Musda II Kosgoro Maluku, Dari Seremonial ke Aksi Nyata, Dorong Ekonomi Laut Jadi Tulang Punggung Daerah - globaltimurnn.com

Kamis, 23 April 2026

Musda II Kosgoro Maluku, Dari Seremonial ke Aksi Nyata, Dorong Ekonomi Laut Jadi Tulang Punggung Daerah

Foto : Musda II Kosgoro Maluku, Dari Seremonial ke Aksi Nyata, Dorong Ekonomi Laut Jadi Tulang Punggung Daerah

Ambon, Globaltimurnn.com – Musyawarah Daerah (Musda) II Kosgoro 1957 Provinsi Maluku tak sekadar menjadi agenda rutin organisasi. Forum ini dipandang sebagai titik strategis untuk mendorong transformasi pembangunan daerah, terutama dengan menjadikan sektor kelautan sebagai kekuatan utama ekonomi rakyat.


Pesan tersebut disampaikan oleh Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Penjabat Sekretaris Daerah Kota Ambon, Roby Sapulette, saat pembukaan Musda di Zest Hotel Ambon, Jumat (24/04/2026).


Menurut Wali Kota, Musda harus melampaui sekadar seremoni. Ia menegaskan bahwa forum ini adalah ruang strategis untuk mengevaluasi peran organisasi sekaligus merumuskan arah kebijakan yang lebih relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah kepulauan.


“Musda ini harus menjadi ruang konsolidasi yang produktif dan mampu melahirkan kebijakan yang solutif bagi percepatan pembangunan,” tegasnya.


Mengusung tema Penguatan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Kelautan, Musda dinilai sangat kontekstual dengan karakter Maluku sebagai wilayah kepulauan yang kaya sumber daya laut. Namun, potensi besar tersebut diakui masih belum tergarap maksimal dan belum sepenuhnya berdampak pada kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.


Berbagai tantangan masih membayangi, mulai dari keterbatasan infrastruktur, mahalnya biaya distribusi logistik, hingga ketimpangan pembangunan antarwilayah.


Dalam konteks itu, pemerintah menilai pendekatan pembangunan yang terlalu sentralistik sudah tidak lagi relevan. Dibutuhkan kebijakan yang lebih adaptif dan berbasis pada realitas lokal Maluku sebagai daerah kepulauan.


Di sinilah peran Kosgoro 1957 menjadi penting. Organisasi ini diharapkan mampu tampil sebagai mitra strategis pemerintah, tidak hanya dalam pemberdayaan masyarakat, tetapi juga dalam mendorong ekonomi berbasis potensi lokal.


“Kosgoro diharapkan bisa mengambil peran aktif dalam pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan, sekaligus membuka akses masyarakat terhadap pasar dan teknologi,” ujar Wattimena.


Ia juga menekankan pentingnya pendekatan inklusif dalam pembangunan ekonomi kelautan. Semua pihak harus dilibatkan, mulai dari nelayan, pelaku UMKM, hingga generasi muda yang menjadi motor masa depan pembangunan.


Musda II ini pun diharapkan melahirkan gagasan segar, program kerja yang konkret, serta kepemimpinan organisasi yang visioner dan bertanggung jawab.


“Gunakan forum ini sebagai ruang dialog yang konstruktif agar melahirkan solusi nyata dan terukur bagi kemajuan Maluku,” pesannya.


Ke depan, Musda II Kosgoro Maluku diharapkan menjadi titik awal penguatan peran organisasi dalam mendorong pembangunan berkelanjutan, dengan sektor kelautan sebagai pilar utama menuju kesejahteraan masyarakat. (Za)

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT