Halut, Globaltimurnn.com — Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara (Halut) terus memperkuat upaya pengendalian inflasi dengan mendatangkan 7 ton cabai rawit dari Malang dan Probolinggo, Jawa Timur. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus menekan kenaikan harga komoditas pangan di wilayah Maluku Utara.
Pasokan sebanyak 235 koli cabai rawit tersebut tiba di Halmahera Utara pada Sabtu (31/10/2026). Dari jumlah tersebut, sebanyak 3,2 ton dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Halut, sementara sisanya didistribusikan ke sejumlah kabupaten/kota lainnya di Maluku Utara.
Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, menjelaskan bahwa pengadaan cabai ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan, terutama menjelang perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Menurutnya, dari total 235 koli atau sekitar 7 ton cabai rawit, sebanyak 58 koli atau 1,7 ton dialokasikan ke Kabupaten Halmahera Barat, 107 koli atau 3,2 ton untuk Halmahera Utara, sedangkan 70 koli atau 2,1 ton diperuntukkan bagi wilayah Maluku Utara lainnya.
Upaya pengendalian inflasi tersebut juga akan ditindaklanjuti melalui pertemuan bersama Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, pada Kamis mendatang di Kantor Bank Indonesia (BI) Ternate.
Pertemuan yang difasilitasi Bank Indonesia itu akan melibatkan seluruh Kepala Dinas Ketahanan Pangan kabupaten/kota se-Maluku Utara, organisasi pedagang, Deputi Bank Indonesia serta pihak terkait lainnya. Agenda utama pertemuan membahas perkembangan inflasi sekaligus merumuskan langkah konkret untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok.
Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, turut meminta seluruh pemerintah kabupaten/kota, pedagang dan instansi terkait agar bersinergi mengambil langkah nyata dalam menekan inflasi. Ia juga mendorong daerah lain mengikuti langkah Pemkab Halut dalam mendatangkan pasokan komoditas dari luar wilayah.
Selain penambahan pasokan, pemerintah daerah juga didorong menggelar pasar murah agar masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga terjangkau. Kegiatan tersebut telah dilaksanakan di Kota Ternate, sedangkan di Halmahera Utara akan segera dilakukan dengan memanfaatkan pasokan cabai yang telah tiba.
Pemkab Halut juga mengharapkan para pedagang dapat menjual cabai rawit dengan harga yang wajar dan stabil, sehingga tidak memberatkan masyarakat serta tetap menjaga daya beli konsumen.
Langkah mendatangkan cabai langsung dari luar daerah ini menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga pangan. Bupati Piet Hein Babua berharap upaya tersebut dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Maluku Utara untuk bersama-sama mengendalikan inflasi, khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru. (🅁🄴🄳).

