Ambon, Globaltimurnn.com — Gerakan Pasar Murah atau PANsar Murah yang digelar Partai Amanat Nasional (PAN) secara serentak di berbagai daerah di Indonesia mendapat sambutan antusias dari masyarakat Kota Ambon, Provinsi Maluku.
Kegiatan yang dipusatkan di Pattimura Park, Ambon, Kamis (3/9/2026), itu merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 PAN. Selain memperingati hari jadi partai, kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian PAN dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia didampingi Ketuw DPW PAN Provinsi Maluku Widya Pratiwi, SH, Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisutta, anggota DPR RI Desi Ratnasari, Sekretaris Jenderal DPP PAN Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio, serta sejumlah kader dan pengurus PAN.
Zulkifli mengatakan, PAN ingin keberadaan partai dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Menurutnya, pengabdian kepada rakyat tidak hanya dilakukan melalui kegiatan politik, tetapi juga dengan menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Nama judulnya ‘Bantu Rakyat’. Itu saja. Mudah-mudahan bermanfaat. Mohon doanya, mudah-mudahan Partai PAN ini bisa terus memberikan manfaat untuk masyarakat kita,” ujar Zulkifli.
Sebelum menghadiri kegiatan PANsar Murah di Pattimura Park, Zulkifli terlebih dahulu mengunjungi Desa Wayame. Di sana, PAN menyerahkan bantuan beras kepada warga yang membutuhkan melalui program yang menyasar kelompok masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan atau desil.
“Tadi pagi saya di kantor Desa Wayame juga kasih bantuan beras dari PAN untuk warga yang tidak punya penghasilan,” katanya.
Ia menjelaskan, perhatian PAN dalam program tersebut terutama diarahkan kepada masyarakat yang berada pada kelompok kesejahteraan terbawah, yakni desil 1 hingga desil 4.
Zulkifli menyebut kelompok tersebut merupakan masyarakat yang membutuhkan perhatian karena memiliki keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan dasar, terutama pangan.
“Desil 1 itu yang tidak punya penghasilan sampai desil 4. Kalau tidak dibantu, bagaimana mereka bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data yang menjadi perhatian PAN, terdapat sekitar 260 ribu masyarakat di Maluku dari total penduduk sekitar 1,3 juta jiwa yang berada dalam kondisi tidak memiliki penghasilan.
Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan perhatian bersama agar masyarakat yang berada dalam kelompok paling rentan tidak semakin kesulitan memenuhi kebutuhan hidup.
Sementara itu, melalui PANsar Murah, masyarakat diberikan kesempatan memperoleh sejumlah kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dibandingkan harga normal di pasaran.
Beberapa kebutuhan yang disediakan antara lain minyak goreng, gula dan tepung terigu. Harga paket kebutuhan pokok tersebut dijual sekitar setengah dari harga normal.
“Kalau misalnya harganya Rp50 ribu, dijual separuh harga atau seperdua dari harga tadi. Ada minyak, gula, dan terigu,” jelasnya.
Zulkifli menegaskan, pelaksanaan PANsar Murah tidak dimaksudkan hanya untuk masyarakat di satu lokasi. PAN mendorong agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan di berbagai wilayah sehingga manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Selain program pasar murah dan bantuan berbasis desil, PAN juga menyediakan kanal aspirasi Lapor PAN sebagai ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan informasi mengenai warga yang membutuhkan bantuan.
Melalui kanal tersebut, masyarakat dapat melaporkan kondisi tetangga, keluarga maupun warga di lingkungan sekitar yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.
Zulkifli meminta masyarakat tidak ragu menyampaikan laporan apabila menemukan warga yang benar-benar membutuhkan bantuan.
Ia menegaskan, bantuan tersebut ditujukan kepada masyarakat yang memang berada dalam kondisi sulit dan bukan untuk diperjualbelikan kembali.
“Kalau betul-betul tidak punya, tidak bisa masak, tidak ngebul dapurnya, lapor kita, kita beri beras,” tegasnya.
Tidak hanya persoalan pangan, perhatian PAN melalui kanal aspirasi tersebut juga mencakup persoalan pendidikan dan kesehatan.
Untuk bidang pendidikan, masyarakat dapat menyampaikan informasi apabila terdapat anak usia sekolah yang mengalami kesulitan melanjutkan pendidikan karena keterbatasan biaya.
Begitu pula dengan persoalan kesehatan. Warga yang sakit dan tidak mampu memperoleh pengobatan karena keterbatasan ekonomi dapat disampaikan melalui Lapor PAN untuk mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan.
“Kalau ada tetangga atau kenalan sakit dan tidak bisa ke mana-mana karena tidak punya apa-apa, lapor PAN, kita bantu. Kalau yang berat BPJS, kalau yang ringan kita yang bayar,” kata Zulkifli.
Masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi atau laporan dapat memanfaatkan kanal komunikasi yang disediakan PAN, termasuk melalui situs resmi PAN pada bagian penyampaian aspirasi Fraksi PAN maupun melalui akun Instagram @lapor.pan.
Zulkifli menegaskan, berbagai program tersebut merupakan bagian dari komitmen PAN untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama mereka yang berada dalam kondisi membutuhkan.
Ia berharap momentum HUT ke-28 PAN dapat semakin memperkuat semangat kader untuk hadir di tengah masyarakat dan memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi rakyat.
“Nama judulnya ‘Bantu Rakyat’. Itu saja. Mudah-mudahan bermanfaat,” pungkasnya.(Za)



