Ambon, Globaltimurnn.com – Dedikasi yang lahir dari ketulusan hati pada akhirnya selalu menemukan jalannya untuk diapresiasi. Hal itulah yang dirasakan jurnalis senior Ghea Sinay saat menerima penghargaan Jurnalis of The Year 2025 dari Hotel Santika Premiere Ambon dalam ajang Media Connect dan Best Media Awards 2026 – 1st Semester, Selasa (29/07/2026).
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan peran aktifnya dalam membangun hubungan yang harmonis antara media dan Hotel Santika Premiere Ambon, termasuk menjadi salah satu sosok yang menggagas terbentuknya grup media sebagai wadah komunikasi antara pihak hotel dan insan pers sejak 2024.
Di balik penghargaan itu, Ghea mengaku tidak pernah membayangkan dirinya akan menjadi penerima penghargaan tersebut. Baginya, menjadi seorang jurnalis bukan sekadar profesi, melainkan panggilan untuk membawa manfaat bagi daerah tempat ia berkarya.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Hotel Santika Premiere Ambon. Sejujurnya saya juga kaget dan tidak menyangka bisa menerima penghargaan ini," ungkapnya.
Menurutnya, sejak pertama kali memilih jalan sebagai jurnalis, ia telah memegang satu prinsip hidup yang tidak pernah berubah, yakni memberikan yang terbaik bagi Ambon dan Maluku.
"Sejak menjadi jurnalis saya punya prinsip, ketika saya ditempatkan di Ambon, di Maluku, berarti saya harus berbuat sesuatu untuk kebaikan Ambon dan Maluku. Di mana kita ditempatkan, di situ kita harus bekerja, mendoakan, dan menjadi berkat bagi kota itu," tuturnya.
Prinsip tersebut menjadi fondasi dalam setiap langkahnya membangun kemitraan dengan pemerintah, dunia usaha, maupun berbagai elemen masyarakat. Namun, menurut Ghea, kemitraan bukan berarti menghilangkan fungsi kontrol pers.
"Menjadi mitra bukan berarti tidak boleh mengkritik. Justru kemitraan itu harus diisi dengan kritik yang membangun, apresiasi ketika memang layak diapresiasi, dan tentu semuanya dilakukan dengan jujur," katanya.
Berangkat dari semangat itulah, Ghea kerap membantu membangun komunikasi antara perusahaan dan media. Salah satunya dengan menggagas grup media yang memudahkan penyebaran informasi kepada publik.
Ia menjelaskan bahwa perusahaan yang berinvestasi di suatu daerah perlu membuka ruang komunikasi dengan masyarakat. Salah satunya melalui media massa, sehingga masyarakat mengetahui berbagai program, termasuk tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang dijalankan.
"Investor juga membutuhkan masyarakat mengetahui apa yang mereka kerjakan. Dengan adanya grup media, informasi bisa tersampaikan secara terbuka. Di sisi lain, media juga menjadi bagian dari pengawasan publik terhadap perusahaan, termasuk bagaimana mereka menjalankan program CSR," jelasnya.
Menurut Ghea, Hotel Santika Premiere Ambon menjadi salah satu perusahaan yang konsisten menjaga keterbukaan informasi. Selain aktif menjalin komunikasi dengan media, hotel tersebut juga dinilainya memiliki kepedulian terhadap isu-isu lingkungan melalui berbagai kegiatan sosial dan program CSR.
"Yang saya lihat, Santika bukan hanya membuka ruang komunikasi dengan media, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Itu yang menurut saya patut diapresiasi," ujarnya.
Lebih dari sekadar penghargaan pribadi, Ghea memaknai penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat seluruh insan pers yang terus berkarya demi kemajuan daerah.
Baginya, penghargaan itu menjadi pengingat bahwa setiap tulisan yang dibuat seorang jurnalis memiliki kekuatan untuk membangun optimisme, menghadirkan perubahan, dan memperkenalkan wajah terbaik Maluku kepada Indonesia.
Ia pun berharap Hotel Santika Premiere Ambon terus mempertahankan tradisi memberikan penghargaan kepada insan pers sebagai bentuk motivasi bagi para jurnalis untuk terus menghasilkan karya-karya terbaik.
"Saya berharap penghargaan seperti ini terus berlanjut pada periode-periode berikutnya. Ini menjadi penyemangat bagi teman-teman wartawan untuk terus bekerja secara profesional," katanya.
Di akhir penyampaiannya, Ghea mengajak seluruh jurnalis di Maluku untuk terus menghadirkan karya-karya jurnalistik yang membangun, mengedepankan fakta, serta menebarkan optimisme bagi daerah.
"Mari kita bangun negeri ini melalui tulisan dan karya kita. Tunjukkan kepada Indonesia bahwa Ambon dan Maluku adalah daerah yang aman, sejahtera, dan menjadi berkat bagi banyak orang. Saya percaya, setiap berita yang kita tulis dapat menjadi bagian dari perubahan menuju Maluku yang lebih baik," pungkasnya. (Rdks)
