FST Unpatti Siap Bawa Riset Kampus Menjawab Persoalan Kota Ambon - globaltimurnn.com
Deskripsi gambar



Rabu, 19 Agustus 2026

FST Unpatti Siap Bawa Riset Kampus Menjawab Persoalan Kota Ambon


Ambon
, Globaltimurnn.com — Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Pattimura (Unpatti) memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kota Ambon untuk mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan di daerah.


Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara FST Unpatti dengan Pemerintah Kota Ambon melalui sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yakni Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP), Dinas Perhubungan, serta Dinas Pendidikan Kota Ambon.


Penandatanganan kerja sama berlangsung dalam apel pagi di Balai Kota Ambon, Kamis (20/08/2026).


Dekan FST Unpatti, Prof. Dr. Henry Junuf Wattiwanela, S.Si., M.Si., mengatakan kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari audiensi FST Unpatti bersama Wali Kota Ambon dan jajaran Pemkot Ambon pada 3 Juni 2026.


Menurut Henry, pertemuan tersebut melahirkan kesamaan pandangan bahwa perguruan tinggi tidak boleh hanya berperan di dalam lingkungan kampus, tetapi harus mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.


“Penandatanganan kerja sama ini bukan sekadar dokumentasi administratif atau seremonial kelembagaan. Kami berharap ini benar-benar ditindaklanjuti dengan kerja nyata, program nyata, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kota Ambon,” tegas Henry.


Ia menjelaskan, sebagai institusi pendidikan tinggi, FST Unpatti memiliki tanggung jawab menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.


Karena itu, kerja sama dengan Pemerintah Kota Ambon dinilai menjadi ruang strategis untuk membawa berbagai kompetensi akademik yang dimiliki FST Unpatti agar dapat digunakan dalam penyelesaian persoalan di lapangan.


“Kita terikat dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Karena itu, sebaiknya kita keluar dari kampus dan memberikan kontribusi bagi masyarakat,” ujarnya.


Henry mengatakan, berbagai persoalan yang muncul di Kota Ambon memiliki keterkaitan erat dengan bidang keilmuan yang tersedia di FST Unpatti.


Salah satunya persoalan lingkungan hidup, termasuk pencemaran tanah. Menurut dia, persoalan tersebut dapat dikaji melalui pendekatan multidisiplin dengan melibatkan para akademisi dari berbagai bidang.


“Beberapa masalah yang ada di Kota Ambon pasti beririsan dengan keilmuan yang dimiliki para dosen di Fakultas Sains dan Teknologi dari empat jurusan yang ada,” jelasnya.


FST Unpatti memiliki empat jurusan, yakni Matematika, Biologi, Fisika, dan Kimia yang didukung berbagai program studi.


Jurusan Matematika memiliki Program Studi Matematika, Statistika, dan Ilmu Komputer. Jurusan Biologi mencakup Program Studi Biologi, Sains Biomedis, Bioteknologi, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta Gizi.


Sementara Jurusan Fisika memiliki Program Studi Fisika dan Rekayasa Instrumentasi dan Otomasi. Sedangkan Jurusan Kimia menaungi Program Studi Kimia dan Farmasi.


Keragaman keilmuan tersebut, kata Henry, menjadi kekuatan bagi FST Unpatti untuk mendukung pemerintah daerah melalui penelitian, inovasi, maupun pendampingan berbasis keilmuan.


Henry menekankan, tantangan terbesar setelah penandatanganan kerja sama adalah memastikan seluruh kesepakatan benar-benar diwujudkan dalam program yang terukur.


Menurutnya, setiap ruang lingkup kerja sama perlu diterjemahkan menjadi program konkret dengan pembagian tugas yang jelas, target yang dapat diukur, serta mekanisme evaluasi secara berkala.


“Bagi kami, keberhasilan kerja sama ini bukan diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi bagaimana dampak dan manfaatnya bagi pemerintah maupun masyarakat Kota Ambon,” katanya.


Ia menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah juga dapat diarahkan untuk mendukung agenda pembangunan berkelanjutan, termasuk pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).


Dengan demikian, riset yang dilakukan tidak hanya menghasilkan kajian akademik, tetapi juga dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan maupun penyelesaian persoalan masyarakat.


Henry berharap komunikasi antara FST Unpatti dan Pemerintah Kota Ambon terus diperkuat sehingga kerja sama tersebut dapat berkembang menjadi kolaborasi jangka panjang.


Atas nama pimpinan Fakultas Sains dan Teknologi, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Wali Kota Ambon beserta jajaran yang telah terbuka dan memberikan kepercayaan kepada kami untuk bersama-sama membangun Kota Ambon, pungkasnya. (Za)

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT