Ambon, globaltimurnn.com - Rapat Paripurna DPRD Maluku baru-baru ini menjadi panggung transparansi sekaligus alarm kritis bagi semua di Maluku, dan kini menuai sorotan tajam di publik.
Sikap Fraksi Golkar yang menerima LPJ Gubernur 2025 dengan 14 catatan keras adalah cermin dari realitas pahit yang sedang dihadapi daerah ini.
Bukan sekadar formalitas politik, ini adalah representasi dari suara rakyat yang haus akan kepastian dan kesejahteraan.
Perlu diakui, kursi Gubernur Maluku saat ini dihuni oleh sosok yang mewarisi gunung es persoalan.
Beban utang daerah yang menumpuk dari era sebelumnya menjadi bayang-bayang kelam yang membatasi ruang gerak fiskal Pemerintah Provinsi.
Dari informasi terpercaya yang diterima media ini dari sumber terpercaya mengungkapkan" Data menunjukkan utang kepada pihak ketiga dan kewajiban tahunan mencapai angka yang fantastis, mencapai ratusan miliar rupiah, ditambah temuan utang-utang tersembunyi yang terus bermunculan. Ungkap sumber yang enggan namanya di mediakan
Pasalnya" Ini adalah warisan yang tidak ringan, Di saat APBD 2025 bahkan mencatatkan defisit di beberapa kabupaten dan target PAD turun signifikan, bayar utang jadi prioritas yang mengorbankan ruang pembangunan Namun, di tengah kesulitan operasional yang ekstrem itulah, kita melihat keteladanan dan keberanian politik Gubernur Hendrik Lewerissa.
Alih-alih menutup-nutupi atau menyalahkan keadaan, ia mengambil langkah berani dan transparan dengan memerintahkan audit menyeluruh atas proyek dan utang era sebelumnya.
Ini adalah bentuk pertanggungjawaban moral dan hukum yang patut diapresiasi. Ia tidak sedang menikmati jabatan, tetapi sedang membereskan kekacauan yang ditinggalkan.
Bayangkan, di satu sisi ia harus memutar otak mencari solusi atas kesulitan dana operasional, di sisi lain ia berani membuka Pandora's box untuk mengembalikan kepercayaan publik.
Narasi bahwa Gubernur Lewerissa kalah berani karena memilih opsi pinjaman daerah dibandingkan efisiensi anggaran seperti di daerah lain perlu diluruskan.
Konteksnya berbeda, Efisiensi anggaran membutuhkan ruang fiskal yang juga sedang terhimpit oleh kewajiban pembayaran utang lama.
Menambah utang baru dengan perencanaan matang, transparan, dan akuntabel justru bisa menjadi obat untuk membuka jalan bagi percepatan pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan, asalkan pemanfaatannya tepat sasaran. Ini adalah pilihan sulit yang membutuhkan keberanian, bukan kelemahan.
Kita semua berharap agar 14 catatan keras dari Fraksi Golkar, mulai dari kualitas belanja, peningkatan PAD, hingga kesiapan SDM menyambut Blok Masela, menjadi bahan bakar bagi pemerintah untuk bekerja lebih keras.
Jangan sampai megaproyek bernilai triliunan rupiah itu hanya menjadi tontonan, sementara putra-putri daerah hanya menjadi penonton atau buruh di tanah sendiri, Ini adalah momen emas yang tidak boleh disia-siakan.
Dikatakan-nya" Kepada Gubernur Hendrik Lewerissa, tetaplah teguh, Rakyat Maluku adalah pengawal terbaik bagi pemimpin yang jujur dan berani.
Kerja keras membereskan beban utang dan membenahi tata kelola keuangan ini adalah fondasi bagi masa depan Maluku yang lebih baik.
Menurutnya" Tetap Dukung langkah-langkah strategisnya, karena ia sedang berjuang bukan untuk dirinya sendiri, tetapi untuk menyelamatkan marwah daerah dan masa depan generasi Maluku. Pungkasnya
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi pihak Fraksi Golkar, media ini terus menunggu konfirmasi Fraksi Golkar dan klarifikasinya. (V374)
