Ambon, Globaltimurnn.com – Program pembinaan kemandirian di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon kembali membuahkan hasil positif. Keterampilan yang diasah melalui berbagai program pelatihan kini semakin mendapat pengakuan, ditandai dengan kepercayaan dari Yonif Raider Khusus 733/Masariku yang memesan pembuatan background dinding berbahan kulit dan spon hasil karya warga binaan, Selasa (30/06/2026).
Kepercayaan tersebut menjadi bukti bahwa produk yang dihasilkan warga binaan tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mampu memenuhi standar kualitas yang dibutuhkan oleh instansi pemerintah. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan di dalam Rutan tidak sekadar berfokus pada pembentukan karakter, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan yang bernilai ekonomi.
Pengerjaan background dinding akan melibatkan warga binaan yang telah memiliki kemampuan di bidang kerajinan interior di bawah pendampingan petugas pembinaan. Seluruh proses, mulai dari pengukuran, pemotongan bahan, pemasangan spon, pelapisan kulit, hingga tahap penyelesaian akhir akan dilakukan secara teliti agar menghasilkan produk yang rapi, berkualitas, dan sesuai dengan desain yang diinginkan pemesan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Jefry Persulessy, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Yonif Raider Khusus 733/Masariku. Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi motivasi sekaligus bukti bahwa program pembinaan kemandirian yang dijalankan mampu menghasilkan karya yang memiliki daya saing.
"Kepercayaan ini menjadi kebanggaan sekaligus penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan. Kami ingin memastikan warga binaan memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal hidup, sehingga setelah bebas nanti mereka mampu berkarya, mandiri, dan kembali diterima dengan baik di tengah masyarakat," ujar Jefry.
Senada dengan itu, Kepala Subseksi Bimbingan Kegiatan (Kasubsi Bimkeg) Rutan Kelas IIA Ambon, Wa Ode Ena, menegaskan bahwa kualitas menjadi prioritas utama dalam setiap pekerjaan yang dipercayakan kepada warga binaan.
"Kami memastikan setiap tahapan dikerjakan dengan penuh ketelitian, mulai dari pengukuran hingga finishing. Warga binaan yang terlibat merupakan mereka yang telah memiliki kompetensi di bidang furnitur dan interior. Kepercayaan ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus mengembangkan program pembinaan agar mampu menghasilkan produk yang berkualitas, bernilai ekonomi, dan mampu bersaing di pasaran," jelasnya.
Sementara itu, perwakilan Yonif Raider Khusus 733/Masariku, Letnan Infantri Egar Ananto, mengungkapkan bahwa keputusan mempercayakan pengerjaan background dinding kepada Rutan Ambon didasarkan pada kualitas hasil karya warga binaan yang dinilai memuaskan.
"Kami melihat langsung kualitas pekerjaan warga binaan yang rapi dan dikerjakan dengan penuh ketelitian. Karena itu kami yakin mempercayakan pembuatan background dinding ini kepada Rutan Ambon. Semoga hasilnya sesuai harapan dan kerja sama yang baik ini dapat terus berlanjut," ungkapnya.
Pesanan tersebut menjadi bukti nyata bahwa hasil pembinaan di Rutan Ambon mampu menembus kepercayaan berbagai instansi. Lebih dari sekadar menghasilkan sebuah produk, program ini membuka ruang bagi warga binaan untuk mengasah kemampuan, meningkatkan rasa percaya diri, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang produktif setelah kembali ke masyarakat.
Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Rutan Kelas IIA Ambon terus berkomitmen menciptakan warga binaan yang memiliki kompetensi, kemandirian, dan daya saing. Semakin banyaknya kepercayaan dari berbagai pihak menjadi indikator bahwa sistem pemasyarakatan tidak hanya membina, tetapi juga mampu melahirkan karya berkualitas yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Za)

