Ambon, Globaltimurnn.com – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas III Namlea, Muhammad M. Marasabessy, kembali mengharumkan nama Maluku. Melalui inovasi bertajuk "MAJU LAPANAM", ia berhasil masuk dalam 10 besar peserta terbaik pada Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan IX yang diselenggarakan Pusat Pendidikan Administrasi Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Pusdikmin Polri) di Bandung, Jumat (31/07/2026).
Prestasi tersebut diraih setelah Marasabessy mempresentasikan laporan aksi perubahan berjudul "MAJU LAPANAM: Optimalisasi Program Pembinaan Kemandirian Pengolahan Minyak Kayu Putih Khas Pulau Buru Menjadi Produk Unggulan Ketahanan Pangan pada Lapas Namlea."
Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan hanya menjadi pencapaian pribadi, melainkan hasil kerja sama seluruh jajaran Lapas Namlea yang selama ini memberikan dukungan penuh dalam pelaksanaan aksi perubahan selama mengikuti PKA sejak Mei hingga Juli 2026.
"Prestasi ini merupakan kebanggaan bersama. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Lapas Namlea yang telah bekerja keras dan memberikan dukungan penuh sehingga program ini dapat berjalan dengan baik," ujar Marasabessy.
Ia menjelaskan, MAJU LAPANAM merupakan inovasi pembinaan kemandirian yang memanfaatkan potensi unggulan Pulau Buru, yakni minyak kayu putih, menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan warga binaan, tetapi juga mendorong lahirnya produk UMKM yang mampu bersaing di pasaran.
"Melalui program ini kami ingin membekali warga binaan dengan keterampilan yang produktif. Pengolahan minyak kayu putih dipilih karena merupakan potensi lokal yang dapat dikembangkan menjadi produk unggulan sekaligus mendukung program ketahanan pangan," jelasnya.
Sebagai bagian dari implementasi aksi perubahan, Lapas Namlea membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, di antaranya Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta Pemerintah Kabupaten Buru. Selain itu, dilakukan pula rebranding produk minyak kayu putih dengan merek baru MAJU LAPANAM, yang dipromosikan bersama pelaku UMKM lokal agar semakin dikenal masyarakat.
Marasabessy menambahkan, inovasi tersebut merupakan implementasi nyata dari nilai-nilai yang diperoleh selama mengikuti PKA, seperti kepemimpinan kolaboratif, inovasi, akuntabilitas, orientasi pada hasil, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, yang juga bertindak sebagai mentor dalam pelatihan tersebut, memberikan apresiasi atas capaian yang diraih Kalapas Namlea.
Ia menilai, program MAJU LAPANAM merupakan inovasi yang memiliki prospek besar dalam mendukung pembinaan warga binaan sekaligus memperkuat sektor UMKM berbasis potensi lokal.
"Program ini menjadi contoh inovasi yang mampu menggabungkan pembinaan kemandirian warga binaan dengan pengembangan produk unggulan daerah. Kami berharap inovasi ini terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan menjadi model pembinaan pemasyarakatan di masa mendatang," ungkap Ricky.
Melalui keberhasilan tersebut, Lapas Kelas III Namlea kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang inovatif, produktif, dan berorientasi pada pemberdayaan warga binaan, sehingga mereka memiliki bekal keterampilan dan peluang usaha ketika kembali ke tengah masyarakat. (Za)


