Ambon, globaltimurnn.com - Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Kejaksaan Tinggi Maluku menggelar kegiatan Pertemuan Konsultasi (PK) yang dihadiri oleh seluruh Pengurus IAD Daerah se-Maluku, bertempat di Aula Lantai 3 Kejaksaan Tinggi Maluku, pada Rabu (26/8/2026).
Kegiatan Pertemuan Konsultasi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua IAD Wilayah Maluku, Ny. Yuyun Rudy Irmawan, serta dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Rudy Irmawan, S.H., M.H., selaku Ketua Pengawas IAD Wilayah Maluku, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Datuk Rosihan Anwar, S.H., M.H., Wakil Ketua IAD Wilayah Maluku Ny. Dewi Anwar, para Asisten pada Kejaksaan Tinggi Maluku, para Kepala Kejaksaan Negeri selaku Pengawas IAD Daerah, Ketua IAD Daerah se-Maluku, serta seluruh Pengurus dan Anggota IAD Wilayah Maluku maupun IAD Daerah se-Maluku.
Dalam sambutannya selaku Ketua Pengawas IAD Wilayah Maluku, Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Rudy Irmawan, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh Kepala Kejaksaan Negeri selaku Pengawas IAD Daerah dan para Ketua IAD Daerah dari berbagai wilayah di Maluku yang telah meluangkan waktu untuk hadir dalam kegiatan tersebut sebagai wujud kebersamaan dan keharmonisan keluarga besar insan Adhyaksa Maluku.
Menurut Kajati Maluku, Pertemuan Konsultasi ini merupakan momentum yang sangat penting untuk mempererat tali silaturahmi, menyatukan langkah, berbagi pengalaman serta memperkuat peran Ikatan Adhyaksa Dharmakarini dalam mendukung tugas dan pengabdian keluarga besar Kejaksaan Republik Indonesia, khususnya di Wilayah Maluku.
“Terima kasih kepada para Ibu yang selama ini menjadi tempat pulang, menjadi penyemangat, menjadi pendengar, sekaligus menjadi kekuatan bagi para suami dalam menjalankan tugas dan pengabdian,” ujar Rudy Irmawan dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Kajati Maluku mengingatkan seluruh anggota IAD agar senantiasa menjadikan nilai kesederhanaan, kebijaksanaan dan integritas sebagai pedoman dalam kehidupan keluarga maupun kehidupan bermasyarakat. Adapun beberapa pesan penting yang disampaikan kepada seluruh hadirin sekaligus sebagai pengingat bagi dirinya sendiri, yakni membangun kehidupan keluarga yang sederhana dan apa adanya dengan selalu bersyukur serta merasa cukup tanpa menjadikan kehidupan orang lain sebagai ukuran kebahagiaan.
Selain itu, beliau juga mengingatkan pentingnya menghindari perilaku flexing atau mempertontonkan kemewahan secara berlebihan, terutama melalui berbagai platform media sosial. Penggunaan media sosial hendaknya dilakukan secara bijak dengan tetap menjaga martabat pribadi, keluarga maupun institusi Kejaksaan.
Kajati Maluku turut menekankan agar seluruh keluarga besar insan Adhyaksa menghindari gaya hidup hedon dan berlebihan, sehingga jabatan maupun penghasilan yang dimiliki tidak menjadi alasan untuk berlomba-lomba dalam menunjukkan kemewahan. Kesederhanaan, menurutnya, merupakan salah satu cerminan kehormatan dan keteladanan yang harus dijaga bersama.
Beliau juga mengajak seluruh anggota IAD untuk senantiasa menjaga ucapan, pergaulan, sikap dan perilaku, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun di ruang digital. Sebab, hal-hal yang dianggap kecil dapat berkembang menjadi persoalan yang berdampak terhadap keluarga maupun institusi apabila tidak disikapi dengan penuh kehati-hatian dan tanggung jawab.
“Mari kita bersama-sama menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kejaksaan. Melalui IAD, saya berharap organisasi ini tidak hanya aktif secara administratif, tetapi benar-benar menjadi wadah yang memberikan manfaat. Mari kita bangun IAD sebagai tempat untuk saling menguatkan, bukan saling membandingkan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rudy Irmawan juga menyampaikan pesan penuh makna kepada seluruh keluarga besar IAD bahwa kehormatan tidak dibangun melalui kemewahan, melainkan melalui integritas dalam menjalani kehidupan.
“Tidak perlu hidup untuk terlihat hebat. Cukuplah hidup dengan baik, karena kehormatan tidak lahir dari kemewahan, tetapi dari integritas,” tegas Kajati Maluku.
Mengakhiri sambutannya, Kajati Maluku selaku Ketua Pengawas IAD Wilayah Maluku mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan keluarga sebagai tempat tumbuhnya ketenangan, tempat lahirnya kekuatan serta tempat kembalinya setiap insan Adhyaksa setelah menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara.
Sementara itu, rangkaian kegiatan Pertemuan Konsultasi IAD Wilayah Maluku kali ini diisi dengan berbagai agenda yang bertujuan meningkatkan kapasitas organisasi, mempererat kebersamaan serta mengembangkan kreativitas anggota IAD. Kegiatan diawali dengan pelaksanaan seremonial, dilanjutkan Diskusi dan Sosialisasi Hasil Supervisi IAD Pusat, sebagai sarana penyampaian informasi serta evaluasi program organisasi kepada seluruh IAD Daerah se-Maluku.
Selain itu, peserta juga mengikuti Pelatihan Pengembangan Kepribadian dengan mengusung tema “Menjadi Wanita Anggun dan Sederhana, Elegan dalam Penampilan, serta Santun dalam Berperilaku” yang diharapkan dapat memberikan penguatan karakter dan meningkatkan kualitas pribadi anggota IAD dalam menjalankan perannya sebagai pendamping insan Adhyaksa maupun sebagai bagian dari masyarakat.
Suasana kebersamaan semakin semarak melalui pelaksanaan Lomba Fashion Show dan Lomba Karya Pakaian berbahan baku limbah yang menjadi wadah kreativitas sekaligus kampanye pemanfaatan kembali bahan-bahan daur ulang menjadi karya bernilai guna dan bernilai seni. Tidak hanya itu, kegiatan juga diramaikan dengan Bazar yang menampilkan berbagai produk dan kekhasan daerah dari seluruh wilayah di Maluku, sebagai bentuk dukungan terhadap kreativitas serta potensi lokal daerah.
Melalui pelaksanaan Pertemuan Konsultasi ini, IAD Wilayah Maluku diharapkan semakin solid dalam membangun sinergi bersama seluruh IAD Daerah se-Maluku, memperkuat nilai kebersamaan, meningkatkan kualitas organisasi, serta terus menjadi mitra yang memberikan manfaat nyata bagi keluarga besar Kejaksaan dan masyarakat. (Rdks)



