Ambon, Globaltimurnn.com — Upaya Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon dalam membekali warga binaan dengan keterampilan produktif terus menunjukkan hasil. Salah satunya melalui program budidaya sayuran hidroponik yang kini memasuki tahap panen.
Sebanyak 17 kilogram sayur pakcoy berhasil dipanen dari lahan hidroponik Rutan Ambon, Selasa (06/10/2026). Kegiatan tersebut dilakukan bersama jajaran pejabat struktural Rutan Ambon dan warga binaan yang tergabung dalam kelompok tani.
Panen tidak sekadar menjadi kegiatan memetik hasil budidaya, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan kemandirian yang memberikan pengalaman langsung kepada warga binaan dalam mengelola kegiatan pertanian.
Sejak tahap penanaman, warga binaan terlibat dalam proses perawatan, pemantauan pertumbuhan tanaman hingga memastikan kondisi tanaman tetap terjaga sampai memasuki masa panen.
Keterlibatan tersebut menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan untuk membangun sejumlah keterampilan, seperti kedisiplinan, ketelitian, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama dalam sebuah kelompok.
Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Meta Putra, mengatakan hasil panen tersebut merupakan buah dari proses pembinaan yang dilakukan secara konsisten oleh warga binaan kelompok tani.
“Panen 17 kilogram pakcoy ini merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara konsisten. Kami mengapresiasi kerja keras warga binaan kelompok tani yang telah merawat tanaman dengan penuh tanggung jawab. Kami berharap keterampilan yang diperoleh dapat terus dikembangkan dan menjadi bekal yang bermanfaat,” ujar Meta Putra.
Menurut Meta, budidaya hidroponik juga menjadi salah satu bentuk pemanfaatan lahan di lingkungan Rutan Ambon agar dapat memberikan nilai produktif.
Tidak hanya menghasilkan sayuran, kegiatan tersebut juga membuka ruang bagi warga binaan untuk belajar mengelola kegiatan pertanian secara teratur dan bertanggung jawab.
“Dalam kegiatan ini, warga binaan belajar banyak hal, mulai dari ketelitian, kedisiplinan, tanggung jawab hingga kerja sama. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam pembinaan yang terus kami lakukan,” katanya.
Salah satu warga binaan yang tergabung dalam kelompok tani, Dody, mengaku senang dapat mengikuti seluruh proses budidaya hingga panen.
Menurutnya, kegiatan hidroponik memberikan pengalaman baru sekaligus kesempatan untuk mempelajari keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah menjalani masa pembinaan.
“Kami senang bisa ikut dalam kegiatan ini dari menanam sampai panen. Dari kegiatan hidroponik ini kami belajar bagaimana merawat tanaman dengan baik, bekerja sama dan bertanggung jawab sampai hasilnya bisa dipanen,” ungkap Dody.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak warga binaan yang memperoleh kesempatan untuk belajar dan mengembangkan keterampilan di bidang pertanian.
Rutan Ambon sendiri berkomitmen untuk terus mendorong berbagai program pembinaan kemandirian yang memiliki manfaat nyata bagi warga binaan. Budidaya hidroponik menjadi salah satu program yang diarahkan untuk memberikan pengalaman kerja sekaligus keterampilan praktis.
Panen 17 kilogram pakcoy tersebut menjadi salah satu hasil nyata dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Dari kegiatan sederhana di lingkungan Rutan, warga binaan didorong untuk memahami bahwa keterampilan dan kerja keras dapat menghasilkan sesuatu yang bernilai.
Melalui program pembinaan seperti ini, Rutan Kelas IIA Ambon berharap warga binaan tidak hanya menjalani masa pembinaan, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan sebagai bekal ketika nantinya kembali dan beradaptasi di tengah masyarakat.
Dengan keterlibatan aktif petugas dan warga binaan, budidaya hidroponik di Rutan Ambon diharapkan terus berkembang dan mampu menghasilkan komoditas pertanian lainnya sekaligus memperkuat semangat kemandirian warga binaan. (Za)
