
Foto : IHSG dan Rupiah Melemah, Warung Makan di Bekasi Mulai Terkena Dampak, Pembeli Keluhkan Harga Bahan Pokok Ikut Naik
Bekasi Timur, Globaltimurnn.com — Pelemahan nilai tukar rupiah dan tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai dirasakan pelaku usaha kecil hingga konsumen. Di kawasan Perumnas 3, Bekasi Timur, sebuah rumah makan sederhana tampak tetap ramai meski kondisi ekonomi disebut semakin berat.
Tulisan “Sedia Kepala Kakap” dan “Paket 13.000” yang terpampang di kaca warung menjadi perhatian warga yang mencari menu murah di tengah kenaikan harga kebutuhan sehari-hari.
Salah satu pembeli, Pak Sukonto Legowo, mengaku mulai merasakan dampak kondisi ekonomi belakangan ini. Menurutnya, harga makan di sejumlah tempat perlahan naik akibat bahan baku yang semakin mahal.
“Sekarang apa-apa naik. Cabai naik, ikan naik, beras juga mulai terasa. Warung makan jadi susah menahan harga,” ujar Pak Sukonto saat ditemui di lokasi, Senin.
Ia menilai anjloknya IHSG dan melemahnya kurs rupiah memang terlihat jauh dari kehidupan masyarakat kecil, namun efeknya akhirnya terasa langsung di pengeluaran harian.
“Kalau ekonomi lagi goyang, yang paling cepat terasa itu makan. Orang jadi pilih menu hemat,” katanya.
Beberapa pedagang di sekitar Perumnas 3 juga mengaku mulai mengurangi stok bahan tertentu karena harga distributor berubah-ubah. Kondisi ini membuat pelaku UMKM kuliner harus memutar strategi agar tetap bertahan tanpa kehilangan pelanggan.
Meski demikian, rumah makan di kawasan tersebut masih menjadi pilihan warga karena menawarkan paket murah yang dianggap lebih terjangkau dibanding tempat makan lain di tengah tekanan ekonomi saat ini. (Bayu)