
Foto : 𝐊𝐢𝐬𝐚𝐡 𝐏𝐞𝐧𝐞𝐦𝐮𝐚𝐧 𝟑 𝐉𝐞𝐧𝐚𝐳𝐚𝐡 𝐊𝐨𝐫𝐛𝐚𝐧 𝐃𝐮𝐤𝐨𝐧𝐨, 𝟓 𝐖𝐚𝐫𝐠𝐚 𝐌𝐚𝐦𝐮𝐲𝐚 𝐃𝐚𝐩𝐚𝐭 𝐀𝐩𝐫𝐞𝐬𝐢𝐚𝐬𝐢 𝐈𝐬𝐭𝐢𝐦𝐞𝐰𝐚 𝐃𝐚𝐫𝐢 𝐁𝐮𝐩𝐚𝐭𝐢
Halut, Globaltimurnn.com – Operasi pencarian dan evakuasi tiga korban jiwa akibat erupsi Gunung Dukono akhirnya resmi ditutup. Selama tiga hari, sejak 8 hingga 10 Mei 2026, tim gabungan bekerja keras hingga seluruh jenazah berhasil ditemukan, terdiri dari satu WNI bernama Angel serta dua Warga Negara Asing asal Singapura, Timothy Heng dan Shahin Muhrez.
Di balik keberhasilan operasi ini, terdapat peran krusial dari lima warga lokal Desa Mamuya yang menjadi mata dan telinga di medan sulit. Mereka adalah Kiril Tatambane, Rustamin Juanga, Naidil Aurat Serang, Hardy Diadi, dan Aidit Laturua. Berkat ketelitian dan insting mereka, ketiga korban berhasil ditemukan.
𝗧𝗲𝗺𝘂𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗿𝘁𝗮𝗺𝗮: 𝗔𝗻𝗴𝗲𝗹 𝗱𝗶 𝗕𝗮𝗹𝗶𝗸 𝗞𝗮𝗯𝘂𝘁 𝗣𝘂𝘁𝗶𝗵
Korban pertama, Angel, ditemukan pada Sabtu (9/5) sekitar pukul 14.00 WIT oleh Kiril, Rustamin, dan Naidil. Awalnya, mereka hanya bertugas mengantar logistik makanan ke tim pencari di bibir kawah. Namun sesampainya di lokasi, tim pencari lain sudah tidak ada.
“Saat di atas, kami melihat tiga carel (alat pendakian) yang hanya terlihat separuh karena tertimbun pasir. Kami dekati tapi tidak menemukan korban, lalu kami memutuskan turun membawa barang-barang tersebut,” cerita Kiril.
Namun, sebelum turun sejauh 10 meter, naluri mereka tergerak saat melihat kabut putih yang menyelimuti sebuah objek.
“Kami curiga dan kembali mendekat. Benar saja, di sana ada jenazah Angel yang tertimbun pasir. Sayang saat itu erupsi besar kembali terjadi, sehingga evakuasi baru bisa dilakukan setelah tim gabungan datang membawa kantong jenazah,” lanjutnya.
𝗧𝗲𝗺𝘂𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗱𝘂𝗮: 𝟮 𝗪𝗡𝗔 𝗱𝗶 𝗕𝗮𝘄𝗮𝗵 𝗕𝗮𝘁𝘂 𝗣𝗮𝗻𝗮𝘀
Sehari kemudian, tepatnya pada 10 Mei, Hardy Diadi dan Aidit Laturua menemukan sisa jenazah kedua korban WNA. Lokasinya berada sekitar 40 hingga 50 meter dari tempat ditemukannya Angel, masuk lebih dalam ke bibir kawah.
Hardy mengaku, kecurigaan muncul saat ia melihat sebuah batu besar yang masih mengeluarkan asap tipis dan tercium bau seperti kertas terbakar.
“Saya ingat keterangan saksi bahwa dua WNA tertimpa batu besar. Saat saya dekati batu itu, ternyata masih hangat. Di celah batu itulah saya melihat tulang manusia,” ungkap Hardy.
Ia kemudian memanggil Aidit untuk melakukan penggalian hati-hati. Berkat kerja sama dengan tim SAR gabungan, berhasil diangkat sisa tulang, barang pribadi, hingga ponsel milik korban. Seluruh bukti kemudian diserahkan kepada Kepala Pelaksana BPBD Halmahera Utara, Hentje Hatharia, di Pos Shelter, sebelum akhirnya dibawa turun ke Pos Komando Desa Mamuya dan tiba pukul 18.00 WIT.
𝗗𝗮𝗽𝗮𝘁 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗵𝗮𝗿𝗴𝗮𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗛𝗨𝗧 𝗛𝗮𝗹𝘂𝘁 𝗸𝗲-𝟮𝟯
Kedatangan tim evakuasi di Pos Mamuya disambut langsung oleh Bupati Piet Hein Babua bersama jajaran Forkopimda, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, serta Kepala Basarnas Ternate Iwan Ramdani.
Atas dedikasi dan keberanian warga Desa Mamuya tersebut, Pemda Halmahera Utara memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Kelima warga lokal ini pun turut menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemda dan Bupati atas dukungan fasilitasi serta perhatian yang diberikan selama operasi berlangsung.
“Terima kasih Bupati dan Pemerintah Daerah yang telah memfasilitasi kami melalui BPBD, sehingga tugas berat ini bisa kita selesaikan bersama dengan baik,” ucap mereka serempak.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Piet Hein Babua mengaku sangat bangga dengan semangat gotong royong masyarakat. Sebagai bentuk penghargaan resmi, Bupati menjanjikan akan memberikan penghargaan khusus kepada kelima warga tersebut.
“Penghargaan ini akan kami serahkan langsung dalam perayaan Hari Ulang Tahun Kabupaten Halmahera Utara yang ke-23, tepatnya pada 1 Juni 2026 mendatang,” tegas Bupati sebagai tanda terima kasih atas jasa mereka dalam operasi kemanusiaan tersebut. (𝐆𝐈𝐎).