Dari Uang Jajan Jadi Tabungan Masa Depan, Wali Kota Ambon Ajak Pelajar Melek Keuangan - globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Rabu, 02 September 2026

Dari Uang Jajan Jadi Tabungan Masa Depan, Wali Kota Ambon Ajak Pelajar Melek Keuangan


Ambon
, Globaltimurnn.com — Kebiasaan mengelola keuangan sejak usia sekolah dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam mempersiapkan generasi muda yang mandiri secara finansial. Karena itu, para pelajar di Kota Ambon terus didorong untuk mengenal layanan perbankan sekaligus membangun kebiasaan menabung sejak dini.


Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin M. Wattimena, M.Si., saat menghadiri sekaligus memberikan materi dalam kegiatan Hari Indonesia Menabung dan Puncak Bulan Literasi Keuangan Provinsi Maluku 2026, di Aula Auditorium Universitas Pattimura, Ambon, Kamis (03/09/2026).


Kegiatan yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku itu mengusung tema “Menabung Hari Ini, Sejahtera di Masa Depan: Keuangan Inklusif, Maluku Maju dan Berkelanjutan” serta melibatkan ratusan pelajar dari berbagai sekolah.


Bodewin mengatakan, membangun budaya menabung di kalangan pelajar bukan hal baru bagi Pemerintah Kota Ambon. Program tersebut telah didorong selama beberapa tahun, terutama dengan mengajak siswa SD dan SMP untuk memiliki rekening tabungan.


Semua pelajar di kota, khusus SD dan SMP, wajib memiliki rekening. Dan itu sudah berjalan sejak lama, kata Bodewin.


Menurutnya, upaya tersebut sebelumnya telah membuahkan prestasi bagi Kota Ambon. Dalam program KEJAR (Satu Rekening Satu Pelajar), Kota Ambon disebut pernah meraih peringkat kedua tingkat nasional sekitar tahun 2023.


Waktu itu kita dapat KEJAR nasional. Bukan regional, tetapi tingkat nasional. Kalau tidak salah tahun 2023 kita dapat juara dua KEJAR nasional, ujarnya.


Capaian tersebut, lanjut Bodewin, menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat dan lingkungan sekolah di Kota Ambon terhadap literasi serta inklusi keuangan sudah cukup baik.


Namun, ia menilai program tersebut tidak boleh berhenti. Setiap tahun terjadi pergantian jenjang pendidikan, sehingga siswa baru maupun mereka yang berpindah dari SD ke SMP perlu kembali mendapatkan edukasi sekaligus akses untuk memiliki rekening pelajar.


Sekarang sudah terjadi peralihan. Ada yang sudah naik SMA, ada yang sudah lulus, sehingga mesti dibuat lagi. Apalagi anak-anak yang baru masuk sekolah, dari SD pindah ke SMP, ini tetap harus bisa membuka rekening pelajar, jelasnya.


Bodewin juga mengajak para orang tua untuk tidak melihat kegiatan menabung sebagai sesuatu yang sulit. Menurutnya, nominal yang ditabung tidak perlu besar karena tujuan utamanya adalah membentuk kebiasaan.


Ia mencontohkan, uang jajan yang diterima anak dapat disisihkan sebagian untuk ditabung setiap hari.


Orang tua tinggal memberikan uang jajan kepada anak, kemudian dia tabung Rp1.000 setiap hari, Rp2.000 setiap hari. Ini kan untuk uang dia juga, untuk kepentingan mereka di masa depan, ungkapnya.


Selain itu, Bodewin menyebut adanya dukungan OJK bersama pihak perbankan yang memberikan kemudahan bagi pelajar untuk membuka rekening.


Buka rekening ini bukan sesuatu yang merugikan mereka. Apalagi OJK dengan pihak perbankan memberikan rekening gratis dengan saldo awal Rp100 ribu, katanya.


Menurutnya, literasi keuangan tidak cukup hanya dengan memberikan pemahaman mengenai cara mengelola uang. Edukasi tersebut harus dibarengi dengan kesempatan bagi masyarakat, termasuk pelajar, untuk benar-benar mengakses layanan keuangan.


Memberikan pemahaman dalam tanggung jawab literasi, tetapi juga membuka rekening, itulah inklusi, tegasnya.


Ia berharap momentum Hari Indonesia Menabung dapat semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah, OJK, perbankan, sekolah, guru, dan orang tua dalam membangun budaya menabung di kalangan generasi muda.


Bagi Bodewin, kebiasaan menyisihkan uang sejak sekolah bukan sekadar aktivitas menyimpan uang, tetapi merupakan proses pendidikan untuk membentuk sikap disiplin, bertanggung jawab, dan mampu merencanakan kebutuhan di masa depan.


“Menabung hari ini adalah bagian dari menyiapkan kesejahteraan di masa depan,” menjadi semangat yang diharapkan terus tumbuh di kalangan pelajar Maluku. (Za)

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT