Panen 6,5 Kilogram Terong, Lapas Piru Siapkan Lahan Baru untuk Pepaya California - globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Jumat, 16 Oktober 2026

Panen 6,5 Kilogram Terong, Lapas Piru Siapkan Lahan Baru untuk Pepaya California


Piru
, Globaltimurnn.com — Pemanfaatan lahan produktif terus dikembangkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus membekali Warga Binaan dengan keterampilan pertanian. Kali ini, kebun kemandirian Lapas Piru berhasil menghasilkan panen 6,5 kilogram terong, yang dilanjutkan dengan persiapan lahan baru untuk penanaman pepaya California, Kamis (15/10/2026).


Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembentukan sikap dan kedisiplinan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi Warga Binaan untuk mengembangkan kemampuan praktis yang bermanfaat bagi kehidupan setelah menjalani masa pidana.


Panen terong dilakukan melalui pengelolaan kebun kemandirian oleh Warga Binaan dengan pendampingan petugas. Setelah panen selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pemerataan tanah sebagai tahap awal pembukaan lahan baru yang akan dimanfaatkan untuk budidaya pepaya California.


Langkah ini sekaligus menunjukkan komitmen Lapas Piru dalam mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang sejalan dengan Asta Cita Presiden, terutama dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mendorong pembangunan berkelanjutan melalui pemanfaatan lahan secara optimal.


Kepala Subseksi Kegiatan Kerja Lapas Piru, Ode Mustafa, mengatakan bahwa kegiatan pertanian menjadi salah satu sarana pembinaan yang memberikan pengalaman langsung kepada Warga Binaan dalam mengelola usaha produktif.


Menurutnya, proses bercocok tanam tidak hanya mengajarkan teknik pertanian, tetapi juga membentuk ketekunan, kedisiplinan, serta rasa tanggung jawab dalam menyelesaikan pekerjaan.


“Melalui kegiatan ini, Warga Binaan memperoleh pengalaman langsung dalam mengelola pertanian sekaligus belajar membangun ketekunan dan tanggung jawab,” ujar Mustafa.


Manfaat pembinaan tersebut juga dirasakan oleh Warga Binaan yang terlibat dalam kegiatan berkebun. Salah seorang Warga Binaan berinisial L mengungkapkan bahwa pengalaman yang diperoleh selama mengikuti kegiatan pertanian menjadi kesempatan berharga untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik.


“Melalui kegiatan ini, kami belajar untuk tekun dan bertanggung jawab. Kami berharap keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk hidup mandiri dan lebih produktif ketika kembali ke masyarakat,” ungkapnya.


Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja, Muh. Ramdhan Basir, menegaskan bahwa pengembangan lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) tidak semata-mata mengejar hasil produksi pertanian. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diarahkan untuk membangun keterampilan dan kemandirian Warga Binaan agar memiliki bekal yang dapat dimanfaatkan setelah bebas.


“Pengembangan lahan SAE tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga pada peningkatan keterampilan Warga Binaan. Kami berharap keterampilan yang diperoleh melalui kegiatan pertanian ini dapat menjadi bekal untuk hidup mandiri dan produktif setelah kembali ke masyarakat,” kata Ramdhan.


Terpisah, Kepala Lapas Kelas IIB Piru, Hery Kusbandono, menekankan pentingnya pengelolaan lahan secara maksimal agar setiap area yang tersedia dapat memberikan manfaat produktif dan berkelanjutan.


“Lahan yang tersedia harus dimanfaatkan secara optimal, tidak hanya untuk menghasilkan produk pertanian, tetapi juga membekali Warga Binaan dengan keterampilan dan kemandirian,” tegas Hery.


Keberhasilan memanen 6,5 kilogram terong dan dimulainya persiapan lahan untuk pepaya California menjadi bagian dari pengembangan pertanian di Lapas Piru. Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas kegiatan produktif, meningkatkan pemanfaatan lahan, serta memberikan pengalaman nyata kepada Warga Binaan dalam mengelola tanaman pangan dan hortikultura.


Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Lapas Piru berupaya menjadikan kegiatan pertanian sebagai sarana pembelajaran sekaligus ruang untuk menumbuhkan kepercayaan diri dan semangat hidup mandiri.


Dengan demikian, hasil yang dicapai tidak hanya terlihat dari panen yang diperoleh, tetapi juga dari keterampilan dan tanggung jawab yang tumbuh selama proses pembinaan. Bekal tersebut diharapkan dapat membantu Warga Binaan beradaptasi, berkarya, dan memberikan kontribusi positif ketika kembali ke tengah masyarakat. (Za)

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT