Tingkatkan Mutu Layanan Kesehatan Warga Binaan, Kanwil Ditjenpas Maluku Kawal Akreditasi Klinik Lapas Perempuan Ambon - globaltimurnn.com

Deskripsi gambar

Selasa, 20 Oktober 2026

Tingkatkan Mutu Layanan Kesehatan Warga Binaan, Kanwil Ditjenpas Maluku Kawal Akreditasi Klinik Lapas Perempuan Ambon


Ambon
, Globaltimurnn.com — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Maluku terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi warga binaan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap Survei Akreditasi Klinik Pratama Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Ambon yang dilaksanakan oleh tim asesor Lembaga Akreditasi Fasilitas Kesehatan Primer (LAFKESPRI) Korwil XXXI Provinsi Maluku, Sabtu (17/10/2026).


Kepala Kanwil Ditjenpas Maluku, Ricky Dwi Biantoro, hadir secara langsung dalam kegiatan yang berlangsung di Klinik Pratama Lapas Perempuan Ambon tersebut. Kehadirannya didampingi jajaran pejabat administrator sebagai bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan standar pelayanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan.


Survei akreditasi ini menjadi langkah penting untuk memastikan penyelenggaraan layanan kesehatan berjalan sesuai standar yang berlaku. Proses penilaian juga menjadi sarana evaluasi terhadap kesiapan fasilitas, tata kelola pelayanan, administrasi, serta profesionalisme petugas dalam memberikan layanan kepada warga binaan.


Ricky Dwi Biantoro menegaskan, akreditasi klinik tidak semata-mata berkaitan dengan pemenuhan persyaratan administratif, tetapi harus menjadi bagian dari upaya nyata untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.


Menurutnya, pemenuhan hak warga binaan atas layanan kesehatan yang layak, aman, dan manusiawi merupakan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan penuh profesionalisme oleh seluruh jajaran pemasyarakatan.


“Akreditasi harus kita maknai sebagai momentum untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan. Kami ingin memastikan bahwa setiap warga binaan memperoleh hak atas pelayanan kesehatan yang layak, manusiawi, dan sesuai standar. Karena itu, seluruh jajaran harus memiliki komitmen yang sama untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan profesionalisme petugas, serta menjadikan mutu pelayanan sebagai prioritas,” tegas Ricky.


Ia berharap, melalui proses akreditasi tersebut, Klinik Pratama Lapas Perempuan Ambon semakin mampu memberikan pelayanan kesehatan yang terukur, berkualitas, dan mengutamakan keselamatan pasien.


Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan Kelas III Ambon, Hesta Van Harling, menyambut survei akreditasi sebagai kesempatan untuk mengevaluasi pelaksanaan layanan sekaligus mengidentifikasi berbagai aspek yang masih perlu ditingkatkan.


Hesta menjelaskan, pihaknya terus berupaya membangun sistem pelayanan kesehatan yang tertib, terencana, dan berkesinambungan agar kebutuhan kesehatan warga binaan dapat ditangani secara optimal.


“Bagi kami, survei akreditasi ini bukan hanya tentang penilaian, tetapi juga tentang komitmen untuk memberikan pelayanan yang semakin baik. Kami siap menerima masukan dan rekomendasi dari tim asesor sebagai bahan evaluasi dan perbaikan, sehingga Klinik Pratama Lapas Perempuan Ambon dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi warga binaan,” ujar Hesta.


Dari sisi penilaian akreditasi, Kepala Bidang Manajemen Akreditasi LAFKESPRI Maluku, Adriyati Arief, menekankan bahwa survei merupakan instrumen penting untuk memastikan fasilitas pelayanan kesehatan primer memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan.


Penilaian dilakukan terhadap sejumlah aspek, mulai dari penyelenggaraan pelayanan, tata kelola, administrasi, hingga komponen pendukung lainnya. Melalui proses tersebut, fasilitas kesehatan diharapkan dapat mengetahui aspek yang telah berjalan baik sekaligus menentukan langkah perbaikan yang diperlukan.


“Survei akreditasi merupakan bagian dari upaya memastikan bahwa pelayanan kesehatan berjalan sesuai standar dan mengutamakan keselamatan pasien. Proses ini juga menjadi ruang evaluasi bagi fasilitas kesehatan untuk mengetahui kekuatan yang perlu dipertahankan serta aspek yang masih harus diperbaiki. Harapannya, hasil survei dapat menjadi dasar peningkatan mutu layanan secara konsisten dan berkelanjutan,” ungkap Adriyati.


Pelaksanaan survei ini diharapkan mampu mendorong Klinik Pratama Lapas Perempuan Kelas III Ambon untuk terus memperkuat kompetensi petugas, meningkatkan ketertiban administrasi, menyempurnakan tata kelola, serta memastikan fasilitas pelayanan kesehatan memenuhi ketentuan yang berlaku.


Upaya tersebut juga sejalan dengan semangat #2TahunGerakNyata, yang menekankan kesinambungan program pemerintah, pelaksanaan kerja nyata, serta manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Dalam konteks pemasyarakatan, peningkatan mutu layanan kesehatan menjadi salah satu wujud kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan dasar warga binaan.


Sejalan dengan arah pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045, Kanwil Ditjenpas Maluku terus mendorong penguatan kualitas pelayanan publik melalui peningkatan profesionalisme sumber daya manusia, tata kelola yang akuntabel, serta pembenahan layanan secara berkelanjutan.


Sinergi antara jajaran pemasyarakatan dan tim asesor LAFKESPRI diharapkan menjadi landasan bagi peningkatan standar pelayanan kesehatan di Klinik Pratama Lapas Perempuan Ambon. Dengan demikian, proses akreditasi tidak berhenti pada penilaian, tetapi berlanjut menjadi langkah perbaikan yang berdampak langsung bagi warga binaan.


Melalui kegiatan ini, Kanwil Ditjenpas Maluku kembali menegaskan komitmennya untuk mengawal pelayanan kesehatan yang semakin profesional, humanis, dan berorientasi pada pemenuhan hak warga binaan.


Semangat Gerak Nyata, Hasil Nyata, Manfaat Terasa menjadi dorongan bagi seluruh jajaran untuk memastikan setiap pembenahan bermuara pada pelayanan yang lebih baik dan peningkatan kesejahteraan warga binaan di lingkungan pemasyarakatan. (Za)

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT