Komunitas Delen Met Jullie Ajak Anak Ambon Kembangkan Potensi dan Peduli Lingkungan Lewat Semangat Berbagi - globaltimurnn.com

Jumat, 24 Juli 2026

Komunitas Delen Met Jullie Ajak Anak Ambon Kembangkan Potensi dan Peduli Lingkungan Lewat Semangat Berbagi


Ambon
, Globaltimurnn.com – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026, Komunitas Delen Met Jullie kembali menggelar kegiatan edukatif bertajuk "Berbagi deng Ale Dong" yang berlangsung di Aula Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM), Sabtu (25/07/2026). Kegiatan tersebut diikuti ratusan anak dari berbagai sekolah di Kota Ambon sebagai wadah untuk mengembangkan kreativitas, membangun karakter, serta menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.


Ketua Komunitas Delen Met Jullie, Leunora S. Tamaela Sapulete, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan membuka peluang bagi anak-anak agar dapat mengembangkan potensi mereka dan tidak menyia-nyiakan masa depan.


"Anak-anak harus diberi kesempatan untuk berkembang, belajar percaya diri, mandiri, jujur, dan berani tampil. Itulah semangat yang kami bangun melalui komunitas ini," ujarnya.


Leunora menjelaskan, Komunitas Delen Met Jullie telah berdiri selama sembilan tahun. Komunitas ini beranggotakan anak-anak keturunan Maluku yang lahir dan besar di Belanda. Nama Delen Met Jullie sendiri berasal dari bahasa Belanda yang berarti berbagi, mencerminkan semangat untuk saling memberi pengalaman dan pengetahuan kepada anak-anak di Maluku.


Dalam kegiatan tersebut, para relawan dan anggota komunitas berbagi pengalaman tentang kehidupan, pendidikan, serta pentingnya menjaga lingkungan. Berbagai penampilan seni juga ditampilkan sebagai sarana melatih keberanian dan rasa percaya diri anak-anak.


"Kami ingin anak-anak belajar bahwa mereka mampu tampil di depan umum, memiliki keberanian, sekaligus memahami pentingnya menjaga lingkungan tempat mereka hidup," katanya.


Sebagai bentuk edukasi lingkungan, panitia juga menyediakan tempat sampah di area kegiatan sebagai media pembelajaran agar anak-anak terbiasa membuang sampah pada tempatnya.


"Kami ingin membangun kesadaran sejak kecil bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Nilai-nilai itu juga menjadi bagian dari pendidikan yang kami berikan kepada anak-anak," tambahnya.


Peserta kegiatan berasal dari berbagai sekolah dasar di Kota Ambon, sementara satu lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) turut dilibatkan untuk mengisi penampilan seni.


Pelaksanaan kegiatan tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Senora Patiasina Munsten, seorang pemerhati pendidikan yang berdomisili di Swiss, serta Dinas Pendidikan Kota Ambon yang turut mendukung penyelenggaraan kegiatan.


Dalam momentum Hari Anak Nasional, Leunora juga mengajak seluruh anak untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dengan belajar dan terus mengembangkan kemampuan diri.


"Gunakan waktu dengan baik. Belajar, belajar, dan terus belajar agar kelak dapat meraih cita-cita dan menjadi generasi yang berhasil di masa depan," pesannya.


Selain pendidikan karakter, Komunitas Delen Met Jullie juga terus memperkenalkan bahasa Belanda kepada anak-anak. Menurut Leunora, sejumlah sekolah swasta di Kota Ambon bahkan telah meminta komunitas tersebut mengajarkan bahasa Belanda sebagai kegiatan ekstrakurikuler.


Hal itu menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa asing tetap memiliki nilai strategis dalam memperluas wawasan serta membuka peluang bagi generasi muda untuk berkompetisi di tingkat internasional.


Melalui kegiatan "Berbagi deng Ale Dong", Komunitas Delen Met Jullie berharap semakin banyak anak di Maluku yang tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, peduli terhadap lingkungan, serta memiliki kepercayaan diri dalam meraih masa depan yang lebih baik. (Za)

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT