Ambon, Globaltimurnn.com – Program pembinaan kemandirian di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon kembali membuahkan hasil membanggakan. Melalui pelatihan keterampilan pertukangan, warga binaan berhasil menghasilkan sebuah pintu berkualitas yang akan digunakan untuk mendukung renovasi dapur Rutan Ambon.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa proses pembinaan di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembentukan karakter, tetapi juga memberikan keterampilan praktis yang dapat menjadi bekal hidup setelah warga binaan kembali ke tengah masyarakat.
Pembuatan pintu dilakukan oleh warga binaan yang mengikuti program kerja pertukangan dengan pendampingan petugas pembinaan. Mulai dari tahap perencanaan desain, pengukuran bahan, pemotongan, perakitan hingga proses finishing, seluruh pekerjaan dikerjakan secara mandiri dengan mengedepankan kualitas dan keselamatan kerja.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Jefry Persulessy, mengatakan bahwa program pembinaan keterampilan terus dioptimalkan sebagai sarana pengembangan kapasitas warga binaan agar memiliki kompetensi yang bernilai guna dan bernilai ekonomi.
"Program pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dari proses pemasyarakatan. Melalui kegiatan seperti ini, warga binaan tidak hanya memperoleh keterampilan kerja, tetapi juga belajar tentang tanggung jawab, disiplin, dan produktivitas. Hasil karya berupa pintu ini menjadi bukti bahwa mereka mampu menghasilkan produk yang bermanfaat dan berkualitas," ujar Jefry, Kamis (18/06/2026).
Menurutnya, hasil karya tersebut memiliki manfaat ganda. Selain menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan, pintu yang dihasilkan juga akan digunakan untuk menunjang renovasi fasilitas dapur Rutan Ambon sehingga lebih aman dan nyaman digunakan dalam kegiatan sehari-hari.
Sementara itu, Kepala Sub Seksi Bimbingan Kerja, Ode Ena, menjelaskan bahwa pembinaan berbasis keterampilan menjadi salah satu program unggulan yang terus dikembangkan di Rutan Ambon.
"Kegiatan pertukangan memberikan pengalaman nyata kepada warga binaan. Mereka belajar teknik dasar hingga lanjutan dalam pembuatan produk kayu, sekaligus membangun etos kerja yang positif seperti ketelitian, kerja sama, kedisiplinan, dan tanggung jawab," jelasnya.
Ia berharap keterampilan yang diperoleh selama menjalani masa pembinaan dapat menjadi modal berharga bagi warga binaan ketika kembali ke masyarakat dan membuka peluang usaha maupun lapangan pekerjaan yang lebih baik.
Salah seorang warga binaan berinisial H.F mengaku bangga dapat terlibat dalam proses pembuatan pintu tersebut. Baginya, kegiatan pembinaan yang diberikan bukan sekadar mengisi waktu selama menjalani masa pidana, tetapi juga menjadi kesempatan untuk belajar dan meningkatkan kemampuan diri.
"Saya bersyukur diberi kesempatan mengikuti program ini. Dari proses pembuatan pintu, saya belajar banyak hal, mulai dari pengukuran, pemotongan bahan, perakitan hingga finishing. Keterampilan ini sangat bermanfaat dan saya berharap bisa menjadi bekal saat kembali ke masyarakat nanti," ungkapnya.
Keberhasilan warga binaan menghasilkan pintu berkualitas ini menjadi gambaran nyata bahwa pembinaan di Rutan Ambon terus berjalan produktif dan berdampak positif. Tidak hanya menciptakan karya yang bermanfaat bagi lingkungan rutan, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri serta harapan baru bagi warga binaan untuk menata masa depan yang lebih baik.
Melalui program pembinaan kemandirian yang berkelanjutan, Rutan Kelas IIA Ambon berkomitmen mencetak warga binaan yang mandiri, produktif, dan siap kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat, sejalan dengan semangat Pemasyarakatan yang pasti bermanfaat untuk masyarakat.(Za)

