Namlea, Globaltimurnn.com – Komitmen meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian bagi warga binaan terus diperkuat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea. Melalui kerja sama dengan Yayasan Bina Tani Sejahtera (YBTS), Lapas Namlea menggelar penyuluhan pertanian untuk membekali warga binaan dengan pengetahuan dan keterampilan bertani yang lebih modern, Sabtu (18/07/2026).
Kegiatan yang berlangsung di area perkebunan Lapas tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan warga binaan yang memiliki bekal keterampilan produktif sebagai persiapan kembali ke tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.
Dalam penyuluhan itu, para warga binaan mendapatkan materi mengenai teknik budidaya tanaman, mulai dari tata cara pemupukan yang tepat, penggunaan pestisida secara aman dan efektif, hingga perawatan tanaman agar menghasilkan panen yang optimal.
Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Namlea, Sofian Ahmad, mengatakan kolaborasi dengan YBTS difasilitasi oleh Balai Penyuluh Pertanian (BPP) desa setempat sebagai bagian dari optimalisasi program pembinaan kemandirian sekaligus mendukung program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Menurutnya, keberhasilan program pertanian di dalam lapas sangat bergantung pada peningkatan kapasitas dan keterampilan warga binaan melalui pendampingan yang berkelanjutan.
"Keterampilan mengelola usaha tani membutuhkan pengetahuan, pengalaman, dan pendampingan yang memadai. Karena itu, kami menggandeng Yayasan Bina Tani Sejahtera agar warga binaan memperoleh pelatihan secara bertahap dan berkesinambungan," ujar Sofian.
Sementara itu, Technical Field Officer Yayasan Bina Tani Sejahtera, M. Busrolana, menjelaskan bahwa pihaknya akan mendampingi warga binaan melalui pembangunan demonstration plot (demplot) atau lahan percontohan.
Lahan tersebut akan digunakan sebagai media praktik penerapan teknologi dan teknik pertanian modern sehingga warga binaan dapat belajar langsung mulai dari proses penanaman hingga pemeliharaan tanaman.
YBTS merupakan organisasi nirlaba di bawah naungan PT East West Seed Indonesia yang fokus meningkatkan kesejahteraan petani kecil. Melalui program ini, kami berharap warga binaan memperoleh keterampilan pertanian yang dapat dimanfaatkan sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat, jelas Busrolana.
Di tempat terpisah, Kepala Lapas Kelas III Namlea, Muhammad M. Marasabessy, menyambut baik kerja sama tersebut dan berharap sinergi yang terjalin mampu meningkatkan produktivitas sektor pertanian di lingkungan Lapas.
Ia menegaskan bahwa program pembinaan tidak hanya bertujuan mengisi waktu selama menjalani masa pidana, tetapi juga memberikan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi sehingga dapat menjadi modal bagi warga binaan untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah bebas.
"Kami berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama mengikuti penyuluhan ini benar-benar bermanfaat. Bekal tersebut diharapkan mampu membuka peluang usaha dan membantu warga binaan menjadi pribadi yang mandiri serta produktif ketika kembali ke tengah masyarakat," ungkap Marasabessy.
Melalui kolaborasi dengan Yayasan Bina Tani Sejahtera, Lapas Namlea terus menunjukkan komitmennya menghadirkan program pembinaan yang berkualitas, produktif, dan berorientasi pada pemberdayaan warga binaan sebagai bagian dari proses reintegrasi sosial. (Za)
