Perkuat Ketahanan Pangan, Lapas Namlea dan YBTS Dorong Warga Binaan Jadi Petani Mandiri - globaltimurnn.com

Deskripsi gambar

Selasa, 20 Oktober 2026

Perkuat Ketahanan Pangan, Lapas Namlea dan YBTS Dorong Warga Binaan Jadi Petani Mandiri


Namlea
, Globaltimurnn.com – Upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian terus dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea. Salah satunya melalui kegiatan Farmer’s Field Day atau Hari Temu Lapang yang digelar Yayasan Bina Tani Sejahtera (YBTS) di lahan Sarana Asimilasi Edukasi (SAE) Lapas Namlea, Selasa (20/10/2026).


Kegiatan ini menjadi wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai teknik budidaya pertanian yang baik, khususnya tanaman cabai rawit. Selain melibatkan warga binaan, kegiatan tersebut diikuti penyuluh pertanian dari Dinas Pertanian Kabupaten Buru, Balai Penyuluh Pertanian, serta sejumlah petani binaan YBTS yang berasal dari Desa Jikumerasa, Desa Waimiting, dan Desa Sawa.


Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy, mengapresiasi YBTS beserta para penyuluh pertanian yang telah memilih lahan SAE Lapas Namlea sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, pemanfaatan lahan pembinaan sebagai lahan percontohan atau demonstration plot (demplot) menjadi kesempatan berharga untuk menunjukkan bahwa kegiatan pertanian di lingkungan pemasyarakatan dapat memberikan manfaat lebih luas.


Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya mendukung produktivitas lahan yang dikelola warga binaan, tetapi juga membuka ruang pembelajaran bagi mereka untuk mengembangkan keterampilan dan memperluas wawasan di bidang pertanian.


“Kami berterima kasih kepada YBTS dan juga para penyuluh pertanian yang telah menyelenggarakan kegiatan ini di Lapas Namlea. Meskipun hanya berperan sebagai fasilitator, kami bersyukur kegiatan ini dapat diselenggarakan di lahan pembinaan hasil budidaya warga binaan sendiri. Kegiatan ini juga sangat bermanfaat bagi warga binaan untuk memperluas wawasan dalam bertani,” tutur Marasabessy.


Ia menegaskan, Lapas Namlea akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendorong warga binaan menjadi petani mandiri. Langkah ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian sekaligus dukungan terhadap program aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, terutama dalam pengembangan sektor pertanian dan ketahanan pangan.


Melalui pendampingan dan penyuluhan yang berkelanjutan, warga binaan diharapkan tidak hanya mampu mengelola lahan pertanian selama berada di dalam lapas, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.


“Dengan sinergitas lintas sektor, kami terus berupaya mengajari dan memberikan penyuluhan kepada warga binaan seputar pertanian agar dapat mengaplikasikannya dalam praktik sehari-hari, khususnya menyukseskan program pertanian di Lapas Namlea,” jelasnya.


Sementara itu, Field Officer YBTS, M. Busrolana, menjelaskan bahwa Farmer’s Field Day dilaksanakan untuk menyosialisasikan penerapan Good Agricultural Practices (GAP) atau praktik budidaya pertanian yang baik kepada warga binaan dan petani lokal, khususnya dalam pengembangan tanaman cabai rawit.


Materi yang diberikan mencakup tahapan budidaya mulai dari persiapan lahan, pemilihan benih, teknik penanaman, pengendalian hama dan penyakit, hingga teknik panen serta penanganan hasil panen.


Menurut Busrolana, pemahaman terhadap praktik budidaya yang tepat sangat penting untuk meningkatkan produktivitas tanaman, menjaga kualitas hasil panen, dan menunjang keberhasilan usaha pertanian.


“Pada kesempatan ini kami melakukan sosialisasi terkait penerapan GAP dalam budidaya cabai rawit, yang dimulai dari persiapan lahan, pemilihan benih, teknik penanaman, pengendalian hama dan penyakit, serta teknik panen dan penanganan hasil panen. Semua itu bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menerapkan praktik budidaya cabai rawit yang baik dan benar, meningkatkan produktivitas, menjaga mutu hasil panen, serta mendukung keberhasilan usaha pertanian,” jelas Busrolana.


Sebagai penutup, YBTS menggelar sesi kuis interaktif untuk menguji pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan. Sejumlah warga binaan dan petani yang mengikuti kegiatan tersebut kemudian menerima hadiah berupa pupuk, obat-obatan pertanian, bibit, serta peralatan pertanian.


Melalui kegiatan ini, Lapas Namlea bersama YBTS berharap pengetahuan dan keterampilan pertanian yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan, baik dalam pengelolaan lahan SAE maupun dalam aktivitas pertanian masyarakat.


Kolaborasi tersebut menjadi langkah nyata dalam mengoptimalkan pembinaan kemandirian warga binaan, memperkuat produktivitas pertanian, dan mendukung ketahanan pangan melalui pemberdayaan sumber daya manusia di sektor pertanian.(Za)

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT