69 Tahun Kota Masohi, Zulkarnain Awat Amir Ajak Masyarakat Melanjutkan Perjuangan dan Merawat Semangat Kebersamaan - globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Senin, 02 November 2026

69 Tahun Kota Masohi, Zulkarnain Awat Amir Ajak Masyarakat Melanjutkan Perjuangan dan Merawat Semangat Kebersamaan


Masohi
, Globaltimurnn.com — Sebuah kota tidak hanya dibangun melalui gedung-gedung pemerintahan, jalan yang terbentang, ataupun berbagai fasilitas publik yang berdiri megah. Lebih dari itu, sebuah kota tumbuh dari sejarah, perjuangan, persatuan, serta harapan masyarakat yang terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.


Semangat itulah yang kembali menemukan maknanya ketika Kota Masohi memasuki usia ke-69 tahun pada 3 November 2026.


Kota yang lahir dari gagasan besar tentang persatuan dan kebersamaan tersebut kini kembali menjadi ruang refleksi bagi seluruh masyarakat Maluku Tengah untuk melihat perjalanan pembangunan yang telah dilalui sekaligus menentukan arah masa depan yang ingin diwujudkan.


Dalam momentum menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kota Masohi, Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, S.P., M.A.P., menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus melanjutkan pembangunan secara berkelanjutan, merata, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Pesan tersebut disampaikan dalam sambutannya pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Maluku Tengah dalam rangka memperingati HUT ke-69 Kota Masohi Tahun 2026, yang berlangsung di Ruang Sidang DPRD Kabupaten Maluku Tengah, Senin (02/11/2026).


Di hadapan pimpinan dan anggota DPRD serta seluruh undangan yang hadir, Zulkarnain mengajak masyarakat untuk tidak sekadar merayakan pertambahan usia Kota Masohi, tetapi juga kembali mengingat sejarah panjang yang menjadi fondasi lahirnya kota tersebut.


Ia mengingatkan bahwa Kota Masohi diresmikan oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, pada 3 November 1957. Kelahiran Masohi bukanlah peristiwa biasa, melainkan sebuah cita-cita besar yang dibangun di atas nilai persatuan, kebersamaan, dan semangat gotong royong.


Menurutnya, sejarah tersebut harus terus dijaga sebagai bagian dari identitas masyarakat Maluku Tengah. Sebab, kemajuan sebuah daerah tidak boleh membuat generasi penerus melupakan akar sejarah dan perjuangan orang-orang yang telah lebih dahulu meletakkan dasar pembangunan.


Pada kesempatan itu, Zulkarnain juga menyampaikan penghormatan dan penghargaan kepada para leluhur, raja-raja, tokoh adat, serta masyarakat Negeri Amahai, Makariki, Haruru, Ruta, Sepa, Tamilouw, Waraka, dan negeri-negeri lainnya yang telah memberikan kontribusi besar bagi lahir dan berkembangnya Kota Masohi.


Penghargaan serupa diberikan kepada para bupati, wakil bupati, serta anggota DPRD dari masa ke masa yang telah bekerja, mengabdi, dan meletakkan fondasi pembangunan Kabupaten Maluku Tengah.


Baginya, perjalanan pembangunan hari ini merupakan bagian dari rangkaian perjuangan panjang yang tidak dapat dipisahkan dari pengabdian para pendahulu.


Mengusung tema “Bergerak, Bertumbuh, Berdaya”, peringatan HUT ke-69 Kota Masohi menjadi momentum penting untuk memperkuat tekad bersama dalam mendorong perubahan dan menghadirkan pembangunan yang semakin merata.


Tema tersebut mengandung pesan bahwa kemajuan daerah membutuhkan gerakan bersama, pertumbuhan yang berkesinambungan, serta kemampuan masyarakat untuk menjadi bagian aktif dalam pembangunan.


Zulkarnain memaparkan sejumlah indikator pembangunan yang menunjukkan perkembangan positif di Kabupaten Maluku Tengah.


Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 75,10 pada tahun 2024 menjadi 75,87 pada tahun 2025. Sementara itu, angka kemiskinan mengalami penurunan dari 17,67 persen menjadi 16,71 persen, dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 4,76 persen.


Capaian tersebut menjadi gambaran adanya perkembangan dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Namun, Bupati mengingatkan bahwa angka-angka pembangunan tidak boleh membuat pemerintah cepat berpuas diri.


Di balik setiap indikator statistik, terdapat kehidupan masyarakat yang harus terus diperjuangkan. Masih ada kebutuhan pendidikan, pelayanan kesehatan, infrastruktur, kesempatan ekonomi, serta berbagai persoalan sosial yang membutuhkan perhatian dan kehadiran pemerintah.


Karena itu, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya diukur melalui angka pertumbuhan, tetapi juga sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat, termasuk mereka yang berada di wilayah-wilayah negeri dan pelosok Maluku Tengah.


Dalam refleksi kepemimpinannya, Zulkarnain menegaskan bahwa amanah yang diemban saat ini merupakan bagian dari kesinambungan pembangunan yang telah dirintis oleh para pemimpin sebelumnya.


“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama sekaligus menjadi dorongan untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat yang masih harus kita tuntaskan.


Amanah kepemimpinan yang kami emban saat ini bukanlah untuk memulai dari awal, melainkan melanjutkan perjuangan para pendahulu dan membawa Maluku Tengah menuju keadaan yang lebih baik,” ungkap Zulkarnain.


Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa pembangunan daerah membutuhkan kesinambungan, konsistensi, dan keberanian untuk melakukan pembenahan.


Setiap kepemimpinan memiliki tantangan dan prioritas masing-masing, tetapi tujuan akhirnya tetap sama, yakni menghadirkan kehidupan masyarakat yang lebih baik.


Untuk mewujudkan hal tersebut, Zulkarnain menekankan pentingnya memperkuat kemitraan antara pemerintah daerah dan DPRD. Menurutnya, hubungan kedua lembaga tersebut harus dibangun melalui komunikasi, koordinasi, serta kesamaan visi dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.


Selain itu, partisipasi aktif masyarakat dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan juga menjadi kekuatan penting dalam mempercepat pembangunan.


Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Dibutuhkan dukungan masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dunia usaha, generasi muda, serta seluruh elemen daerah agar setiap program pembangunan dapat berjalan efektif dan memberikan dampak yang lebih luas.


Ada satu pesan yang kembali diangkat Zulkarnain dalam sambutannya, yakni filosofi Kota Masohi: “Jangan jemu mendaki kalau hendak ke puncak cita.”


Ungkapan tersebut bukan sekadar rangkaian kata yang melekat pada identitas Kota Masohi. Di dalamnya terkandung pesan mendalam tentang arti perjuangan, ketekunan, kesabaran, dan semangat pantang menyerah.


Mencapai sebuah cita-cita tidak selalu melalui jalan yang mudah. Ada tantangan yang harus dihadapi, keterbatasan yang perlu diatasi, serta pengorbanan yang harus dilakukan.


Begitu pula dengan pembangunan Maluku Tengah. Berbagai keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti melangkah, melainkan tantangan yang harus dijawab melalui kerja keras, inovasi, dan kebersamaan.


Di usia ke-69 tahun, Kota Masohi diharapkan tidak hanya tumbuh sebagai pusat pemerintahan dan aktivitas masyarakat, tetapi juga semakin berkembang sebagai ruang yang memberikan kesempatan, kesejahteraan, dan harapan bagi seluruh masyarakat Maluku Tengah.


Menutup sambutannya, Zulkarnain mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persaudaraan, merawat kebersamaan, dan memperkuat semangat gotong royong.


Sebab, kekuatan sebuah daerah tidak hanya terletak pada besarnya anggaran pembangunan atau banyaknya proyek yang berhasil diselesaikan, tetapi juga pada kemampuan masyarakatnya untuk tetap bersatu, saling mendukung, dan bergerak menuju tujuan bersama.


Enam puluh sembilan tahun perjalanan Kota Masohi menjadi pengingat bahwa sebuah kota dibangun bukan hanya untuk generasi hari ini, tetapi juga untuk generasi yang akan datang.


Sejarah telah meletakkan fondasinya, perjuangan para pendahulu telah membuka jalannya, dan kini menjadi tanggung jawab bersama untuk melanjutkan cita-cita tersebut.


Masohi harus terus bergerak, bertumbuh, dan berdaya. Bukan hanya menjadi kota yang bertambah usia, tetapi menjadi kota yang semakin bermakna bagi kehidupan masyarakatnya dan masa depan Maluku Tengah. (Za)

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT