Teladani Akhlak Rasulullah, Prajurit Kodaeral IX Didorong Perkuat Integritas dan Dedikasi Pengabdian - globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Kamis, 03 September 2026

Teladani Akhlak Rasulullah, Prajurit Kodaeral IX Didorong Perkuat Integritas dan Dedikasi Pengabdian


Ambon
, globaltimurnn.com - Keteladanan akhlak Nabi Muhammad SAW menjadi nilai penting yang perlu diwujudkan dalam setiap sikap dan tindakan prajurit, terutama dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada bangsa dan negara. Nilai kejujuran, amanah, disiplin, tanggung jawab, kesabaran, dan kepedulian yang dicontohkan Rasulullah SAW dinilai relevan dalam membentuk prajurit yang profesional sekaligus berintegritas.


Pesan tersebut mengemuka dalam Kauseri Agama Terpusat jajaran Komando Armada Republik Indonesia (Koarmada RI) yang dilaksanakan oleh Kodaeral IX sebagai tuan rumah dan diikuti secara virtual oleh personel Koarmada I, Koarmada II, Koarmada III serta Kodaeral I hingga Kodaeral XIV. Kegiatan berlangsung di Masjid Nurul Iman, Mako Kodaeral IX, Halong, Kota Ambon, Kamis (3/9/2026).


Komandan Kodaeral IX, Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H., membuka kegiatan tersebut didampingi para Pejabat Utama (PJU) dan Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Kodaeral IX, serta diikuti prajurit dan ASN Kodaeral IX.


Dalam kesempatan tersebut, Komandan Kodaeral IX menyampaikan bahwa Kauseri Agama merupakan bagian dari pembinaan mental, rohani, dan spiritual yang dilaksanakan secara rutin sebagai upaya memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai agama dan keyakinan masing-masing.


“Kauseri agama menjadi sarana untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan sekaligus membentuk karakter personel agar senantiasa memiliki landasan moral dan spiritual dalam melaksanakan tugas,” ujarnya.


Untaian hikmah bagi umat Islam disampaikan Ustadz Dr. Nursaid, S.Ag., M.Ag., Dosen UIN Abdul Muthalib Ambon, dengan mengangkat tema “Keteladanan Akhlak Nabi Muhammad SAW sebagai Landasan Prestasi dan Dedikasi dalam Mendukung Pelaksanaan Tugas Satuan.”


Ustadz Nursaid menekankan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak semata-mata menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi kesempatan untuk merefleksikan dan mengimplementasikan nilai-nilai keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.


Menurutnya, akhlak Rasulullah SAW yang menjunjung tinggi kejujuran, amanah, disiplin, tanggung jawab, kesabaran, dan kepedulian terhadap sesama memiliki keterkaitan erat dengan nilai-nilai yang harus dimiliki seorang prajurit dalam melaksanakan tugas.


“Meneladani Rasulullah bukan hanya dengan mengenang perjuangannya, tetapi dengan menghadirkan akhlaknya dalam setiap langkah pengabdian,” pesannya.


Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemahaman secara teoritis, tetapi diwujudkan melalui sikap dan perilaku nyata dalam pelaksanaan tugas. Dengan demikian, prajurit tidak hanya dituntut memiliki profesionalisme dan kemampuan dalam menjalankan tugas, tetapi juga integritas, keteguhan moral, serta kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.


Melalui kegiatan tersebut, seluruh prajurit dan keluarga besar TNI AL diharapkan semakin mampu menjadikan akhlak mulia sebagai pedoman dalam bersikap, bertindak, serta mengambil keputusan, sehingga mampu memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara.


Pembinaan Rohani bagi Prajurit Nasrani

Sementara itu, pembinaan rohani bagi personel beragama Nasrani dilaksanakan secara terpusat di Gereja Mahanaim Kodaeral IX dengan mengusung tema “Orang Benar Akan Masuk ke Dalam Hidup yang Kekal.”


Ibadah Bina Kauseri tersebut dipimpin oleh Pelayan Firman Pdt. V.J. Nikijuluw, R., dengan pembacaan Alkitab yang diambil dari Matius 25:1-46.


Dalam renungannya, Pdt. V.J. Nikijuluw mengajak seluruh jemaat untuk menjalani kehidupan yang senantiasa bersumber dan berorientasi kepada Tuhan, dengan menjaga ketaatan, kejujuran, serta kekudusan hidup. Pesan tersebut sejalan dengan firman Tuhan sebagaimana tertuang dalam Roma 12:2.


Rangkaian ibadah yang diawali dengan votum, pengakuan dosa, berita anugerah, pengakuan iman, persembahan syukur, hingga doa syafaat berlangsung dengan khidmat dan penuh kedamaian.


Kegiatan tersebut menjadi sarana pembinaan sekaligus penguatan iman bagi prajurit dan ASN Nasrani Kodaeral IX, agar nilai-nilai keimanan dapat terus diwujudkan dalam kehidupan pribadi maupun pelaksanaan tugas dan pengabdian.


Melalui pembinaan rohani lintas agama ini, Kodaeral IX terus mendorong terwujudnya prajurit dan ASN yang tidak hanya profesional dalam melaksanakan tugas, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan landasan moral yang kuat sebagai bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara. (Rdks) 

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT