Kunjungan Pangdam XV/Pattimura di Halut: Pastikan Penanganan Korban Berjalan Maksimal - globaltimurnn.com

Sabtu, 09 Mei 2026

Kunjungan Pangdam XV/Pattimura di Halut: Pastikan Penanganan Korban Berjalan Maksimal

Foto : Kunjungan Pangdam XV/Pattimura di Halut: Pastikan Penanganan Korban Berjalan Maksimal

Tobelo
, Globaltimurnn.com – Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han, memimpin rombongan meninjau langsung lokasi bencana erupsi Gunung Dukono di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, pada Sabtu sore, 9 Mei 2026. Kedatangan Pangdam beserta Danrem 152/Baabullah dan jajaran disambut oleh Bupati Halmahera Utara, unsur Forkopimda, serta pimpinan instansi terkait, dengan pengalungan syal sebagai tanda penghormatan.

 

Di Pos Pemantauan Gunung Api Dukono, Dandim 1508/Tobelo Letkol Inf Alex Donald M.L Gaol memaparkan data kejadian. Dari total 20 pendaki — 9 WNA asal Singapura dan 11 WNI — sebanyak 18 orang telah dievakuasi, 17 di antaranya selamat dan 1 orang meninggal dunia. Masih tersisa 2 WNA yang belum ditemukan dan terus dicari tim gabungan. Jalur evakuasi terbentang sejauh ±11,2 km dari posko hingga lokasi kejadian, melewati tujuh titik pos pengamanan.

 

Dalam pertemuan tersebut, Pangdam menyoroti status Gunung Dukono yang sejak lama berstatus Level II (Waspada), sehingga pendakian secara resmi dilarang demi keselamatan. Ia menegaskan berdasarkan keterangan di lapangan, rombongan pendaki tidak memiliki izin resmi dan tetap naik ke puncak meski sudah ditolak oleh petugas pemantau dan aparat desa.

 


“Sudah ada larangan jelas sejak lama, bahkan tercatat sejak Maret 2023 status ini berlaku. Jika ada peringatan, warga pun pasti mengingatkan. Ini pendakian ilegal, tanpa koordinasi, dan melanggar aturan keselamatan,” tegas Pangdam.

 

Sekitar pukul 18.25 WIT, Pangdam dan rombongan meninjau jenazah korban WNI bernama Engel (29 tahun), pegawai Pertamina DPPU Babullah Ternate, yang baru saja ditemukan dan dievakuasi ke posko. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Tobelo untuk identifikasi lebih lanjut. 

 



Kunjungan ini menegaskan komitmen TNI bersama unsur terkait untuk mendukung penuh operasi pencarian dan evakuasi, sekaligus mempertegas larangan keras terhadap aktivitas pendakian di kawasan gunung api yang berstatus waspada. (𝐆𝐈𝐎).

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT