
Foto : Waspada Hanta Virus, Rutan Ambon Bergerak Cepat Edukasi Petugas dan Warga Binaan
Ambon, Globaltimurnn.com – Upaya pencegahan penyebaran penyakit menular terus diperkuat Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon. Menyikapi meningkatnya kewaspadaan terhadap penyebaran Hanta Virus di Indonesia, Rutan Ambon menggelar sosialisasi deteksi dini dan pencegahan penularan virus tersebut bagi petugas dan warga binaan, Jumat (22/05/2026).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Direktur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi dalam pelaksanaan layanan kesehatan di lingkungan Pemasyarakatan, baik di Rutan, Lapas, LPKA maupun LPAS.
Langkah cepat tersebut dilakukan setelah Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melaporkan hingga Mei 2026 terdapat 23 kasus positif Hanta Virus yang ditemukan di sembilan provinsi di Indonesia, termasuk DKI Jakarta, Yogyakarta, dan Jawa Barat. Jenis virus yang dominan ditemukan yakni Seoul Virus (SEOV) yang ditularkan melalui tikus.
Selain itu, berdasarkan rilis World Health Organization (WHO) pada 6 Mei 2026, Hanta Virus diketahui sebagai kelompok virus yang dibawa hewan pengerat dan dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius hingga berisiko kematian pada manusia. Penularan dapat terjadi melalui kontak dengan tikus terinfeksi maupun paparan urine, kotoran, dan air liurnya.
Sosialisasi yang berlangsung di aula Rutan Ambon itu menghadirkan dokter Rutan Ambon, dr. Edwina, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahaya Hanta Virus, gejala yang perlu diwaspadai, hingga langkah-langkah pencegahan yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut dr. Edwina, kebersihan lingkungan menjadi kunci utama mencegah berkembangnya tikus sebagai media penyebaran virus.
“Hanta Virus dapat menular melalui kontak dengan urine, kotoran maupun air liur tikus yang terinfeksi. Karena itu, penting bagi seluruh petugas dan warga binaan untuk menjaga kebersihan lingkungan serta segera melaporkan jika mengalami gejala gangguan kesehatan,” jelasnya.
Ia juga mengimbau agar kamar hunian tetap bersih, sisa makanan tidak dibuang sembarangan, serta lingkungan sekitar rutin dibersihkan guna meminimalisir risiko berkembangnya hewan pengerat.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Rutan Ambon, Jefry R. Persulessy, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah deteksi dini sekaligus upaya preventif menjaga kesehatan seluruh penghuni Rutan.
“Kegiatan ini penting untuk meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan bersama terhadap potensi penyebaran Hanta Virus. Pencegahan harus dimulai dari menjaga kebersihan lingkungan dan membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat,” ujarnya.
Jefry menambahkan, Rutan Ambon berkomitmen menciptakan lingkungan hunian yang aman, sehat, dan bebas dari risiko penyakit menular. Edukasi kesehatan secara berkala dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran seluruh penghuni terhadap pentingnya pola hidup sehat.
Kegiatan sosialisasi berlangsung tertib dan mendapat antusias tinggi dari peserta. Melalui kegiatan tersebut, Rutan Ambon berharap kesadaran petugas maupun warga binaan terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan semakin meningkat demi mendukung pelayanan Pemasyarakatan yang sehat, aman, dan optimal. (Za)
