Ambon, Globaltimurnn.com — Pembangunan sebuah daerah tidak hanya membutuhkan kebijakan pemerintah dan dukungan anggaran, tetapi juga gagasan, kreativitas, serta keberanian generasi muda untuk mengambil bagian di dalamnya. Dari ruang-ruang diskusi, lahir pemikiran. Dari perbedaan pandangan, tumbuh gagasan. Dan dari kolaborasi, terbuka jalan menuju perubahan.
Semangat itulah yang mewarnai kegiatan Talkshow and Inspire Leader yang digelar Perkumpulan Anak Muda Ambon (PAMA) dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026.
Mengusung tema “Pemuda Bangkit, Maju Par Ambon dan Maluku Pung Bae”, kegiatan yang berlangsung di Vertikal Coffee, kawasan bawah Jembatan Merah Putih (JMP), Desa Galala, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Jumat (30/10/2026), menjadi lebih dari sekadar pertemuan seremonial. Kegiatan ini menghadirkan ruang bagi generasi muda untuk berdialog, menyampaikan gagasan, sekaligus membangun kesadaran tentang pentingnya keterlibatan pemuda dalam menentukan arah masa depan daerah.
Di tengah berbagai tantangan pembangunan, pemuda dituntut tidak hanya menjadi kelompok yang pandai mengkritisi, tetapi juga mampu menghadirkan solusi. Mereka perlu diberi ruang untuk berpikir, berpendapat, berkolaborasi, dan mengambil peran nyata dalam kehidupan pemerintahan maupun pembangunan masyarakat.
Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan Ketua Umum PAMA, Rizal F. Sangadji, saat memberikan keterangan kepada wartawan usai kegiatan.
Baginya, kekuatan terbesar pemuda tidak semata-mata terletak pada jumlah dan semangat, melainkan pada kemampuan melahirkan gagasan serta keberanian menyampaikan ide untuk kemajuan bersama.
Rizal menilai, ruang diskusi seperti Talkshow and Inspire Leader perlu terus tumbuh dan dikembangkan. Sebab, melalui forum semacam ini, generasi muda dapat membangun komunikasi dengan para pemimpin, memahami persoalan daerah, sekaligus menyampaikan pandangan dari perspektif generasi mereka.
“Pemuda juga bisa memberikan kritikan, tetapi sepanjang itu konstruktif dan solutif. Tidak ada tendensi terhadap siapa pun,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa kritik seharusnya tidak dipandang sebagai bentuk pertentangan, melainkan bagian dari kepedulian terhadap masa depan daerah. Pemuda boleh berbeda pandangan, tetapi perbedaan itu harus diarahkan untuk melahirkan pemikiran yang membangun.
Keseriusan PAMA membangun ruang partisipasi pemuda terlihat dari keterlibatan sejumlah tokoh dan pemimpin daerah sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut.
Hadir di antaranya Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin M. Wattimena, M.Si., Ketua DPRD Provinsi Maluku Benhur G. Watubun, S.T., S.H., Ketua KPU Provinsi Maluku M. Shaddek Fuad, serta Ketua HIPMI Provinsi Maluku Muhammad Reza Mony, S.E.
Turut hadir perwakilan BPJS Kesehatan Cabang Ambon, perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku, serta sejumlah tokoh dari berbagai bidang.
Bagi PAMA, kehadiran para pemimpin dan pemangku kepentingan tersebut merupakan bentuk pentingnya membangun komunikasi lintas generasi. Pemuda membutuhkan kesempatan untuk mendengar langsung pandangan para pemimpin, sementara pemerintah dan berbagai lembaga juga perlu membuka diri terhadap aspirasi serta gagasan generasi muda.
Rizal menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Ambon, Ketua DPRD Provinsi Maluku, HIPMI, GAPIU, dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan serta berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, keterlibatan berbagai organisasi dan elemen kepemudaan menunjukkan bahwa ruang partisipasi anak muda di Kota Ambon memiliki potensi besar untuk terus berkembang.
Lebih jauh, Rizal berharap kepemimpinan Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena bersama Wakil Wali Kota Elly Toisutta dapat terus memperluas ruang kolaborasi dengan kalangan muda.
Ia menegaskan, pemuda tidak boleh hanya ditempatkan sebagai objek yang menerima hasil pembangunan. Sebaliknya, generasi muda harus diberikan kesempatan menjadi bagian dari proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan pembangunan daerah.
Sebab, masa depan Kota Ambon dan Maluku juga berada di tangan generasi muda. Karena itu, potensi, kreativitas, serta energi anak muda perlu diarahkan menjadi kekuatan yang mampu menjawab berbagai persoalan sosial, ekonomi, pendidikan, budaya, dan tantangan pembangunan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rizal juga menegaskan komitmen PAMA untuk terus mendukung pemerintahan Wali Kota Bodewin Wattimena dan Wakil Wali Kota Elly Toisutta, terutama dalam menyukseskan 17 program prioritas Pemerintah Kota Ambon yang telah dicanangkan dan sedang dijalankan.
“Sekali lagi, kami menyampaikan terima kasih kepada Pak Wali Kota, Pak Ketua DPRD, Ketua Umum HIPMI, serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung kegiatan ini. Kami berkomitmen untuk terus mendukung pemerintahan Pak Bodewin dan Ibu Elly, khususnya dalam pelaksanaan 17 program prioritas yang telah dicanangkan dan dijalankan untuk kemajuan Kota Ambon,” ungkapnya.
Peringatan Sumpah Pemuda sejatinya bukan hanya tentang mengenang sejarah perjuangan para pemuda pada 28 Oktober 1928. Lebih dari itu, momentum ini menjadi pengingat bahwa persatuan, keberanian, dan semangat perubahan harus terus diwariskan melalui tindakan nyata.
Melalui Talkshow and Inspire Leader, PAMA ingin menegaskan bahwa pemuda Ambon dan Maluku memiliki ruang, kesempatan, serta tanggung jawab untuk ikut menentukan masa depan daerahnya.
Sebab, Ambon yang lebih baik tidak hanya dibangun oleh mereka yang duduk di kursi pemerintahan, tetapi juga oleh anak-anak muda yang berani berpikir, mau bekerja, mampu berkolaborasi, dan tidak berhenti menawarkan solusi.
Pada akhirnya, semangat “Pemuda Bangkit, Maju Par Ambon dan Maluku Pung Bae” bukan sekadar rangkaian kata dalam sebuah tema kegiatan. Semangat itu harus menjadi gerakan bersama, bahwa dari tangan, pikiran, dan kepedulian generasi muda, masa depan Ambon dan Maluku dapat terus diperjuangkan. (Za)
