globaltimurnn.com

Rabu, 06 Mei 2026

Gubernur Dorong Percepatan Program MBG dan Penguatan Pangan Lokal

Mei 06, 2026

Foto : Gubernur Dorong Percepatan Program MBG dan Penguatan Pangan Lokal

Ambon,
Globaltimurnn.com – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Maluku dalam mendukung percepatan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh wilayah Maluku. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan “Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Bersama Komunitas di Provinsi Maluku” yang berlangsung di aula lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, Kamis (7/5/2026).


Dalam sambutannya, Lewerissa menyampaikan apresiasi kepada Badan Gizi Nasional dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan program MBG di Maluku.


“Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program strategis nasional yang memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi generasi muda, serta menjadi fondasi dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ucapnya.


Lewerissa menjelaskan, secara nasional program MBG telah menunjukkan capaian signifikan, baik dari sisi jumlah penerima manfaat, perluasan jangkauan, maupun dampaknya terhadap ekonomi masyarakat. Menurutnya, program tersebut tidak hanya berfungsi sebagai upaya pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.


“Program MBG tidak hanya berbicara soal pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga menghadirkan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat melalui keterlibatan tenaga kerja, UMKM, dan pelaku usaha lokal,” katanya.


Berdasarkan data terbaru pelaksanaan program MBG di Provinsi Maluku, sebanyak 106 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi dari total potensi 192 unit atau mencapai sekitar 55,21 persen.


Selain itu, program MBG telah menjangkau 222.640 siswa dari total potensi 488.994 siswa atau sekitar 45,54 persen. Sementara untuk kelompok 3B yang meliputi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, jumlah penerima manfaat mencapai 19.345 orang dari total potensi 67.562 orang atau sekitar 28,63 persen.


Di sisi lain, pelaksanaan program MBG di Maluku juga melibatkan sekitar 14.075 relawan dan tenaga kerja, yang dinilai turut memberikan kontribusi terhadap pembukaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi lokal.


“Program ini juga membuka peluang kerja bagi masyarakat. Ini membuktikan bahwa MBG memiliki efek berganda dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” ujar Lewerissa.


Terkait aspek keamanan pangan, sebanyak 69 unit SPPG telah memiliki Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS) dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), sementara 37 unit lainnya masih dalam proses pemenuhan standar.


Meski menunjukkan perkembangan positif, Lewerissa mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, terutama kondisi geografis Maluku sebagai wilayah kepulauan, keterbatasan akses distribusi, dan pemerataan layanan hingga daerah terpencil.


“Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Maluku berkomitmen untuk mempercepat pembangunan dan pemerataan SPPG, meningkatkan cakupan penerima manfaat khususnya bagi kelompok rentan, memperkuat pengawasan mutu dan keamanan pangan, serta mendorong keterlibatan aktif masyarakat dan pelaku usaha lokal,” katanya.


Lewerissa juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media dalam menyukseskan program MBG.


“Kunci keberhasilan program ini adalah kolaborasi. Semua pihak harus bergerak bersama agar manfaat Program MBG benar-benar dirasakan secara merata oleh masyarakat Maluku,” tegasnya.


Menurutnya, potensi pangan lokal Maluku seperti hasil laut, sagu, serta produk pertanian dan UMKM perlu menjadi bagian utama dalam rantai pasok program MBG agar manfaat ekonomi program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.


“Kita ingin potensi pangan lokal Maluku menjadi tulang punggung rantai pasok MBG, sehingga program ini sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.


Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan plakat dari Badan Gizi Nasional kepada Pemerintah Provinsi Maluku yang diterima langsung oleh Gubernur Maluku, dilanjutkan dengan penyerahan plakat dari Badan Gizi Nasional kepada Pemerintah Kota Ambon yang diterima oleh Penjabat Sekretaris Kota Ambon. Selanjutnya, Pemerintah Provinsi Maluku melalui Gubernur Maluku menyerahkan plakat kepada Badan Gizi Nasional yang diterima oleh Deputi Promosi dan Kerjasama Badan Gizi Nasional, Dr. Gunalan, AP, M.Si.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pj. Sekretaris Kota Ambon, Deputi Promosi dan Kerjasama Badan Gizi Nasional Dr. Gunalan, AP, M.Si, Kepala Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi Badan Gizi Nasional Rahman, S.STP, M.Si, pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Ambon, Ketua IKAPTK Provinsi Maluku dan Kota Ambon, para peserta sosialisasi Program MBG, serta unsur masyarakat dan tamu undangan lainnya. (V374) 

Selengkapnya

Bisri Latuconsina Serap Aspirasi di SBB: Soroti Pentingnya Meritokrasi dan Perlindungan Hak Adat

Mei 06, 2026

Foto : Bisri Latuconsina Serap Aspirasi di SBB: Soroti Pentingnya Meritokrasi dan Perlindungan Hak Adat

SBB
, Globaltimurnn.com - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil Maluku, Bisri Latuconsina, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) guna menyerap aspirasi langsung dari masyarakat. Dalam pertemuan tersebut, dua isu krusial menjadi sorotan utama, yakni penerapan sistem meritokrasi dalam birokrasi pemerintahan serta penguatan perlindungan terhadap hak-hak adat masyarakat lokal.


Latuconsina menekankan bahwa kemajuan daerah SBB sangat bergantung pada penempatan sumber daya manusia yang tepat di kursi pemerintahan. Ia menyoroti pentingnya sistem meritokrasi—sebuah sistem yang memberikan penghargaan atau jabatan berdasarkan kemampuan dan prestasi, bukan karena faktor kedekatan atau kepentingan politik. Menurutnya, birokrasi yang profesional dan kompeten adalah kunci utama untuk mempercepat pembangunan daerah.


Selain masalah birokrasi, aspirasi mengenai hak adat juga mencuat kuat. Masyarakat mengungkapkan kekhawatiran terkait pengakuan dan perlindungan wilayah adat mereka yang seringkali berbenturan dengan kepentingan investasi atau pembangunan. Merespons hal tersebut, Latuconsina berkomitmen untuk mengawal isu ini di tingkat pusat agar ada sinkronisasi antara kebijakan nasional dengan kearifan lokal di Maluku.


Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan akademisi dan pakar, untuk terlibat aktif dalam merancang arah kebijakan daerah. Ia percaya bahwa sinergi antara pemerintah yang profesional, dukungan pakar, dan pelibatan masyarakat adat akan menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran dan berkelanjutan bagi kemajuan Kabupaten Seram Bagian Barat.


Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan anggota DPD RI tersebut untuk memastikan suara dari daerah-daerah pelosok di Maluku terdengar dan diperjuangkan dalam kebijakan di tingkat nasional. (Yan)

Selengkapnya

Tingkatkan Akuntabilitas Satuan, lnspektorat Kodaeral IX Gelar Audit Internal di Lanal Aru

Mei 06, 2026

Foto : Tingkatkan Akuntabilitas Satuan, lnspektorat Kodaeral IX Gelar Audit Internal di Lanal Aru

Ambon
, Globaltimurnn.com - Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan tata kelola satuan yang profesional dan akuntabel dengan mengirimkan Tim Inspektorat Kodaeral lX untuk melaksnakan audit kinerja di Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Aru, Kamis (7/5/2026).


Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mengawal akuntabilitas dan profesionalisme dijajaran Kodaeral lX khususnya Lanal Aru untuk menjalani proses audit kinerja selama sepekan kedepan.


Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Ir Um ltkodaeral IX. 


Setibanya di Markas Komando Lanal Aru, tim disambut hangat oleh Komandan Lanal Aru Letkol Laut (P) Sriadi, para Perwira Staf dan Prajurit Lanal Aru di bawah jajaran Kodaeral IX.


Dalam sambutannya, Ir Kodaeral IX menegaskan bahwa audit internal merupakan bagian penting dalam memastikan pelaksanaan program kerja dan anggaran berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, serta sebagai sarana evaluasi untuk meningkatkan kinerja satuan.


Lebih lanjut disampaikan bahwa audit internal tidak semata-mata mencari kekurangan, namun juga menjadi langkah strategis dalam memberikan pembinaan, konsultasi, serta solusi atas berbagai kendala yang dihadapi di lapangan.


Dengan demikian, diharapkan setiap satuan kerja, termasuk Lanal Aru, mampu melaksanakan tugas secara efektif, efisien, dan transparan.


Taklimat awal ini juga menjadi momentum untuk menyamakan persepsi antara tim audit dengan jajaran Lanal Aru terkait mekanisme, ruang lingkup, serta sasaran audit yang akan dilaksanakan. Dengan komunikasi yang terbuka dan sinergi yang baik, proses audit diharapkan dapat berjalan lancar dan memberikan hasil yang optimal. (Rdks) 

Selengkapnya

Luar Biasa,,, Dua Pendeta GMHK Datang Berjabat Tangan, Saat Hadapi Masa Dengan Sajam, Masa Aksi Akhirnya Ikut Ibadah

Mei 06, 2026

Foto : Luar Biasa,,, Dua Pendeta GMHK Datang Berjabat Tangan, Saat Hadapi Masa Dengan Sajam, Masa Aksi Akhirnya Ikut Ibadah

Murnaten
, Globaltimurnn.com - Kisah nyata Emerson Batlayeri & Buken Dasmasela, Ketika kasih mengalahkan ketakutan, parang pun tersarungkan, dan musuh berubah menjadi saudara.


Mereka datang dengan sajam berupa parang, diperkirakan 100 orang, Siap membubarkan, tapi dua sosok pendeta muda GMHK tidak lari, Mereka berdiri, berbicara, bernegosiasi dengan Pendeta Noya yang memimpin massa dari dalam jemaat Murnaten sendiri. 


Hasilnya? Acara tetap berlangsung, Dan yang lebih mengejutkan, massa yang tadinya menentang, dan memaksa jemaat pulang ke rumah untuk membatalkan rencana pengorganisasian jemaat, lalu kembali lagi, kali bukan untuk merobohkan tenda lagi, tetapi untuk duduk mendengarkan firman. 


Inilah Murnaten, 5 Mei 2026, Inilah kekuatan kasih yang tidak bisa dihancurkan oleh seratus parang.


Sebelumnya kami mendengarkan berita tenda dirobohkan, tiga lembaga desa menandatangani surat keberatan, dan jemaat Advent kalah, Tapi fakta di lapangan berkata lain.


Kronologis insiden Intoleransi didesa Murnaten, Tanggal 04 Mei 2026; Pembongkaran tenda Ibadah Gereja Advent Insiden pembongkaran dan penghancuran tenda yang rencananya akan digunakan untuk ibadah pengorganisasian jemaat GMAHK di desa Murnaten. 


Peristiwa tersebut memicu pertanyaan mendalam tentang kebebasan beragama dan akar ketegangan teologis di wilayah tersebut. 


Informasi yang diterima media ini, Kepala Desa Murnaten Ance Latue, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler oleh warga, menjelaskan bahwa aksi pembongkaran dipicu oleh penemuan beberapa sak semen di lokasi tenda, Warga panik, Mereka mengira tenda itu kedok untuk pembangunan gedung gereja permanen. Ujar Pak Ance


Tanggal  05 Mei 2026; Seratus Parang Menuju Tenda, Massa datang tidak dengan tangan kosong, Parang dan alat tajam lainnya tergenggam, Wajah-wajah penuh kemarahan serta bau minuman (sopi) tercium dari mulut mereka, Langkah cepat, Mereka datang untuk membubarkan, menggagalkan rencana acara peribadatan pengorganisasian jemaat Advent di desa Murnaten, seperti yang sudah direncanakan oleh pihak-pihak yang tidak ingin kegiatan itu berlangsung.


DUA PENDETA MUDA GEREJA ADVENT TIDAK LARI

Saat masa sedang memenuhi tempat peribadatan, dua pendeta muda gereja GMHK, Pendeta Emerson Batlayeri dan Pendeta Bukhen Dasmasela turun dari kendaraan dan langsung menuju ke kerumunan masa. 


Mereka tidak membawa parang, Tidak membawa pentungan, Hanya Alkitab di tangan dan senyum di wajah, Mereka berdiri di kerumunan masa, menghadang lautan amarah, 

Di barisan depan massa, berdiri seorang Pendeta Noya, seorang tokoh rohani dari jemaat GPM Murnaten. 


Dialah yang memimpin massa, Emerson dan Buken tidak menghakiminya, Mereka mengulurkan tangan, memanggil namanya dengan hormat, dan berkata: Bapak, kami datang untuk beribadah, bukan untuk berperang, Bolehkah kami menjelaskan apa yang sebenarnya kami lakukan di tenda ini? Ujar salah satu pendeta dari sosok dia pendeta GMHK itu


Terjadi percakapan singkat namun intens, Emerson dan Buken menjelaskan bahwa" Tidak ada gedung yang dibangun, Hanya tenda sementara, Acaranya hanyalah pengorganisasian jemaat kecil. 


Mereka sudah meminta izin dan mengundang Raja Desa, meski tidak dijawab, Mereka adalah warga negara Indonesia yang sama, dengan hak beribadah yang sama serta dilindungi oleh undang-undang di negara replublik Indonesia. 


Pendeta Noya mendengarkan, Wajahnya berubah, Dari sekeras batu menjadi cair, Dari amarah menjadi pendengar, Masa yang tadinya siap membantai, menurunkan parang mereka, Satu per satu, mereka berbalik, Mereka pulang.


Tenda yang tadinya telah dirobohkan, kini menjadi tempat kudus, Emerson Batlayeri membuka acara dengan doa singkat, Buken Dasmasela memimpin nyanyian. 


Jemaat GMHK duduk dengan mata berkaca-kaca, Mereka tidak percaya, dari ancaman kematian, kini ada kedamaian, Saat acara sedang berlangsung, suara langkah kaki terdengar dari kejauhan. 


Beberapa jemaat sempat tegang, Tapi apa yang terjadi? Massa yang tadi dipulangkan, beberapa datang kembali, Kali ini mereka tidak membawa parang, Mereka duduk di luar lokasi tempat beribadah, mereka mendengarkan khotbah pendeta organisasi jemaat GMHK dengan seksama.  


Beberapa dari mereka bahkan masuk ke dalam kumpulan tempat beribadah dan ikut menyanyikan lagu pujian, Seorang bapak paruh baya, yang satu jam sebelumnya menggenggam parang, kini berkata kepada Pendeta Buken dan anggota yang hadir, "Maaf, kami tidak tahu kalau acaranya hanya begini, tidak ada pembangunan gereja, Maaf, Pendeta" Bahkan tak lama setelah itu beberapa orang dari kelompok masa datang dengan membawa kelapa muda untuk diberikan kepada para jemaat advent yang hadir karena udara sedang panas terik matahari. 


Acara ditutup dengan doa bersama, Pendeta Emerson Batlayeri dan pendeta Bukhen Dasmasela mengucap syukur di hadapan jemaat, Hari ini kita belajar bahwa Tuhan lebih besar dari seratus parang, Dia mengubah hati Pendeta Noya, Dia mengubah hati massa, dan Dia mengubah Murnaten menjadi saksi kasih yang tidak pernah mati.


Beberapa massa yang tadinya penentang, kini ikut berjabat tangan dan berpelukan dengan jemaat GMHK Tenda yang roboh, menjadi kini menjadi saksi bisu dari mukjizat rekonsiliasi.


Keberhasilan Emerson Batlayeri dan Buken Dasmasela bukanlah kebetulan, Ini adalah hasil dari prinsip komunikasi tingkat tinggi yang perlu dimiliki.


Massa punya parang, Emerson dan Buken tidak membawa apa pun selain Alkitab, Ini adalah prinsip Yesus "Barangsiapa menghunus pedang, akan mati oleh pedang" (Matius 26:52). 


Dengan tidak melawan secara fisik, mereka mengambil moral Tingkat tinggi yang tidak bisa dibantah.


Pendeta Noya adalah pemimpin massa yang legitimate, Emerson dan Buken tidak menyebutnya provokator, tidak mengancamnya dengan delik hukum, tidak menghina keyakinannya, Mereka justru memanggil namanya dengan hormat, Dalam budaya Maluku, menghormati lawan adalah awal dari rekonsiliasi.


Keberanian untuk tetap melanjutkan ibadah setelah massa dipulangkan adalah pesan nonverbal yang sangat kuat, Kami tidak takut, Kebenaran tidak perlu bersembunyi, Sikap ini membuat massa yang kembali justru penasaran, bukan marah.


Mereka tidak melarikan diri, Mereka tidak memprovokasi massa dengan kata-kata kasar, Mereka tidak menggunakan koneksi politik untuk membungkam lawan. 


Mereka berdiri di depan seratus parang, Mereka memanggil nama para penentang dengan hormat, Mereka menjelaskan fakta dengan tenang, Mereka memberi ruang bagi lawan untuk mundur dengan terhormat. 


Mereka melanjutkan ibadah yang nyaris dibatalkan, Inilah kepemimpinan ala Yesus “Janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi tidak dapat membunuh jiwa” (Matius 10:28).


Emerson dan Buken tidak hanya menjadi pendeta bagi jemaat GMHK Murnaten, Mereka menjadi teladan bagi semua pemimpin agama di Indonesia tentang bagaimana menghadapi konflik, dengan keberanian, kerendahan hati, dan kasih.


Kegiatan pengorganisasian jemaat Elim Murnaten dihadiri oleh, Pimpinan Daerah Misi Maluku GMHK dalam hal ini ketua Pdt. Feri Macpal. M. Th, sekertaris daerah Pdt. Saul Soumai. M. Th, Bendahara daerah Ny. Carolin Wairata. M. BA, Asosiasi Kependetaan Daerah Maluku Pdt. Hosea Ramba. M. Th, sejumlah Officer Daerah dan Pimpinan Departemen Kependetaan, bahkan dari Pemerintah Daerah Kabupaten SBB Bupati SBB yang diwakili oleh Asisten 1 Rein Lisapally, Kapolsek Taniwel, Danramil, Camat Taniwel,  sementara kades Murnaten di undang tapi tidak menghadiri. (Likko) 

Selengkapnya

Kapolri Terima Adhi Bhakti Senapati, Jadi Motivasi Perkuat Sinergi Keamanan Siber

Mei 06, 2026

Foto : Kapolri Terima Adhi Bhakti Senapati, Jadi Motivasi Perkuat Sinergi Keamanan Siber

Jakarta
, Globaltimurnn.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerima tanda kehormatan Adhi Bhakti Senapati dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) pada Hari Rabu  (06/05/2026). Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusinya dalam bidang keamanan dan pertahanan, khususnya dalam penguatan kolaborasi lintas lembaga di ruang siber.


Kapolri mengungkapkan, penghargaan Adhi Bhakti Senapati menjadi momen penting yang semakin mendorong dirinya untuk meningkatkan kolaborasi antara Polri dengan berbagai pihak, termasuk Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Hal ini sejalan dengan arahan Presiden yang menekankan pentingnya persatuan dan sinergi dalam menghadapi berbagai ancaman terhadap bangsa dan negara.


“Bagi saya ini adalah penghargaan yang sangat luar biasa. Ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus meningkatkan kolaborasi dan sinergisitas. Apalagi Bapak Presiden telah menyampaikan bahwa kita harus bersatu dalam menghadapi berbagai tantangan,” jelasnya.


Menurut Kapolri, ancaman di ruang siber menjadi salah satu tantangan terbesar ke depan. Oleh karena itu, diperlukan langkah strategis yang mencakup peningkatan literasi digital, penguatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan sistem keamanan yang andal, serta penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan siber.


“Kita harus bersama-sama menjaga ruang siber, mulai dari literasi, penguatan SDM, pembangunan sistem keamanan, hingga penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan siber,” tegasnya.


Selain itu, Kapolri juga menekankan pentingnya sinergi antara Polri, BSSN, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kedaulatan negara, baik dari sisi keamanan siber maupun pertahanan.


“Kolaborasi dan sinergisitas menjadi kunci sukses untuk menjaga kedaulatan di bidang keamanan,” pungkasnya. (V374) 

Selengkapnya

Pengedar Sabu Dibekuk, Polisi Amankan 18 Paket Barang Bukti di Kendari

Mei 06, 2026

Foto : Pengedar Sabu Dibekuk, Polisi Amankan 18 Paket Barang Bukti di Kendari

Kendari
, Globaltimurnn.com – Satuan Reserse Narkoba Polresta Kendari kembali mengungkap kasus peredaran narkotika di wilayah hukumnya. Seorang pria berinisial Z alias E (35) diamankan aparat kepolisian karena diduga terlibat dalam peredaran gelap narkotika jenis sabu.


Penangkapan terhadap pelaku dilakukan pada Selasa, 5 Mei 2026 sekitar pukul 21.30 WITA, di kawasan belakang Ruko Irlin Aluminium, Jalan Taman Suropati, Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari.


Kasat Narkoba Polresta Kendari, AKP Andi Musakkir Musni, mengungkapkan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari informasi yang diterima pihaknya dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulawesi Tenggara.


“Anggota kami menerima informasi adanya seorang pria yang diamankan terkait dugaan peredaran narkotika jenis sabu. Berdasarkan informasi tersebut, tim Opsnal langsung bergerak dan mengamankan pelaku beserta barang bukti,” ujar AKP Andi Musakkir Musni.


Saat dilakukan penindakan, pelaku yang diketahui bernama Zainal alias Enal, warga Mandonga, kedapatan menguasai sejumlah paket sabu siap edar. Polisi menemukan 18 paket plastik bening yang diduga berisi sabu dengan berat bruto sekitar 4,78 gram.


Selain itu, turut diamankan barang bukti lain berupa tiga sachet plastik bening, satu buah tas berwarna hitam, uang tunai sebesar Rp1.792.000, serta satu unit handphone yang diduga digunakan dalam aktivitas peredaran narkotika.


Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku diduga berperan sebagai pengedar yang menyimpan dan menguasai barang haram tersebut untuk diedarkan.


“Pelaku saat diamankan sedang memiliki dan menguasai narkotika jenis sabu. Saat ini yang bersangkutan telah kami amankan di Sat Resnarkoba Polresta Kendari untuk proses penyidikan lebih lanjut,” jelasnya.


Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, serta Pasal 609 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP yang telah disesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026. (V374) 

Selengkapnya

F.N Sahetapy Pimpin Serah Terima Jabatan Camat dan Pelantikan PKK Kao Barat

Mei 06, 2026

Foto : F.N Sahetapy Pimpin Serah Terima Jabatan Camat dan Pelantikan PKK Kao Barat 

Halut
, Globaltimurnn.com – Suasana khidmat tercipta di Lantai II Pandopo Kantor Bupati Desa Gamsungi Kecamatan Tobelo Kabupaten Halmahera Utara, Rabu pagi. (06/05/2026), saat berlangsungnya acara serah terima jabatan Camat Kao Barat dan penyematan tanda jabatan Camat Loloda Kepulauan. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan momen penting pelantikan serta serah terima jabatan Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua Tim Pembina Posyandu Kecamatan Kao Barat.

 

Kegiatan dipimpin oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Halut, Drs. F N Sahetapy, MH. Hadir juga Ketua TP-PKK Kabupaten Halmahera Utara Ny. Hj. Masliha Kasman beserta anggota, Ketua Darma Wanita Kabupaten Halmahera Utara Ny. Sandra Papilaya, para Asisten Setda, Staf Ahli Bupati, Pimpinan OPD, Camat, serta tamu undangan lainnya.

 

Acara diawali dengan pembukaan dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan prosesi penandatanganan Berita Acara Serah Terima Jabatan Camat dan penyematan tanda jabatan oleh Asisten Bidang Pemerintahan. Prosesi kemudian berlanjut dengan pembacaan Surat Keputusan Ketua TP-PKK Kabupaten Halmahera Utara Nomor 03/Kep/PKK.HU/V/2026 dan Surat Keputusan Ketua Tim Pembina Posyandu Nomor 02/Kep/Posyandu.HU/V/2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan pengurus di tingkat kecamatan.

 


Dalam sambutannya, Ketua TP-PKK Kabupaten Halmahera Utara, Ny. Hj. Masliha Kasman, mengucapkan selamat bertugas kepada pengurus yang baru. Ia berharap agar dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta terus melaksanakan 10 program pokok PKK dan kegiatan Posyandu dengan inovasi yang berkelanjutan. Ia juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada ketua lama atas dedikasi dan pengabdiannya selama ini.

 


Sementara itu, arahan Bupati Halmahera Utara yang disampaikan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan, Drs. F.N Sahetapy, MH, menekankan pentingnya pelayanan prima kepada masyarakat. Pemerintah daerah mengucapkan terima kasih kepada Camat lama dan menyambut baik Camat yang baru agar dapat berkoordinasi dengan baik serta menciptakan inovasi pelayanan publik. Khusus untuk Camat Loloda Kepulauan, diharapkan mampu menerjemahkan visi dan misi kepala daerah dengan baik meskipun memiliki tantangan geografis yang berbeda.


Acara ditutup dengan doa bersama dan penyanyian lagu Bagimu Negeri, serta sesi foto bersama dan jabat tangan. (𝐆𝐈𝐎). 

 

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT