Ambon, Globaltimurnn.com – Komitmen Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon dalam meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian bagi warga binaan terus diwujudkan melalui kolaborasi dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ambon. Sebagai langkah awal, enam Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mengikuti proses pendataan sebagai calon peserta pelatihan keterampilan berbasis kompetensi di Rutan Ambon, Senin (29/06/2026).
Pendataan dilakukan oleh Petugas Register BPVP Ambon, Aydet Rientje Siwabessy dan Susan Maitimu. Kegiatan ini menjadi tahapan awal seleksi untuk memastikan para calon peserta memenuhi persyaratan administrasi sebelum mengikuti pelatihan yang akan diselenggarakan BPVP Ambon.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Jefry Persulessy, mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan program pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada pembentukan karakter, tetapi juga peningkatan keterampilan kerja warga binaan.
"Kolaborasi dengan BPVP Ambon menjadi langkah strategis dalam memperkuat pembinaan kemandirian. Kami berharap enam warga binaan yang telah didata dapat mengikuti seluruh proses seleksi hingga tuntas dan memperoleh keterampilan yang dapat menjadi bekal untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah selesai menjalani masa pidana," ujar Jefry.
Sementara itu, Petugas Register BPVP Ambon, Aydet Rientje Siwabessy, menjelaskan bahwa proses pendataan merupakan bagian penting dari tahapan administrasi dan verifikasi guna memastikan seluruh persyaratan calon peserta telah terpenuhi sebelum mengikuti pelatihan berbasis kompetensi.
Salah satu perwakilan warga binaan, Rizal Riri, mengaku bersyukur atas kesempatan yang diberikan melalui program tersebut. Ia menilai pelatihan ini menjadi motivasi bagi dirinya dan rekan-rekan untuk terus belajar serta mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah bebas.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Rutan Ambon dan BPVP Ambon atas kesempatan yang diberikan. Semoga kami dapat lolos seleksi dan memperoleh keterampilan yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk bekerja ataupun membuka usaha sendiri setelah kembali ke masyarakat," ungkap Rizal.
Melalui program ini, diharapkan warga binaan memiliki kompetensi dan keterampilan yang lebih baik sehingga mampu meningkatkan produktivitas, memperluas peluang kerja, serta mendorong tumbuhnya jiwa kewirausahaan setelah menyelesaikan masa pidana.
Sinergi yang terus dibangun antara Rutan Kelas IIA Ambon dan BPVP Ambon menjadi wujud nyata komitmen dalam menciptakan pembinaan yang berkualitas, sekaligus mendukung terwujudnya sistem pemasyarakatan yang semakin bermanfaat, humanis, dan berorientasi pada pemberdayaan sumber daya manusia. (Rdks)

