Ambon, Globaltimurnn.com — Lapangan Merdeka Ambon berubah menjadi lautan merah putih ketika ribuan warga berkumpul menyaksikan perjuangan Timnas Indonesia menghadapi Thailand dalam ajang FIFA ASEAN Cup 2026, Selasa (06/10/2026) dini hari. Nonton bareng (nobar) yang difasilitasi Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon tersebut berlangsung penuh antusiasme.
Teriakan dukungan, tepuk tangan hingga sorakan warga terus menggema, terutama ketika pertandingan memasuki momen-momen menegangkan hingga akhirnya Skuad Garuda memastikan kemenangan melalui drama adu penalti.
Indonesia dan Thailand bermain imbang 2-2 hingga waktu normal berakhir. Ketegangan kemudian berlanjut ke titik putih, sebelum empat eksekutor Indonesia, yakni Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama, sukses menjalankan tugasnya. Indonesia akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 4-2 dalam adu penalti. Hasil tersebut sontak disambut euforia ribuan warga yang sejak awal memenuhi Lapangan Merdeka untuk memberikan dukungan kepada Timnas Indonesia.
Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, yang ikut menyaksikan pertandingan bersama masyarakat, memberikan apresiasi terhadap perjuangan para pemain. Menurutnya, kemenangan tersebut tidak semata-mata berbicara tentang skor akhir, tetapi memperlihatkan keberanian dan mentalitas pemain muda Indonesia dalam menghadapi tekanan. “Saya mengapresiasi perjuangan Timnas Indonesia atas daya juang dan mentalitas para pemain muda Indonesia saat menghadapi Thailand saat adu penalti,” ujar Bodewin kepada wartawan seusai nobar.
Bodewin menilai semangat yang ditunjukkan para pemain Timnas dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, bahwa sebuah pertandingan tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga ketenangan, keberanian dan mental kuat ketika menghadapi situasi sulit. Ia juga menyebut pelaksanaan nobar di Lapangan Merdeka menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati pertandingan sekaligus memperkuat rasa kebersamaan.
“Pemkot Ambon rutin menyelenggarakan acara nonton bareng di Lapangan Merdeka Ambon untuk menampung ribuan penggemar sepak bola agar bisa bersorak bersama demi persatuan dan memberikan ruang kebersamaan,” katanya.
Menurut Bodewin, antusiasme warga terhadap Timnas Indonesia menunjukkan bahwa sepak bola mampu menjadi salah satu sarana yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang dalam suasana yang sama. Lapangan Merdeka pun kembali menjadi ruang publik tempat warga berkumpul, memberikan dukungan dan merayakan kemenangan bersama.
Euforia kemenangan kemudian berlanjut di sejumlah ruas jalan Kota Ambon. Bodewin mengaku tidak melarang masyarakat merayakan kemenangan Timnas, termasuk melakukan konvoi, namun ia mengingatkan agar kegembiraan tetap disertai kesadaran menjaga keselamatan dan ketertiban.
“Beta selalu mengizinkan masyarakat untuk meluapkan kegembiraan, asalkan tetap tertib, mematuhi aturan lalu lintas, dan menjaga keselamatan bersama di jalan raya,” tegasnya. Ia meminta masyarakat tidak menjadikan kemenangan sebagai alasan untuk mengabaikan aturan lalu lintas atau melakukan tindakan yang dapat membahayakan pengguna jalan lainnya. Menurutnya, perayaan kemenangan seharusnya menjadi momentum kegembiraan bersama tanpa berubah menjadi gangguan keamanan maupun menimbulkan kecelakaan.
Nobar tersebut turut dihadiri Sekretaris Kota Ambon Roberd Sapulette, Ketua DPRD Kota Ambon Morits Tamaela, Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, pimpinan OPD lingkup Pemkot Ambon serta sejumlah undangan lainnya. Kehadiran jajaran pemerintah bersama ribuan masyarakat semakin menghidupkan suasana dukungan untuk Skuad Garuda.
Kemenangan 4-2 atas Thailand melalui adu penalti akhirnya menjadi penutup sempurna bagi malam panjang di Lapangan Merdeka ketika sepak bola bukan hanya menghadirkan kemenangan, tetapi juga menyatukan ribuan warga Ambon dalam satu semangat Indonesia. (Za)
