Namlea, Globaltimurnn.com — Upaya menjaga kesehatan warga binaan terus diperkuat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea melalui deteksi dini penyakit menular. Bekerja sama dengan Puskesmas Sawa, Lapas Namlea kembali menggelar skrining kesehatan tahap kedua yang melibatkan 150 warga binaan, Kamis (08/10/2026).
Pemeriksaan yang berlangsung di aula Lapas Namlea ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa pada pekan sebelumnya, yang telah diikuti 51 warga binaan. Pada tahap kedua, skrining diperluas untuk menjangkau seluruh warga binaan sebagai langkah mengidentifikasi potensi penyebaran penyakit menular di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Lapas Kelas III Namlea, Muhammad M. Marasabessy, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah preventif untuk melindungi kesehatan warga binaan sekaligus meminimalkan risiko penularan penyakit di dalam lapas.
Menurutnya, kondisi hunian yang padat dan persoalan kelebihan kapasitas menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kesehatan para penghuni. Situasi tersebut membutuhkan perhatian serius serta upaya pencegahan yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Penyakit menular merupakan salah satu hal yang kami antisipasi bagi warga binaan. Faktor kepadatan penghuni dan overkapasitas yang saat ini kita alami berisiko tinggi menumbuhkembangkan penyakit menular dengan cepat di kalangan warga binaan. Oleh karena itu, langkah proaktif dari Puskesmas Sawa sangat kami apresiasi,” ujar Marasabessy.
Dalam pelaksanaannya, setiap warga binaan menjalani serangkaian pemeriksaan yang meliputi asesmen, pemeriksaan fisik, hingga pengambilan sampel. Skrining ini difokuskan untuk mendeteksi kemungkinan adanya penyakit Tuberkulosis (TBC), HIV, dan sifilis.
Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi warga binaan yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut, sehingga langkah pencegahan dan pengobatan dapat dilakukan sedini mungkin.
Penanggung Jawab Sifilis Puskesmas Sawa, Romlah Bugis, menjelaskan bahwa warga binaan yang menunjukkan indikasi penyakit menular akan menjalani pemeriksaan lanjutan guna memastikan kondisi kesehatannya.
“Kami akan melakukan langkah-langkah pencegahan apabila ditemukan suspek yang diduga mengalami penyakit menular, dengan pemeriksaan yang lebih mendetail untuk mengonfirmasi bahwa penderita benar-benar mengidap penyakit tersebut. Apabila positif, akan kami berikan terapi dengan pemberian antibiotik secara berkala,” ungkap Romlah.
Melalui kolaborasi antara Lapas Kelas III Namlea dan Puskesmas Sawa, kegiatan skrining ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan bagi warga binaan. Deteksi dini diharapkan mampu membantu mencegah penyebaran penyakit menular sekaligus memastikan warga binaan yang membutuhkan penanganan memperoleh layanan medis sesuai kondisi kesehatannya. (Za)
