Gubernur Maluku Minta Warga Taniwel Redam Konflik, Percayakan Penanganan kepada Aparat - globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Jumat, 11 September 2026

Gubernur Maluku Minta Warga Taniwel Redam Konflik, Percayakan Penanganan kepada Aparat


Ambon
, Globaltimurnn.com — Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyerukan seluruh masyarakat untuk tidak terpancing provokasi menyusul bentrokan antarwarga yang terjadi di Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Jumat (11/09/2026).


Gubernur meminta masyarakat menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperluas konflik. Ia menegaskan, keamanan dan ketenteraman di Maluku merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga dengan mengedepankan semangat hidup sebagai orang basudara.


Peristiwa tersebut diduga dipicu informasi mengenai kebakaran lahan kebun milik salah seorang warga Desa Lisabata. Situasi kemudian berkembang menjadi ketegangan antarkelompok warga dan berujung pada aksi pembakaran puluhan rumah warga Patahuwe.


Hendrik menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut. Menurutnya, tindakan kekerasan dan pembakaran rumah tidak dapat dibenarkan, terlebih ketika pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat terus membangun kehidupan sosial yang harmonis di Maluku.


“Saya mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk menahan diri, tidak terpancing provokasi, serta memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada aparat keamanan dalam menangani kasus ini,” ujar Hendrik.


Ia juga meminta para Raja Negeri, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan seluruh elemen masyarakat mengambil peran dalam meredam situasi.


Menurutnya, para tokoh masyarakat memiliki posisi penting untuk memberikan pemahaman kepada warga sekaligus mencegah munculnya aksi lanjutan, termasuk upaya balas dendam dan mobilisasi massa.


Hendrik turut mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan media sosial sebagai ruang untuk menyebarkan informasi, foto maupun video yang dapat memperkeruh suasana, Gunakan media sosial secara arif dan bijaksana, serta hentikan penyebaran konten provokatif,” tegasnya.


Di sisi lain, Gubernur meminta aparat kepolisian mengusut secara menyeluruh peristiwa tersebut. Ia berharap pihak-pihak yang bertanggung jawab, termasuk mereka yang diduga berada di balik aksi kekerasan, dapat segera diidentifikasi dan diproses sesuai hukum.


Hendrik menyebut Kapolda Maluku telah mengerahkan jajaran kepolisian untuk turun langsung ke lokasi guna mengamankan situasi dan melakukan langkah-langkah penanganan.


Tidak hanya aparat kepolisian, koordinasi lintas unsur Forkopimda Maluku juga dilakukan secara langsung. Gubernur bersama Kapolda Maluku dan Pangdam, didampingi pejabat utama masing-masing, turun ke Taniwel untuk memastikan kondisi di lapangan tetap terkendali.


“Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan. Semua pelaku harus diproses secara hukum supaya ada rasa keadilan bagi korban dan menjadi pembelajaran bagi kita bersama,” katanya.


Gubernur kembali mengajak masyarakat Maluku menjadikan peristiwa tersebut sebagai momentum untuk memperkuat persaudaraan dan tidak membiarkan konflik berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.


“Mari katong semua jaga Maluku sebagai rumah bersama. Baku sayang lebih kuat daripada baku lawan. Baku gandeng, baku kele demi Maluku pung bae,” pungkas Hendrik. (**)

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT