Laha Suang, Ketika Tradisi Pesisir Bertemu Harapan Ekonomi Baru di Jembatan Amerika - globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Jumat, 30 Oktober 2026

Laha Suang, Ketika Tradisi Pesisir Bertemu Harapan Ekonomi Baru di Jembatan Amerika


Ambon
, Globaltimurnn.com — Sebuah negeri tidak selalu membutuhkan sesuatu yang besar untuk menarik perhatian. Terkadang, kekuatan sebuah daerah justru lahir dari tradisi yang terus dijaga, kekayaan alam yang dimiliki, serta kreativitas masyarakat dalam mengolah potensi di sekitarnya.


Gambaran itulah yang terasa di kawasan Jembatan Amerika, Negeri Laha, Kota Ambon, Sabtu (31/10/2026). Melalui Festival UMKM Laha Suang, kawasan yang dikenal dengan kehidupan masyarakat pesisir dan aktivitas nelayannya itu menghadirkan cerita tentang bagaimana potensi lokal dapat menjadi pintu masuk bagi tumbuhnya ekonomi masyarakat.


Festival yang diselenggarakan Perempuan Indonesia Maju (PIM) Provinsi Maluku ini bukan sekadar pertemuan pelaku usaha dan masyarakat. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan Negeri Laha, menghidupkan tradisi, serta membuka peluang agar potensi lokal semakin dikenal dan memiliki nilai ekonomi.


Mengusung tema “Menghidupkan Tradisi, Mengembangkan Potensi Negeri, Berdampak untuk Masyarakat”, festival ini membawa pesan bahwa pembangunan ekonomi seharusnya bertumbuh dari kekuatan masyarakat itu sendiri.


Semangat tersebut mendapat apresiasi dari Ketua DPRD Kota Ambon, Morits Librecht Tamaela, S.E. Baginya, apa yang dilakukan PIM Provinsi Maluku bersama Pemerintah Negeri Laha merupakan sebuah langkah kreatif yang patut menjadi contoh bagi wilayah lain di Kota Ambon.


Ia memandang setiap negeri memiliki karakter, kekayaan, dan keunggulan yang berbeda. Potensi tersebut perlu dikenali, dikembangkan, kemudian diperkenalkan kepada masyarakat luas sehingga dapat menjadi identitas sekaligus daya tarik tersendiri.


“Luar biasa, ini sesuatu hal yang bermakna dan berpotensi untuk menjadi daya tarik buat daerah yang lain. Desa-desa di Kota Ambon juga dapat mengkreasikan wilayahnya masing-masing. Apa potensi yang ada di wilayahnya, lalu itu dijadikan ikon dengan mengajak stakeholder terkait,” ungkap Tamaela.


Menurutnya, sebuah potensi tidak akan berkembang hanya dengan mengandalkan kemampuan masyarakat secara mandiri. Diperlukan keterlibatan pemerintah dan berbagai pihak untuk menciptakan ruang, dukungan, serta kesempatan agar potensi tersebut dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi.


Di sinilah Festival UMKM Laha Suang memiliki makna lebih luas. Kolaborasi antara PIM Provinsi Maluku dan Pemerintah Negeri Laha memperlihatkan bahwa ketika gagasan dipertemukan dengan kepedulian dan kerja sama, peluang untuk mengembangkan sebuah negeri semakin terbuka.


Tamaela pun menilai sinergi tersebut sebagai sesuatu yang patut diapresiasi, sebab masyarakat membutuhkan dukungan bersama untuk mengembangkan potensi ekonomi maupun pariwisata yang dimiliki.


“Bahwa masyarakat tidak bisa sendiri mengembangkan potensinya. Kolaborasi antara Pemerintah Negeri Laha dengan PIM patut kita apresiasi,” ujarnya.


Namun, cerita tentang potensi Laha tidak berhenti pada kegiatan festival. Di balik kawasan Jembatan Amerika, terdapat kehidupan pesisir yang menjadi bagian dari daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun pengunjung.


Aktivitas nelayan, hasil tangkapan laut, hingga sajian ikan segar menjadi kekuatan yang memiliki nilai lebih dari sekadar aktivitas ekonomi sehari-hari. Semua itu merupakan bagian dari pengalaman yang dapat ditawarkan Negeri Laha kepada siapa saja yang berkunjung.


Salah satu kawasan yang turut mendapat perhatian adalah destinasi wisata Los Kasih. Keberadaannya dinilai memiliki potensi besar untuk terus diperkenalkan sebagai tujuan wisata yang menawarkan suasana khas pesisir sekaligus pengalaman kuliner hasil laut.


Bagi Tamaela, daya tarik Laha justru terlihat dari kebiasaan masyarakat yang menjadikan kawasan tersebut sebagai tempat persinggahan, terutama pada waktu dini hari hingga pagi hari.


Orang-orang yang melintas tidak sekadar melewati kawasan itu, tetapi memilih berhenti untuk menikmati sarapan dan menyaksikan hasil tangkapan nelayan yang baru didaratkan. Ikan segar yang dapat langsung dinikmati menjadi pengalaman tersendiri yang memperkuat daya tarik wisata setempat.


“Ini sekaligus memberikan promosi wisata Los Kasih Desa Laha yang sudah viral, tambah viral lagi. Terbukti, setiap orang yang keluar dini hari pasti mampir ke sini untuk sarapan pagi dan menikmati proses hasil tangkapan yang dibawa ke darat, langsung menikmati ikan segarnya. Ini luar biasa menarik,” jelasnya.


Potensi seperti inilah yang menurut Tamaela perlu terus dikembangkan. Sebab, pariwisata dan UMKM memiliki hubungan yang saling menguatkan. Ketika sebuah kawasan semakin dikenal, aktivitas ekonomi masyarakat di sekitarnya juga berpeluang tumbuh.


Pelaku usaha kecil, pedagang kuliner, nelayan, serta masyarakat lokal dapat mengambil bagian dalam perkembangan tersebut. Dengan demikian, manfaat pariwisata tidak hanya dirasakan oleh sektor tertentu, tetapi dapat menyentuh kehidupan ekonomi masyarakat secara lebih luas.


Ia berharap, kreativitas yang ditunjukkan melalui Festival UMKM Laha Suang dapat menginspirasi negeri-negeri lain di Kota Ambon untuk melakukan hal serupa.


Setiap negeri, katanya, perlu memiliki keberanian untuk menggali keunggulan wilayahnya sendiri. Tidak harus meniru daerah lain, tetapi mengembangkan sesuatu yang menjadi ciri khas dan kekuatan masing-masing.


Pemerintah juga diharapkan terus membangun kemitraan dengan berbagai stakeholder agar pengembangan UMKM tidak berhenti pada kegiatan sesaat, melainkan menjadi gerakan ekonomi yang berkelanjutan.


“Kami berharap hal-hal serupa bisa terjadi di wilayah lain. Potensi yang dimiliki desa-desa harus dikembangkan. Pemerintah terus bekerja sama dengan seluruh stakeholder untuk mengembangkan potensi UMKM. Ekonomi kerakyatan itu yang harus dikembangkan di wilayah masing-masing,” tegas Tamaela.


Festival UMKM Laha Suang akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda kegiatan di kawasan Jembatan Amerika. Ia membawa pesan bahwa kekuatan ekonomi sebuah negeri dapat tumbuh dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan masyarakat: tradisi, hasil laut, kreativitas, usaha kecil, dan kebersamaan.


Dari Negeri Laha, sebuah harapan sedang dibangun. Bahwa potensi lokal tidak boleh hanya menjadi cerita tentang kekayaan sebuah wilayah, tetapi harus mampu menghadirkan kesempatan, membuka lapangan usaha, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Sebab, ketika tradisi tetap hidup, potensi terus dikembangkan, dan kolaborasi berjalan bersama, sebuah negeri tidak hanya dikenal karena keindahannya, tetapi juga karena kemampuan masyarakatnya membangun masa depan dari kekuatan yang mereka miliki sendiri. (Za)

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT