SBB, globaltimurnn.com – Polres Seram Bagian Barat (SBB) terus mempererat hubungan dengan masyarakat melalui program *Minggu Kasih* yang dilaksanakan di Gedung Gereja Bethlehem, Desa Kairatu, Kecamatan Kairatu, Minggu (25/10/2026).
Kegiatan dipimpin Wakapolres SBB, KOMPOL PIETER F. MATAHELUMUAL, S.H., M.H, didampingi Bhabinkamtibmas Desa Kairatu, AIPDA P. KAKIAY, serta diikuti sekitar 200 jemaat GPM Kairatu. Ibadah dipimpin Bendahara Klasis GPM Kairatu, Pdt. Ny. S. Wattimury, S.Teol., dengan pembacaan Alkitab dari Kisah Para Rasul 27:14–26.
Kapolres SBB, AKBP REFINDO PRADIKTA RULANDO, S.I.K., M.A.P., C.L.M.A, menjelaskan bahwa "Minggu Kasih" merupakan salah satu program Polri yang sejalan dengan kebijakan Kapolri untuk memperkuat komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat.
Melalui program ini, Polri berupaya menyerap aspirasi warga, mendengarkan permasalahan yang berkembang, serta mengajak seluruh elemen masyarakat berperan aktif dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas).
Dalam penyampaian pesan kamtibmas, Wakapolres menyoroti keterkaitan konsumsi minuman keras jenis sopi dengan tindak kejahatan. Ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, menjauhi minuman keras dan menyelesaikan setiap persoalan secara bijaksana tanpa melanggar hukum.
Wakapolres juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam membina dan melindungi anak. Ia menyebutkan bahwa Polres SBB telah menangani sekitar 80 kasus kekerasan seksual terhadap anak. Karena itu, orang tua diimbau meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan dan penggunaan telepon genggam anak, serta menerapkan aturan waktu keluar malam secara bijaksana.
Selain itu, masyarakat diminta tidak melindungi pelaku kejahatan dan mempercayakan penanganan setiap tindak pidana kepada kepolisian sesuai ketentuan hukum. Wakapolres turut mengajak warga bersama-sama mencegah kebakaran hutan dan lahan serta menjaga kerukunan di lingkungan masing-masing.
Kapolres SBB berharap melalui kegiatan "Minggu Kasih", sinergi antara Polri, tokoh agama, dan masyarakat semakin kuat sehingga berbagai potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini.
Keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Dengan komunikasi yang baik dan kepedulian seluruh elemen masyarakat, kita dapat mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di Kabupaten Seram Bagian Barat, demikian pesan Kapolres. (Rdks)


