globaltimurnn.com
Deskripsi gambar



Selasa, 25 Agustus 2026

Abubakar Kabakoran: Muslimat NU Maluku Harus Jadi Kekuatan Sosial dan Ekonomi Perempuan

Agustus 25, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Wakil Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Maluku sekaligus Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan IAIN Ambon, dr. Abubakar Kabakoran, M.Si., menilai Muslimat NU Maluku memiliki peran strategis dalam menjawab berbagai persoalan sosial, ekonomi dan perkembangan zaman.


Menurut Abubakar, Muslimat NU ke depan tidak cukup hanya menjalankan peran sebagai organisasi keagamaan perempuan. Organisasi tersebut harus mampu berkembang menjadi kekuatan sosial yang memberikan manfaat nyata bagi keluarga, masyarakat dan bangsa.


Hal itu disampaikan Abubakar saat diwawancarai usai mengikuti Konferensi Wilayah (Konferwil) IV Muslimat NU Maluku dengan tema “Menguatkan Kemandirian dan Menuju Peradaban”, di Lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, Rabu (26/08/2026).


Abubakar menyebut terdapat sejumlah agenda penting yang perlu menjadi perhatian Muslimat NU Maluku setelah Konferwil, terutama penguatan kaderisasi, peningkatan literasi digital serta pemberdayaan ekonomi perempuan.


Harapan kita kepada Muslimat NU Maluku ada tiga hal yang harus menjadi perhatian. Yang pertama adalah persoalan kaderisasi NU dan pemberdayaan perempuan Muslimat NU, kata Abubakar.


Abubakar menegaskan, kekuatan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh besarnya jumlah anggota, tetapi juga kualitas kader yang dimiliki.


Menurutnya, Muslimat NU perlu melahirkan kader perempuan yang memiliki kapasitas keagamaan, intelektual dan sosial, sekaligus mampu mengikuti perubahan yang terjadi di tengah masyarakat.


Kaderisasi, kata dia, juga tidak boleh hanya berorientasi pada aspek keagamaan. Kapasitas kader perlu diperkuat melalui pendidikan, kesehatan, ekonomi, teknologi digital, wawasan kebangsaan hingga kemampuan membaca persoalan sosial.


Penguatan tersebut juga harus menjangkau struktur organisasi di tingkat cabang dan ranting, sehingga keberadaan Muslimat NU tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan.


Organisasi yang kuat adalah organisasi yang memiliki kader yang berkualitas, loyal terhadap nilai perjuangan, memiliki kapasitas spiritual dan mampu berkembang menghadapi perubahan zaman, ujarnya.


Agenda berikutnya yang dinilai penting adalah kemampuan perempuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.


Abubakar mengatakan transformasi digital harus dimanfaatkan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan produktivitas perempuan.


Muslimat harus lebih beradaptasi dengan perkembangan teknologi hari ini, terutama peningkatan literasi bagi ibu-ibu, katanya.


Menurutnya, literasi digital menjadi semakin penting di tengah derasnya arus informasi. Perempuan harus mampu memilah informasi, tidak mudah terprovokasi dan dapat menggunakan teknologi untuk hal-hal yang produktif.


Muslimat NU juga diharapkan dapat menghadirkan narasi positif di ruang digital sekaligus ikut menangkal hoaks dan berbagai informasi yang berpotensi memecah persatuan masyarakat.


Dengan demikian, peran Muslimat NU bukan hanya menjaga harmoni dalam kehidupan sosial secara langsung, tetapi juga menjaga etika dan keberagaman di ruang digital.


Selain kaderisasi dan literasi digital, Abubakar mendorong penguatan UMKM dan ekonomi keluarga.


Menurutnya, perempuan memiliki posisi penting dalam membangun ketahanan ekonomi rumah tangga. Karena itu, program pemberdayaan perempuan harus diarahkan agar mampu menciptakan kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.


Penguatan UMKM, penguatan ekonomi keluarga. Karena perempuan hebat itu berarti bisa menyelesaikan paling tidak problem-problem sosial, ujarnya.


Ia menilai potensi ekonomi lokal Maluku sangat besar untuk dikembangkan. Hasil laut, pertanian, kerajinan serta berbagai produk budaya dapat menjadi sumber ekonomi baru apabila dikembangkan secara kreatif dan didukung teknologi digital.


Muslimat NU, kata Abubakar, dapat menjadi wadah bagi perempuan untuk mengembangkan usaha, membangun jejaring serta meningkatkan kapasitas ekonomi.


Muslimat NU bukan hanya sebagai organisasi keagamaan perempuan, tetapi harus mengambil peran sebagai organisasi sosial kemasyarakatan, tegasnya.


Abubakar juga mendorong agar perempuan Muslimat NU terus memperluas kiprahnya di berbagai sektor.


Tidak hanya dalam kegiatan keagamaan dan sosial, perempuan juga perlu mendapatkan ruang dalam pendidikan, ekonomi, pembangunan maupun politik.


Muslimat NU tetap didorong bukan hanya fokus kepada persoalan keagamaan, keilmuan dan spiritual, tetapi juga harus memberi dampak sosial dan kesejahteraan perempuan, katanya.


Menurutnya, peningkatan partisipasi perempuan dalam ruang politik juga penting untuk memastikan kepentingan perempuan dapat terwakili dalam proses pengambilan kebijakan.


Keterwakilan perempuan sekurang-kurangnya 30 persen, kata dia, harus terus diperjuangkan melalui peningkatan kapasitas dan keberanian perempuan untuk mengambil peran di ruang publik.


Abubakar mengatakan karakter Maluku sebagai daerah kepulauan membuat tantangan pembangunan perempuan menjadi semakin kompleks.


Persoalan jarak geografis, akses pendidikan dan kesehatan, ketimpangan ekonomi, perlindungan anak, pemberdayaan perempuan hingga perkembangan teknologi membutuhkan respons organisasi yang lebih adaptif.


Dalam situasi tersebut, perempuan memiliki posisi strategis karena merupakan pendidik pertama dalam keluarga sekaligus memiliki peran besar dalam kehidupan sosial masyarakat.


Ketika kita memperkuat Muslimat, sesungguhnya kita sedang memperkuat keluarga, masyarakat dan kehidupan kebangsaan, ujarnya.


Ia berharap Muslimat NU dapat menjawab tantangan tersebut dengan memperkuat program yang menyentuh kebutuhan masyarakat hingga ke wilayah-wilayah kepulauan.


Lebih lanjut, Abubakar menilai Konferwil IV Muslimat NU Maluku bukan sekadar agenda rutin organisasi.


Menurutnya, konferensi merupakan momentum penting untuk melakukan evaluasi, konsolidasi dan merumuskan arah kebijakan organisasi untuk lima tahun ke depan.


Konferwil ini tidak sekadar berbicara tentang siapa yang akan memimpin, tetapi jauh lebih penting adalah untuk apa kepemimpinan itu dijalankan dan ke mana organisasi ini diarahkan, jelasnya.


Ia berharap seluruh proses konferensi tetap mengedepankan tradisi musyawarah, keilmuan, persaudaraan dan pengabdian kepada masyarakat yang menjadi bagian penting dari tradisi Nahdlatul Ulama.


Muslimat NU Maluku juga diharapkan mampu membaca perubahan zaman tanpa kehilangan akar tradisi dan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.


Di tengah proses pemilihan kepemimpinan organisasi, Abubakar mengingatkan seluruh kader agar tetap menjaga persatuan.


Menurutnya, perbedaan pilihan dalam sebuah proses musyawarah merupakan sesuatu yang wajar. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh berkembang menjadi perpecahan.


Yang paling penting adalah kemampuan kita menjaga persatuan setelah proses pemilihan selesai. Siapa pun yang nanti mendapatkan amanah sebagai pemimpin Muslimat NU Maluku, mari kita hormati sebagai hasil dari proses musyawarah, katanya.


Ia mengajak seluruh kader menjadikan Konferwil sebagai ruang untuk memperkuat gagasan dan persaudaraan, bukan memperbesar kepentingan kelompok.


Dengan semangat menjaga tradisi yang baik sekaligus mengambil hal-hal baru yang lebih baik, Abubakar berharap Muslimat NU Maluku mampu memasuki lima tahun mendatang sebagai organisasi yang semakin kuat, mandiri, inklusif dan memberikan manfaat nyata bagi umat serta bangsa.


Sebagaimana spirit perjuangan Nahdlatul Ulama, mari kita terus menjaga tradisi yang baik dan mengambil hal-hal baru yang lebih baik, tandasnya. (Za)

Selengkapnya

Aksi Demo Mahasiswa Bukan Mahasiswa SBB, DPRD SBB Dikata - Kata "Bodok"

Agustus 25, 2026


Kairatu
, globaltimurnn.com - Aksi Mahasiswa yang mengatasnamakan Mahasiswa SBB ternyata bukan Mahasiswa SBB namun sejumlah Mahasiswa yang berasal dari daerah lain seperti SBT dan Malta, bahkan kota ambon. 


Pantauan awak media ini terlihat jelas sejumlah Mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi di depan kantor DPRD sementara di Kairatu itu bukan Mahasiswa asal SBB namun Mahasiswa yang  berasal dari daerah lain. 


Dalam aksi tersebut, Mahasiswa yang mengatasnamakan Mahasiswa SBB itu mengeluarkan kata - kata maupun kalimat atau bahasa yang tidak sopan menghina  kepada anggota DPRD SBB menggunakan kata - kata tidak sopan. 


Salah satu masa aksi yang dengan suara lantang mengeluarkan kata - kata yang tidak sopan "DPRD Bodok" Nau - nau. 


Semua orang yang mendengar hanya mendengar dan menonton aksi yang dinilai tidak sesuai itu, hanya diam dan tidak melakukan sebuah perlawanan. 


Lebih parah lagi satpol PP yang mempunyai tugas pengamanan di kantor DPRD tidak mampu berbuat apa - apa, hanya menonton dan mendengar seruan dari Mahasiswa yang mengeluarkan kata - kata tidak sopan itu. 


Setelah di konfirmasi Danton Satpol PP yang bertugas M. Arif. SM kepada awak media menyampaikan" Awalnya pihaknya sudah mencoba untuk melerai dan menghalangi aksi tersebut, namun menurutnya para mahasiswa tersebut tidak perduli dengan teguran satpol PP tersebut. 


Aksi di biarkan berlangsung dengan harapan tidak ada gesekan yang terjadi, pembakaran ban bekas pung di lakukan masa aksi, ada teror ancaman yang ditebarkan para mahasiswa yang notabennya bukan mahasiswa asal SBB,. 


Diduga aksi demontrasi mahasiswa yang bukan asal SBB tersebut merupakan masa aksi yang ditunggangi oknum kepentingan politik, yang sengaja memprovokasi situasi dengan menggunakan mahasiswa melayangkan aksi sebagai alasan. 


Satpol PP dibuat bungkam oleh masa aksi, dengan mengeluarkan kata kata yang tidak soan "DPRD Bodok". Harga diri dan wibawa DPRD dilecehkan, di hina. Ungkap salah satu masa aksi (***) 

Selengkapnya

Konferwil IV Muslimat NU Maluku Jadi Momentum Regenerasi dan Penguatan Peran Organisasi

Agustus 25, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Konferensi Wilayah (Konferwil) ke-IV Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Maluku menjadi momentum penting untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus menentukan arah kepemimpinan dan program kerja untuk lima tahun ke depan.


Mengusung tema “Menguatkan Kemandirian dan Menuju Peradaban”, Konferwil IV Muslimat NU Maluku berlangsung di Aula Kantor Gubernur Maluku, lantai 7, Kota Ambon, Rabu (26/8/2026).


Ketua Panitia Konferwil IV Muslimat NU Maluku, Hj. Andi Darmi Hamzah, M.Pd.I, mengatakan persiapan kegiatan telah dilakukan sejak dua hingga tiga bulan sebelum pelaksanaan.


Berbagai kebutuhan teknis dan kepanitiaan, mulai dari seksi acara, perlengkapan hingga sejumlah kebutuhan pendukung lainnya, telah dipersiapkan secara bertahap.


Persiapannya sudah dilakukan sekitar dua sampai tiga bulan sebelumnya. Semua seksi, seperti perlengkapan, acara dan kebutuhan lainnya, sudah dipersiapkan jauh-jauh hari, kata Andi Darmi.


Menurutnya, persiapan tersebut kemudian dilanjutkan dengan koordinasi bersama berbagai pihak, termasuk terkait penggunaan gedung, narasumber maupun pihak yang akan memberikan sambutan dalam rangkaian kegiatan.


Namun, lebih dari sekadar agenda organisasi, Konferwil IV dinilai memiliki arti penting karena menjadi forum untuk menentukan kepemimpinan Muslimat NU Maluku pada periode mendatang.


Salah satu agenda utama konferensi adalah memilih dan menetapkan Ketua serta kepengurusan Pimpinan Wilayah Muslimat NU Provinsi Maluku untuk masa bakti 2026–2031.


Tujuannya selain sebagai sarana silaturahmi juga untuk memilih dan menetapkan kepengurusan baru untuk periode berikutnya, ujarnya.


Andi Darmi menjelaskan, forum Konferwil juga menjadi kesempatan bagi seluruh jajaran organisasi untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program selama lima tahun terakhir.


Evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam menyusun langkah strategis dan program kerja yang lebih relevan dengan kebutuhan organisasi serta masyarakat Maluku.


Ia menilai, penguatan organisasi tidak hanya ditentukan oleh struktur kepengurusan, tetapi juga oleh kualitas kader dan kemampuan Muslimat NU dalam mengambil peran di tengah masyarakat.


Karena itu, dirinya berharap kepengurusan yang terpilih nantinya dapat membawa Muslimat NU Maluku menjadi organisasi yang semakin maju, berkembang dan mandiri.


“Harapannya, Muslimat Nahdlatul Ulama ini bisa lebih maju, lebih berkembang dan semakin mampu membantu pemerintah, khususnya di Provinsi Maluku,” ungkapnya.


Selain peningkatan kualitas organisasi, Andi Darmi juga berharap adanya pertumbuhan jumlah anggota Muslimat NU di Maluku yang diikuti dengan peningkatan kapasitas dan kualitas kader.


Semoga ibu-ibu Muslimat NU di Maluku bertambah secara kuantitas dan juga bertambah secara kualitas, tambahnya.


Menurutnya, penguatan kapasitas tersebut juga penting agar Muslimat NU Maluku dapat semakin aktif mengikuti berbagai agenda organisasi di tingkat nasional.


Ia menyebut, Muslimat NU Maluku sebelumnya telah mengambil bagian dalam kegiatan nasional Muslimat NU di Surabaya. Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jaringan dan memperkuat eksistensi organisasi dari daerah hingga tingkat pusat.


Ke depan, Muslimat NU Maluku diharapkan tetap aktif dalam berbagai agenda nasional sehingga pengalaman dan jejaring yang diperoleh dapat memberikan manfaat bagi pengembangan organisasi di daerah.


Sementara itu, dalam laporan panitia pada pembukaan Konferwil IV, disampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak.


Panitia menyampaikan apresiasi kepada jajaran pimpinan pusat Muslimat NU, pimpinan wilayah, instansi pemerintah serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan moril maupun materiil.


“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik moril maupun materiil. Semoga bantuan yang diberikan mendapatkan pahala yang berlipat ganda di sisi Allah SWT,” demikian disampaikan dalam laporan panitia.


Panitia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses persiapan maupun pelaksanaan konferensi masih terdapat kekurangan dan keterbatasan.


Konferwil IV Muslimat NU Maluku diharapkan mampu menghasilkan keputusan strategis, termasuk kepemimpinan baru yang dapat membawa organisasi semakin kuat, mandiri dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.


Dengan mengusung semangat “Menguatkan Kemandirian dan Menuju Peradaban”, Muslimat NU Maluku diharapkan tidak hanya memperkuat konsolidasi internal, tetapi juga semakin aktif mengambil bagian dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Provinsi Maluku. (Rdks) 

Selengkapnya

Maulid Nabi di Lapas Dobo, Warga Binaan Diajak Teladani Akhlak Rasulullah

Agustus 25, 2026


Dobo
, Globaltimurnn.com — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Dobo berlangsung penuh khidmat. Kegiatan yang digelar di Mushola Nurul Iman, Senin (25/08/2026), menjadi momentum bagi warga binaan dan petugas untuk memperkuat keimanan sekaligus mengambil teladan dari kehidupan Rasulullah SAW.


Kegiatan tersebut menghadirkan Ustad Ahmad Khabir Prakon, yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Aru, sebagai penceramah. Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan akhlak Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan, terutama dalam hal kejujuran, kesabaran, kepedulian dan sikap saling menghargai.


Tidak hanya diikuti warga binaan pemasyarakatan (WBP), peringatan Maulid juga dihadiri jajaran petugas Lapas Dobo. Suasana berlangsung tertib dan penuh perhatian ketika peserta mengikuti ceramah hingga rangkaian kegiatan berakhir.


Kepala Lapas Kelas III Dobo, Pieter Jan Lessy, turut hadir dan membuka kegiatan tersebut. Ia mengatakan, Maulid Nabi bukan sekadar agenda keagamaan, tetapi menjadi kesempatan untuk memperkuat kebersamaan sekaligus melakukan refleksi terhadap nilai-nilai kehidupan yang diajarkan Rasulullah SAW.


“Peringatan Maulid Nabi ini menjadi kesempatan yang baik bagi kita semua untuk bersama-sama mengikuti kegiatan keagamaan serta meneladani nilai-nilai kebaikan yang terkandung di dalamnya. Saya berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat, menambah wawasan, serta menjadi motivasi bagi kita semua untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Pieter Jan Lessy.


Menurutnya, pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam proses pembentukan karakter warga binaan. Nilai-nilai spiritual yang diperoleh diharapkan tidak berhenti selama menjalani masa pembinaan, tetapi dapat menjadi bekal ketika mereka kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.


Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, WBP diajak untuk meningkatkan keimanan, memperbaiki akhlak, serta membangun komitmen untuk meninggalkan perilaku negatif dan menjalani kehidupan dengan penuh tanggung jawab.


Kegiatan tersebut sekaligus mempertegas komitmen Lapas Kelas III Dobo dalam menjalankan pembinaan kepribadian secara humanis. Pembinaan keagamaan diharapkan mampu mendorong perubahan positif dan memberikan bekal moral maupun spiritual bagi warga binaan sebelum kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat. (Za)

Selengkapnya

Polisi Tangani Kebakaran Kebun di Dusun Pasaulung, Seorang Warga Meninggal Dunia

Agustus 25, 2026


SBB
, globaltimurnn.com – Polisi menangani peristiwa kebakaran yang terjadi di salah satu kebun cengkeh milik warga di Dusun Pasaulung, Desa Piru, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Selasa (25/8/2026). Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang warga, Samuel Latuihamalo (62), meninggal dunia.


Kasihumas Polres Seram Bagian Barat IPDA Asep Souisa, S.Sos., menjelaskan, kejadian tersebut terjadi setelah korban pergi ke kebun cengkeh miliknya sekitar pukul 08.00 WIT.


Sekitar pukul 12.00 WIT, saksi Tirsa Latuihamalo (35) melihat asap tebal dari arah hutan Dusun Pasaulung. Setelah mengetahui kebakaran terjadi di sekitar kebun milik keluarganya, saksi bersama keluarga langsung menuju lokasi.


Setibanya di kebun, korban tidak ditemukan. Saksi hanya menemukan telepon genggam dan parang milik korban yang berada di walang kebun. Saksi kemudian menduga korban sedang mengambil air untuk memadamkan api.


Hingga sekitar pukul 15.00 WIT, korban tidak kunjung kembali. Saksi bersama keluarga kemudian melakukan pencarian sambil memanggil korban, namun tidak mendapat jawaban. Karena khawatir, keluarga meminta bantuan kepada kerabat dan masyarakat di Dusun Air Salobar.


Sekitar pukul 17.00 WIT, masyarakat tiba di lokasi dan bersama-sama melakukan pencarian sekaligus berupaya memadamkan api. Sekitar pukul 18.00 WIT, korban ditemukan dalam kondisi terlentang dan telah meninggal dunia akibat terbakar.


Saksi lainnya, Albart Pariama (50), menerangkan bahwa dirinya bersama masyarakat melihat korban yang telah meninggal dunia di lokasi kebakaran. Setelah memastikan bahwa korban adalah Samuel Latuihamalo, warga kemudian menutup jenazah menggunakan pakaian dan menghubungi pihak kepolisian.


Berdasarkan keterangan yang diperoleh, korban membakar rumput di areal kebunnya. Api kemudian membesar dan disertai asap tebal sehingga korban tidak dapat menghindar dan akhirnya terbakar.


Menindaklanjuti kejadian tersebut, Kapolsek Piru AKP Hamsir Buton bersama personel Polsek Piru dan personel Satreskrim Polres SBB mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan identifikasi terhadap korban serta pemeriksaan di tempat kejadian perkara.


Pihak keluarga korban juga telah menyatakan penolakan terhadap tindakan otopsi yang dituangkan dalam surat penolakan otopsi oleh Unit Identifikasi Satreskrim Polres SBB.


Menyikapi peristiwa tersebut, Kasihumas Polres SBB IPDA Asep Souisa, S.Sos., menyampaikan himbauan Kapolres Seram Bagian Barat AKBP Andi Zulkifli, S.I.K., M.M., kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, khususnya di musim kemarau.


“Bapak Kapolres mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan, lahan, semak belukar maupun sampah secara sembarangan. Masyarakat juga diminta tidak membersihkan lahan dengan cara dibakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan serta memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi,” ujar IPDA Asep.


Kasihumas menambahkan, masyarakat yang melihat adanya asap atau api yang berpotensi menyebabkan kebakaran diminta segera melaporkannya kepada pihak kepolisian melalui layanan 110 yang bebas pulsa dan dapat digunakan selama 24 jam.


“Peristiwa ini menjadi pelajaran bagi kita semua agar lebih berhati-hati dalam menggunakan api, terutama di musim kemarau. Keselamatan harus menjadi yang utama dan setiap potensi kebakaran harus segera dilaporkan,” pungkas IPDA Asep Souisa. (Red) 

Selengkapnya

Plafon Sel Dibobol, Sarung Jadi Alat Kabur Napi Lapas Ambon

Agustus 25, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon mengungkap kronologi kaburnya seorang narapidana, Imanuel Birahy alias Manu, dari dalam lapas pada Minggu (23/08/2026) sekitar pukul 04.30 WIT.


Narapidana berusia 23 tahun tersebut merupakan warga binaan yang tengah menjalani hukuman dalam perkara pembunuhan. Berdasarkan pemeriksaan awal pihak lapas, aksi pelarian bermula dari Sel-1 Blok Merpati.


Kepala Lapas Kelas IIA Ambon, Sumarwoto Hendra Budiman, menjelaskan Imanuel diduga memanfaatkan situasi dini hari untuk melancarkan aksinya. Ia terlebih dahulu membobol bagian plafon sel hingga berhasil membuka akses keluar dari ruangan.


Setelah keluar dari sel, Imanuel kemudian bergerak menuju area antara Pos 1 dan Pos 2 yang terdapat tembok pembatas.


Untuk melewati tembok tersebut, Imanuel diduga menggunakan kain sarung yang telah disambung sebagai alat bantu. Dengan cara itu, ia berhasil memanjat dan melewati tembok pembatas hingga keluar dari area pengawasan lapas.


Pihak Lapas Ambon mengakui kondisi pengawasan saat kejadian tidak berlangsung secara optimal. Salah satu kendala yang dihadapi adalah minimnya penerangan akibat gangguan listrik di lingkungan lapas.


Selain itu, Pos Menara Atas 2 saat kejadian dalam kondisi kosong karena keterbatasan personel yang bertugas. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang turut memengaruhi pengawasan di area lapas.


Meski demikian, pihak lapas langsung mengambil langkah setelah mengetahui adanya warga binaan yang melarikan diri.


“Begitu pelarian diketahui, kami langsung mengaktifkan prosedur darurat standar dan mengambil langkah pencarian secara cepat dan terukur,” kata Sumarwoto dalam keterangan pers, Selasa (25/8/2026).


Lapas Ambon kemudian membentuk tim pencarian khusus yang dibagi menjadi tiga kelompok. Masing-masing kelompok ditempatkan di sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi jalur pelarian maupun lokasi yang kemungkinan dituju oleh Imanuel.


Penyisiran dilakukan tidak hanya di dalam lingkungan lapas, tetapi juga diperluas ke sejumlah wilayah di luar lapas.


Petugas turut memeriksa keterangan dari penjaga yang bertugas saat kejadian serta warga binaan lainnya. Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai aktivitas dan kemungkinan pergerakan Imanuel sebelum maupun setelah berhasil keluar dari lapas.


Rekaman kamera pengawas atau CCTV juga ditelusuri untuk membantu petugas menyusun kembali rangkaian kejadian dan mengidentifikasi kemungkinan jalur yang digunakan setelah melewati tembok pembatas.


Pencarian kemudian diperluas melalui koordinasi dengan sejumlah pihak. Lapas Ambon berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, Dinas Perhubungan, PT PELNI, hingga pihak ASDP.


Koordinasi tersebut dilakukan untuk mempersempit ruang gerak Imanuel, termasuk mengantisipasi kemungkinan narapidana tersebut menggunakan jalur transportasi untuk meninggalkan wilayah Ambon.


Hingga kini, proses pencarian masih terus dilakukan secara intensif. Jajaran petugas juga disiagakan selama 24 jam untuk mendukung pencarian sekaligus memastikan keamanan dan ketertiban di dalam lapas tetap terjaga.


Sumarwoto mengimbau masyarakat yang mengetahui atau melihat keberadaan Imanuel Birahy alias Manu agar segera melaporkannya kepada pihak kepolisian terdekat atau Lapas Kelas IIA Ambon.


Menurutnya, informasi dari masyarakat sangat dibutuhkan untuk membantu petugas mempersempit wilayah pencarian dan mempercepat proses penanganan.


“Kami sangat menghargai kerja keras seluruh jajaran petugas yang saat ini terus bersiaga dan bekerja sama di lapangan demi menyelesaikan situasi ini secepat mungkin,” ujarnya.


Pihak Lapas Kelas IIA Ambon juga menyatakan akan terus memberikan perkembangan terkait proses pencarian kepada publik secara berkala sebagai bentuk transparansi dalam penanganan kasus pelarian warga binaan tersebut. (Za)

Selengkapnya

Lapas Piru Perketat Pengamanan, Brandgang Jadi Sasaran Kontrol Rutin

Agustus 25, 2026


Piru
, Globaltimurnn.com – Upaya memperkuat keamanan dan ketertiban terus dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru. Salah satunya melalui kontrol keliling area brandgang untuk memastikan seluruh sisi perimeter lapas tetap dalam kondisi aman dan tidak menyisakan celah yang dapat memicu gangguan keamanan.


Kontrol keliling yang dilaksanakan pada Rabu, (26/08/2026) tersebut melibatkan jajaran Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) bersama Seksi Keamanan dan Ketertiban (Kamtib). Petugas menyisir sejumlah titik di sekitar brandgang dengan mencermati kondisi lingkungan dan fasilitas pengamanan.


Dalam pemeriksaan tersebut, petugas tidak hanya memantau situasi secara visual, tetapi turut mengecek kondisi tembok dan besi yang menjadi bagian dari batas pengamanan. Beberapa bagian yang mulai mengalami keropos menjadi perhatian untuk segera dilakukan penanganan agar tidak berkembang menjadi titik rawan.


Selain kondisi bangunan, keberadaan tanaman di sekitar tembok juga menjadi bagian dari pemeriksaan. Sejumlah pohon yang tumbuh terlalu dekat dengan tembok langsung ditebang karena dinilai dapat memengaruhi kondisi fisik tembok sekaligus berpotensi mengganggu aspek keamanan.


Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Lapas Piru, Arifin Arief, mengatakan kontrol brandgang merupakan langkah preventif untuk memastikan tidak ada titik pengamanan yang luput dari pengawasan.


Kontrol keliling ini kami lakukan dengan teliti, terutama pada titik-titik yang jarang terlihat dari area utama. Setiap sisi brandgang harus dipastikan dalam kondisi aman dan tidak memberikan ruang bagi potensi gangguan, ujarnya.


Hal senada disampaikan Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban, Hendro Suatrian. Menurutnya, kondisi fisik lingkungan lapas harus mendapat perhatian secara berkala karena kerusakan kecil dapat berkembang menjadi persoalan apabila tidak segera ditangani.


Kerusakan sekecil apa pun perlu diperhatikan sejak awal. Begitu ada bagian yang mulai keropos atau kondisi lingkungan yang berpotensi menimbulkan kerawanan, harus segera ditindaklanjuti sebelum berkembang menjadi persoalan, jelasnya.


Sementara itu, Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, menegaskan bahwa deteksi dini merupakan bagian penting dari sistem pengamanan. Menurutnya, petugas tidak boleh hanya bertindak setelah gangguan terjadi, tetapi harus mampu membaca potensi kerawanan sejak awal.


Keamanan bukan hanya soal merespon ketika gangguan terjadi, tetapi bagaimana kita mampu mengenali dan mencegah potensi gangguan sejak dini. Karena itu, setiap temuan di lapangan harus ditangani dengan cepat dan tepat, tegasnya.


Melalui kontrol rutin tersebut, Lapas Kelas IIB Piru terus memperkuat pengawasan terhadap seluruh area perimeter. Pemeriksaan secara berkala diharapkan dapat memastikan setiap potensi kerawanan teridentifikasi lebih awal sehingga langkah pencegahan dapat segera dilakukan.


Bagi jajaran Lapas Piru, menjaga keamanan tidak hanya bergantung pada pengawasan di dalam blok hunian. Kondisi lingkungan dan setiap bagian dari perimeter juga menjadi perhatian, karena celah sekecil apa pun harus dicegah sebelum berkembang menjadi gangguan keamanan dan ketertiban. (Za)

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT