Ambon, Globaltimurnn.com – Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin M. Wattimena, M.Si., menegaskan bahwa keberagaman merupakan kekuatan besar yang dimiliki Kota Ambon dan harus menjadi modal utama dalam membangun daerah.
Menurutnya, perbedaan suku, agama, adat, identitas maupun latar belakang masyarakat merupakan bagian dari kehidupan Kota Ambon yang harus dijaga dan dihargai. Perbedaan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk membangun sekat maupun memperbesar potensi konflik di tengah masyarakat.
Pesan itu disampaikannya usai membuka Dialog Kebangsaan “Bacarita Kota Ambon for Ambon Pung Bae” yang digelar Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease di Hotel Santika Premiere Ambon, Selasa (11/08/2026).
Ia mengatakan, suasana keamanan dan kehidupan sosial yang kondusif menjadi salah satu syarat penting bagi keberlangsungan pembangunan Kota Ambon. Tanpa rasa aman dan kerukunan, berbagai program pembangunan akan sulit berjalan secara maksimal.
“Memahami keberagaman dan menjadikannya sebagai kekuatan bersama untuk membangun. Identitas kita tetap ada, tetapi jangan sampai menjadi penghalang untuk membangun Kota Ambon,” tegasnya.
Ia menjelaskan, setiap kelompok masyarakat memiliki identitas, tradisi, nilai dan karakter masing-masing. Namun, seluruh identitas tersebut harus ditempatkan dalam semangat kebersamaan dan kepentingan yang lebih besar, yakni kemajuan Kota Ambon.
Karena itu, Ia mengajak masyarakat untuk tidak mudah terjebak dalam perbedaan yang dapat memunculkan prasangka maupun pertentangan.
Menurutnya, menjaga komunikasi dan membangun sikap saling menghargai menjadi langkah penting untuk mencegah persoalan sosial berkembang menjadi konflik.
“Kalau kita ingin Ambon maju, maka torang harus bersatu. Keberagaman yang kita miliki harus menjadi kekuatan untuk membangun, bukan menjadi alasan untuk kita terpecah,” ujarnya.
Wali Kota menilai, semangat persatuan juga harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Menurutnya, pemerintah dan aparat keamanan tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan dan kedamaian kota.
Seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, pemuda, komunitas, organisasi kemasyarakatan hingga warga di lingkungan masing-masing memiliki peran penting dalam merawat suasana yang aman dan harmonis.
Ia berharap Dialog Kebangsaan “Bacarita Kota Ambon for Ambon Pung Bae” tidak hanya menjadi ruang bertukar gagasan, tetapi juga menghasilkan semangat bersama untuk menjaga persaudaraan dan memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
Baginya, Ambon memiliki modal sosial yang kuat melalui keberagaman dan semangat hidup orang basudara. Modal tersebut harus terus dirawat agar pembangunan kota dapat berjalan beriringan dengan terciptanya kehidupan masyarakat yang aman, damai dan harmonis.
“Mari kita jadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk membangun Ambon. Jangan biarkan perbedaan menjadi penghalang bagi masa depan kota yang kita cintai bersama,” pungkasnya.
(Za)
