untuk jangka panjang, PIRA Ambon menetapkan lima fokus strategis : pemberdayaan ekonomi, pendidikan dan pelatihan, kesehatan dan kesejahteraan, perlindungan lingkungan, serta penguatan jejaring kemitraan. Bukti nyatanya, mereka akan menjalin kerja sama dengan Perkumpulan Pengembang dan Pelestari Kearifan Lokal Bumi Indonesia Jaya (P3KLBIJ) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU).
Visi mereka sangat sejalan dengan PIRA khususnya dalam mengangkat nilai-nilai lokal dan mengembangkan UMKM yang sarat budaya daerah. Kita mulai fokus di Maluku, kemudian akan memperluas jangkauannya secara nasional, ungkapnya.
Semua langkah ini sejalan dengan visi besar PIRA untuk membawa perempuan Indonesia meraih kesejahteraan menyeluruh menuju Indonesia Emas 2045, serta menjadikan mereka sosok yang berdaya dan berjaya. Misi mereka mencakup peningkatan kualitas hidup melalui pendidikan dan kesehatan, pemberdayaan ekonomi melalui wirausaha, hingga penguatan peran politik perempuan dari tingkat bawah hingga pusat.
Tak hanya itu, PIRA juga aktif terlibat dalam aksi kemanusiaan seperti bantuan bencana, layanan kesehatan gratis, pengembangan kader perempuan, serta mendukung program pemerintah seperti Asta Cita, penanganan stunting, dan pemantapan kedaulatan pangan.
Baru-baru ini, Yashmin juga menghadiri peluncuran program digitalisasi PKK Maluku termasuk Rumah Belajar dan Latih PKK yang diadakan di Karang Panjang pada peringatan Hari Martha Christina Tiahahu. “Kami bangga bisa berkontribusi dalam kegiatan ini, karena program PKK sangat selaras dengan apa yang kita gigakkan di PIRA,” ujarnya.
Menurutnya, sosok Martha Christina Tiahahu menjadi inspirasi abadi bagi perempuan Maluku untuk berani berjuang, mandiri, dan memperjuangkan hak-hak tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur yang menjadi identitas perempuan daerah.
Ke depan, PIRA Ambon juga akan fokus pada pendampingan dan advokasi bagi perempuan serta anak perempuan yang menghadapi tantangan sosial. “Kita ingin mengajak semua perempuan untuk berani bersuara. PIRA akan menjadi tempat perlindungan dan suara bagi mereka yang mengalami ketidakadilan atau kesulitan dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Dengan berbagai program dan kerja sama yang direncanakan, PIRA Kota Ambon bertekad untuk terus berkontribusi membangun perempuan yang mandiri, percaya diri, dan bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus membantu pemerintah menurunkan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan bersama. (Za)
