Musyawarah Cabang (MUSCAB) PKB Kota Ambon, Konsolidasi Kekuatan, Targetkan Juara di Pemilu 2029 - globaltimurnn.com


Minggu, 12 April 2026

Musyawarah Cabang (MUSCAB) PKB Kota Ambon, Konsolidasi Kekuatan, Targetkan Juara di Pemilu 2029

Foto : Musyawarah Cabang (MUSCAB) PKB Kota Ambon, Konsolidasi Kekuatan, Targetkan Juara di Pemilu 2029

Ambon
, Globaltinurnn.com – Musyawarah Cabang (MUSCAB) yang digelar PKB Cabang Kota Ambon bukan sekadar agenda rutin, melainkan momen strategis untuk mengonsolidasikan kekuatan dan menentukan arah perjuangan partai ke depan. Bahdin Karepesina, Ketua DPC Kota Ambon dalam sambutannya menyebutkan, Acara ini menjadi wadah untuk memperkuat pondasi organisasi, menyatukan tekad, serta mengembalikan kebersamaan dalam menghadapi dinamika politik, Mingyu (12/05/2026), yang berlokasi Zets Hotel. 

 

Dalam kesempatan tersebut, ditekankan bahwa seluruh kader hadir bukan untuk saling menjatuhkan, melainkan saling menguatkan dan membangun kepercayaan. PKB diharapkan tampil sebagai partai yang menghadirkan wajah politik yang santun, sejuk, dan berorientasi pada kerja nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat, serta mampu menjadi jembatan aspirasi tanpa diskriminasi.

 

Pencapaian pada Pemilu 2024 menjadi modal besar bagi partai. Dari empat daerah pemilihan (dapil) di Kota Ambon, PKB berhasil mengamankan empat kursi, ditambah satu kursi di tingkat provinsi. Oleh karena itu, kepemimpinan baru ke depan dituntut mampu mentransformasi PKB menjadi partai yang modern dan progresif, dengan target utama menjadi juara pada Pemilu 2029.


Sementara itu, Wakil Ketua DPW PKB Provinsi Maluku sekaligus Anggota DPRD Provinsi Maluku, Ary Sahertian, menegaskan bahwa Musyawarah Cabang ini adalah kewajiban organisasi untuk menata kepengurusan periode lima tahun ke depan.

 


Tujuannya jelas, menjadikan PKB Cabang Kota Ambon jauh lebih besar dan kuat dibandingkan saat ini. Oleh karena itu, figur pemimpin yang nantinya ditetapkan oleh DPP diharapkan merupakan kader yang berkapabilitas, memiliki sumber daya, dan mampu merajut kebersamaan.

 

"Kebenaran tidak cukup hanya dibicarakan, tetapi harus dibuktikan melalui kerja nyata, sikap, dan perbuatan," tegas Ary.

 

Ia meminta kepengurusan baru bekerja sesuai AD/ART, serta terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Ambon dan seluruh lapisan masyarakat. Mengingat Ambon yang majemuk, persatuan di tengah keberagaman menjadi kunci utama keberhasilan partai.

 

"PKB adalah milik bersama yang dibangun dengan hati dan kejujuran, bukan milik segelintir orang. Mari jadikan momen ini untuk memperbaiki kekurangan dan membuktikan sikap kebenaran bagi masyarakat," pungkasnya.


Di Kesempatan terakhir di waktu yang sama, Wakil Bendahara Umum DPP PKB, Muhammad Arief Muba'i, dalam sambutannya menegaskan jati diri partai bahwa PKB hadir bukan semata-mata untuk meraih kekuasaan, melainkan untuk melayani dan mengabdi kepada rakyat.

 


Ia mengapresiasi tren positif perolehan kursi partai di Kota Ambon yang terus menanjak. Dari 2 kursi pada 2014, naik menjadi 3 kursi di 2019, dan kini mengamankan 4 kursi di Pemilu 2024.

 

"Pertanyaannya, bagaimana dengan 2029? Kalau sudah dua, tiga, empat, tentu tidak berhenti di lima. Target kita minimal harus enam kursi!" tegas Arief dengan optimisme tinggi.

 

Namun, ia juga mengingatkan pentingnya evaluasi mendalam, khususnya terkait selisih suara yang tipis pada perebutan pimpinan dewan sebelumnya. Kekalahan tipis itu harus menjadi cambuk agar di masa depan margin kemenangan dibuat jauh lebih aman dan tidak memberi ruang keraguan.

 

Untuk mewujudkan target besar tersebut, Arief menekankan dua kunci utama, perbaikan internal dan pengabdian nyata.

 

Secara internal, partai wajib memperkokoh struktur organisasi hingga ke tingkat RT, disertai gerakan kaderisasi masif. Ia menargetkan PKB Kota Ambon mampu melahirkan sedikitnya 10 ribu kader handal, menyusul kesuksesan nasional yang telah mencetak 144 ribu kader baru.

 

"Kalau sudah ada 10 ribu kader yang solid, tinggal hitung saja, kemenangan itu pasti," ujarnya.

 

Secara eksternal, PKB dituntut hadir di tengah rakyat. Hal ini sejalan dengan amanah besar yang diberikan Presiden Prabowo Subianto kepada Ketua Umum PKB, Gus Muhaimin, selaku Menko Pemberdayaan Masyarakat. PKB memiliki tanggung jawab besar untuk menghapus kemiskinan ekstrem pada 2026 dan menekan angka kemiskinan di bawah 5 persen pada 2029.

 


Dalam kesempatan itu, Arief juga menyoroti potensi ekonomi kreatif khas Ambon, yakni kerajinan cangkang mutiara di Batu Merah yang sudah berdiri sejak 1932. Ia menyayangkan usaha seni bernilai tinggi ini kini mulai tergerus waktu dan minim regenerasi.

 

"Ini aset berharga yang hampir punah. Kondisinya memprihatinkan, padahal kualitasnya luar biasa. Ini akan saya laporkan langsung ke pusat agar bisa dibangkitkan kembali demi kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.(Za)

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT