Menjemput Harapan dari Balik Jeruji Lewat Calistung di Lapas Dobo - globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Senin, 07 September 2026

Menjemput Harapan dari Balik Jeruji Lewat Calistung di Lapas Dobo


Dobo
, Globaltimurnn.com — Di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Dobo, proses belajar kembali dimulai dari hal-hal yang paling sederhana, Mengenal huruf. Membaca kata, Menulis kalimat, Hingga menghitung angka.


Bagi sebagian orang, kemampuan tersebut mungkin merupakan bagian dari keseharian. Namun bagi sejumlah warga binaan, kesempatan untuk kembali mempelajarinya menjadi sebuah langkah penting untuk membuka jalan menuju perubahan.


Semangat itulah yang terlihat dalam pelaksanaan asesmen diagnostik baca, tulis, dan hitung (calistung) bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas III Dobo, Senin (07/09/2026).


Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh peserta magang di Lapas Dobo sebagai langkah awal untuk mengetahui kemampuan dasar pendidikan masing-masing warga binaan.


Asesmen dilakukan secara bertahap. Pada kemampuan membaca, warga binaan diarahkan mulai dari mengenal huruf, membaca suku kata dan kata, hingga membaca kalimat serta memahami bacaan sederhana.


Sementara kemampuan menulis dinilai melalui beberapa tahapan, mulai dari mengenal dan menulis huruf, menyalin kata, menulis berdasarkan dikte, hingga menyusun kalimat sederhana.


Untuk kemampuan berhitung, warga binaan diberikan materi berupa pengenalan dan penulisan angka, mengurutkan bilangan, melakukan operasi hitung dasar, hingga menggunakan kemampuan berhitung dalam situasi sederhana yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.


Asesmen tersebut bukan sekadar untuk menguji kemampuan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi cara untuk melihat titik awal setiap warga binaan dalam mengikuti proses pembelajaran.


Dengan mengetahui kemampuan dasar masing-masing, pendamping dapat memberikan pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan. Warga binaan pun diharapkan dapat mengikuti proses belajar tanpa merasa malu ataupun takut untuk mencoba.


Hasil asesmen nantinya menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun program pembelajaran yang lebih terarah. Proses belajar akan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan awal setiap warga binaan.


Lapas Dobo juga menyiapkan tindak lanjut melalui program bimbingan belajar (bimbel) calistung yang dijadwalkan berlangsung dua kali dalam seminggu.


Program tersebut diharapkan menjadi ruang bagi warga binaan untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan dasar mereka selama menjalani masa pembinaan, Sebab pendidikan tidak berhenti hanya karena seseorang sedang menjalani masa pidana.


Justru melalui pendidikan, warga binaan diberikan kesempatan untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah kembali ke tengah masyarakat.


Kemampuan membaca, menulis, dan berhitung mungkin terlihat sederhana. Namun dari kemampuan dasar itulah seseorang dapat membuka lebih banyak kesempatan dalam kehidupan.


Satu huruf yang berhasil dibaca menjadi awal sebuah pemahaman. Satu kata yang berhasil ditulis menjadi bentuk keberanian untuk mencoba. Dan satu angka yang berhasil dihitung menjadi langkah kecil menuju kemandirian, Di Lapas Dobo, proses itu kini sedang dimulai, Karena untuk belajar, memang tidak pernah ada kata terlambat. (Za)

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT